Home / Nasional / Uncategorized

Jumat, 12 April 2019 - 11:14 WIB

Pemerintah Siap Kawal Kasus Penganiayaan Siswi AY Hingga Tuntas

Nasionalpos.com,jakarta – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak berkomitmen akan mengawal kasus penganiayaan yang menimpa siswi Sekolah Menengah Pertama AY (14) di Kota Pontianak, Kalimantan Barat hingga selesai. Disamping itu juga menemukan jalan terbaik bagi korban dan pelaku yang sama-sama masih berusia anak.

Tim dari KemenPPA bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinas PPPA) Provinsi Kalimantan Barat, Dinas PPPA Kota Pontianak, Polresta Pontianak dan para psikolog telah turun langsung menangani dan mendampingi korban yang masih dirawat di RS Mitra Medika serta melakukan pendampingan hingga ranah hukum.

“Korban akan terus mendapatkan penanganan dalam bentuk trauma healing dari psikolog. Sementara pihak rumah sakit berencana akan melakukan hypnotherapy bagi korban. Kemen PPPA berharap agar korban mendapatkan proses pemulihan terbaik,” ujar Pribudiarta N Sitepu dalam dalam rilis terkait penjangkauan dan penanganan kasus AY di Jakarta (10/04).

Saat ini, pihak Polresta Kota Pontianak sendiri telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus penganiaayaan dan dikenakan pasal 80 ayat (1) UU No. 35/2014 tentang perubahan UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman tiga tahun enam bulan penjara. Berdasarkan hasil visum kasus tersebut masuk kategori penganiayaan ringan. Para pelaku juga akan diberikan pendampingan dalam bentuk pemulihan pola pikir atas tindakan salah yang telah dilakukan.

Baca Juga  Anak Buah Kepala Daerah Tersangka Soal Cuci Uang di Kasino

“Kemen PPPA menghargai setiap proses hukum yang berlaku, namun mengingat para pelaku masih dalam kategori anak-anak. Kemen PPPA berharap semua pihak menangani proses ini dengan tidak gegabah. Semua pihak harus benar-benar memahami penyebab anak pelaku melakukan tindak penganiayaan,” terang Pribudiarta.

Pribudiarta menambahkan, hal tersebut dilakukan agar anak pelaku bisa mendapatkan penanganan yang tepat, tentunya yang mengacu pada Undang-Undang No.11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. “Prinsip mengedepankan kepentingan anak harus juga diutamakan,” imbuhnya lagi.

Baca Juga  Update Data Corona (25/8/2020) Korban Jumlah Pasien Positif 157.859 Orang dan Meninggal 6.858 Orang

KemenPPPA dalam hal ini menghimbau kepada masyarakat pengguna media sosial untuk lebih bijaksana dalam mencerna informasi dan berpikir mencari kebenaran sebelum menyebarkan informasi.

“Tidak dapat dipungkiri bahwa teknologi juga memunculkan efek negatif dalam bentuk kekerasan melalui media online. Pemerintah dalam hal ini Kemen PPPA telah mengingatkan pentingnya parenting digital dan peran pemangku kepentingan, terutama dari orang tua, sekolah, lingkungan dan komunitas kepada anak agak menggunakan media dengan bijak” jelas Pribudiarta didampingi Deputi Bidang Perlindungan Anak, Nahar.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) telah berupaya menekan kasus seperti ini melalui sosialisasi dan pelatihan kepada orangtua, anak dan aktivis masyarakat melalui Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM). Sosialisasi berupa literasi digital melalui pengetahuan tentang pengasuhan dan penggunaan internet yang aman serta sebagai bekal pertahanan diri ketika berselancar di media sosial. (*)

 

Share :

Baca Juga

Headline

Nows 2019, Wujud Nyata TNI AL Berdayakan Pertahanan Wilayah Laut

Headline

Lakespra dr. Saryanto berikan Vaksinasi Massal untuk Masyarakat DKI Jakarta

Ekonomi

Erick Thohir Copot Dua Direktur Asabri

Headline

Update Data Corona (21/9/2020) Korban Jumlah Pasien Positif 248.852 Orang dan Meninggal 9.677 Orang

Headline

Kekayaan Para Pejabat Baru KPK Mencapai Miliaran Rupiah

Megapolitan

BPK Investigasi Pembangunan JLNT Ciledug-Tendean

Headline

Perkuat Ketahanan Nasional, TNI AD dan Kemendagri Optimalkan Pusdik Wawasan Kebangsaan

Headline

Update Data Sebaran Covid-19 di Indonesia, Senin (22/6/2020)