Home » Headline » Penyelesaian Sengketa Maritim Israel-Lebanon Diapresiasi Amerika Serikat

Penyelesaian Sengketa Maritim Israel-Lebanon Diapresiasi Amerika Serikat

dito 12 Okt 2022 110

NasionalPos.com,Washington– Diperoleh informasi dilansir dari laman Al Arabiya  yang menyebutkan Amerika Serikat (AS) menyambut tercapainya kesepakatan penyelesaian sengketa maritim antara Israel dan Lebanon. Washington menilai, perjanjian yang disepakati kedua negara bersejarah.

“Hari ini, setelah berbulan-bulan mediasi AS, pemerintah Israel dan Lebanon sepakat untuk secara resmi mengakhiri sengketa batas laut mereka serta menetapkan batas laut permanen di antara mereka. Pentingnya (perjanjian) ini adalah bahwa kedua belah pihak mendapatkan apa yang benar-benar penting bagi mereka,” kata seorang pejabat senior pemerintahan AS, Selasa 11/10/2022 kemaren

Menurut dia, ada beberapa alasan mengapa tercapainya kesepakatan tersebut merupakan momen bersejarah. “Pertama, itu adalah demarkasi perbatasan pertama dengan kesepakatan bersama antara Israel dan Lebanon. Ini memberikan keamanan dan keselamatan bagi Israel. Ini juga memberikan peluang ekonomi dan harapan bagi Lebanon. Ini berarti perairan Lebanon dapat segera melihat rig (alat pengeboran) dan infrastruktur dengan baik,” ucapnya.

Sehari sebelum perjanjian disepakati, Presiden AS Joe Biden sempat melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Israel Yair Lapid dan Presiden Lebanon Michel Aoun. Pada kesempatan itu, pemimpin dari kedua negara menyatakan siap untuk menandatangani draf kesepakatan yang dimediasi AS. “Sekarang penting bagi semua pihak menjunjung tinggi komitmen mereka dan bekerja menuju implementasi,” kata Biden dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga :  KPK Wacanakan Napi Korupsi Di tempatkan Di Nusakambangan

Biden pun menyampaikan terima kasih kepada para pejabat AS yang sudah mengupayakan tercapainya kesepakatan antara Israel dan Lebanon. “Diplomasi AS yang gigih, dipasangkan dengan keterbukaan para pemimpin Israel dan Lebanon untuk bernegosiasi, berkonsultasi, dan akhirnya memilih apa yang menjadi kepentingan terbaik rakyat mereka, mengarah pada hal ini,” ucapnya.

Perdana Menteri Israel Yair Lapid turut memuji tercapainya kesepakatan penyelesaian sengketa maritim antara negaranya dan Lebanon. “Israel dan Lebanon telah mencapai kesepakatan bersejarah untuk menyelesaikan sengketa maritim,” kata kantor Yair Lapid dalam sebuah pernyataan, Selasa.

Menurut Lapid, kesepakatan bersejarah tersebut akan memperkuat keamanan Israel. Menyusul tercapainya kesepakatan itu, Lapid bakal mengadakan rapat kabinet keamanan. Setelah itu dia akan menggelar pertemuan khusus pemerintah untuk menyetujui kesepakatan terkait sebelum akhirnya diserahkan kepada parlemen (Knesset).

Baca Juga :  Dinas Dukcapil DKI Raih Penghargaan dari Kemenkumham

Israel dan Lebanon secara resmi masih terlibat perang. Kedua negara sudah berkonflik sejak Israel berdiri pada 1948. Konfrontasi secara terbuka di antara mereka terakhir kali terjadi pada 2006. Israel dan Lebanon sama-sama mengklaim Laut Mediterania seluas 860 kilometer persegi.

Pada 2020, Israel dan Lebanon melanjutkan negosiasi terkait sengketa perbatasan maritim. Pembicaraan sempat terhenti, tapi dihidupkan kembali pada Juni tahun itu. Diskusi awal berfokus pada area yang disengketakan seluas 860 kilometer persegi (332 mil persegi), sesuai dengan klaim Lebanon yang terdaftar di PBB pada tahun 2011. Beirut kemudian meminta daerah itu diperluas lagi seluas 1.430 kilometer persegi, yang mencakup bagian dari ladang gas Karish. Menurut Israel, Karish berada dalam zona ekonomi eksklusifnya yang diakui oleh PBB. (*red)

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Di perlukan Langkah cepat, tepat dan Kolaboratif Untuk Tanggulangi Jakarta Darurat Sampah

dito

06 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Jakarta kini berada dalam kondisi darurat sampah dengan produksi harian mencapai lebih dari 9.000 ton, di mana sekitar 7.500 ton di antaranya dibuang ke TPST Bantargebang. Kapasitas penampungan di Bantargebang telah berada di ambang batas kritis, demikian di sampaikan oleh Suryo Susilo Ketua LSM Biru Voice kepada wartawan, Sabtu, 6 Juni 2026 di …

Sawah, Kandang dan Laut: Ancaman Nyata bagi Oligarki

Dhio Justice Law

02 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Sekjen Garda Bumiputera) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia terlalu lama diajarkan bahwa kekuasaan hanya lahir dari partai politik, parlemen, dan istana. Padahal dalam sejarah bangsa mana pun, kekuasaan sejati selalu berdiri di atas penguasaan ekonomi. Dan hari ini, ekonomi Indonesia terlalu banyak dikuasai segelintir elite. Oligarki tidak selalu tampil dengan wajah menakutkan. Kadang …

Marwah Daud: Saatnya Gerakan Ekonomi Rakyat Rontokkan Oligarki

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Mantan asisten peneliti Unesco dan World Bank, Dr. Marwah Daud Ibrahim menyerukan Rakyat Indonesia untuk bangkit dan melawan oligarki melalui Gerakan Ekonomi Rakyat. Seruan itu dilontarkan Marwah Daud saat menjadi nara sumber Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI …

TB Massa: Indonesia Gagal Bangun Demokrasi

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Pengamat politik Universitas Nasional (Unas) Prof. (assoc) TB. Massa Djafar menganggap Indonesia telah gagal membangun kehidupan demokrasi. Pernyataan itu disampaikan TB Massa sebagai nara sumber dalam sesi dialog Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa …

Pancasila bukan untuk slogan, tapi untuk dijalankan

dito

01 Jun 2026

Nasionalpos.com, Jakarta- Proses lahirnya Pancasila tidak terjadi dalam ruang hampa, melainkan melalui adu gagasan yang intens dalam sidang PPKI. Namun, adu gagasan ini diselesaikan setelah dihilangkan kata kata kewajiban menjalankan syariat Islam bagi penganutnya. Suatu kompromi nasional saat itu, yang kemudian pada Sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945, Pancasila yang Sah sebagai ideologi negara adalah …

MS. Kaban: Indonesia Belum Menemukan Pemimpin Yang Tepat

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Mantan Menteri Kehutanan, Dr. MS. Kaban menilai Bangsa Indonesia belum menemukan pemimpin yang tepat. Indikasinya, segala bentuk kejahatan dan yang dibenci Allah SWT semakin tumbuh subur. Hal itu dilontarkan Kaban yang juga dikenal senior KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam) dalam Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi …

x
x