Home / Headline / Nasional / Top News

Minggu, 19 April 2020 - 17:12 WIB

PERSI Mengaku RS Bersaing Dapatkan Alkes di Tengah Covid-19

Nasionalpos.com, Jakarta – Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) mengaku kesulitan mendapatkan alat kesehatan dalam jumlah yang dibutuhkan pada darurat covid-19. Akibatnya rumah sakit bersaing mendapatkan alkes.

Alkes yang dimaksud adalah instrumen atau apapun berdasarkan Permenkes yang tidak mengandung obat yang bisa digunakan untuk mencegah, mendiagnosis, menyembuhkan, merawat, dan lain

“Kebutuhan melonjak sangat tinggi saat covid-19. Saya enggak tahu apakah karena itu (mafia alkes), sehingga susah mencarinya. Yang kami rasakan dalam dua bulan terahir ini tidak mudah mendapatkan jumlah yang kami minta untuk kebutuhan rumah sakit, yang paling repot contohnya masker N95,” tutur Sekretaris Jenderal Persi Lia Gardenia Partakusuma.sebagainya.

Baca Juga  Walkot Depok Intsruksikan Warganya Laporkan LGBT

Pernyataan Persi itu menanggapi tudingan Menteri BUMN Erick Thohir soal keberadaan mafia alkes di tengah pandemi virus corona.

Sebelumnya melalui Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menjelaskan, Menteri BUMN Erick Thohir menyentil soal industri alkes dalam negeri yang kekurangan bahan baku karena mafia besar baik global maupun lokal.

Lia mengungkapkan akibat kesulitan mendapatkan jumlah alkes yang dibutuhkan, membuat setiap rumah sakit saling bersaing mendapatkannya.

Karena itu, rumah sakit yang membayar lebih dahulu yang bisa mendapatkan alkes. Hal itu berdampak pada melonjaknya harga alkes yang tentu merepotkan Persi.

Baca Juga  Sosialisasi Penghapusan BMN Dismatau, Wujud Langkah Tertib Logistik

“Kami tahu bahwa ini dibutuhkan garda terdepan. Ini agak susah, artinya bukan hanya barangnya terbatas atau bersaing dengan rumah sakit, Kalau rumah sakit kan agak repot. Karena sekarang ini rumah sakit seolah-olah harus menyiapkan uang tunai,” ujar Lia.

“Satu hal lagi yang paling repot adalah soal harga. Harga ini kelihatannya bisa berlipat ganda tingginya. Apakah karena permintaannya tinggi sehingga barang sedikit. Jadi, siapa cepat dia dapat,” imbuhnya.

Dalam situsi itu, Persi tidak bisa berbuat banyak. Karena alasan bahan baku berada di luar negeri. Karena itu, Persi bersyukur bantuan dari pemerintah maupun donatur bisa sedikit membantu meskipun belum memenuhi kebutuhan. (*)

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Gerindra Nilai Jokowi Ingkar Janji Soal Swasembada Pangan

Headline

Meski Berurusan Hukum, Said Didu Akan Tetap kritis

Megapolitan

Aspam Kasal: Prajurit TNI AL Tetap Teguh Pada Komitmen Netralitas

Headline

KPK Tunggu Hasil Audit BPK Soal kasus Asabri

Headline

Eks Wamenkumham Nilai RUU Pemasyarakatan Bisa Jadi Obral Remisi Koruptor

Headline

Usai Divaksin, Bupati Sleman Terpapar Corona

Headline

Anies Akan Perpanjang PSBB di Ibukota Hingga 4 Juni 2020

Megapolitan

AHY Tampil Percaya Diri