Home / Headline / Politik / Top News

Rabu, 21 Juli 2021 - 20:22 WIB

PKS dan NasDem Minta Pemerintah Jangan Bohongi Rakyat Soal Data Covid-19

NasionalPos.com, Jakarta – DPR mempertanyakan penurunan jumlah testing terkait Covid-19 di Indonesia dalam tiga hari terakhir. Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Ahmad Sahroni menegaskan pemerintah tidak membohongi diri sendiri karena penurunan jumlah testing mengartikan bahwa bahwa pelacakan kasus Covid-19 tidak berjalan maksimal.

“Adanya penurunan jumlah testing Covid-19 ini juga menjadi pertanyaan bersama. Karena justru testing ini sangat krusial dalam melakukan tracing kasus. Kalau testingnya juga menurun, maka tracking kita juga tidak maksimal. Hasilnya penularan akan makin terjadi. Karenanya marilah, kita jangan bohongi diri sendiri,” tegas Sahroni, Rabu (21/7/2021).

Untuk itu, Bendahara Umum NasDem ini meminta pemerintah meningkatkan kapasitas testing demi membendung penyebaran Covid-19 varian Delta. Khususnya di daerah perlu meningkatkan kapasitas testing, tracing, dan treatment atau 3T.

Baca Juga  Sekjen PB GPMI, Carum Widodo Ultimatum Sukmawati

“Di kondisi seperti ini, di mana laju penularan sangat tinggi, maka testing perlu digencarkan. Selain bisa membendung penularan kasus baru, hasil test juga tentunya bisa menjadi sumber data yang digunakan untuk mengambil kebijakan ke depannya,” tandasnya.

Hal yang sama dilontarkan, anggota DPR RI dari Fraksi PKS Bukhori Yusuf agar publik tidak terkecoh dengan data kasus Covid-19 yang disajikan oleh pemerintah. Sebab, sangat janggal jika penurunan kasus Covid-19 terjadi di tengah penurunan jumlah testing.

“Kasus harian yang dilaporkan menurun, namun tren angka laju penularan kita cenderung meningkat. Artinya, laju penularan virus tetap tinggi dan berbahaya. Hal ini yang seharusnya ditegaskan secara jujur oleh pemerintah dan publik tidak boleh terkecoh oleh ketenangan palsu,” tandas Bukhori.

Baca Juga  Ini Kata Istana Soal Larangan Anies Dampingi Jokowi

Menurutnya, pesan optimisme kepada publik memang perlu dibangun. Namun, tidak boleh dilakukan dengan model komunikasi publik yang agresif dan arogan.

“Dengan bersikap rendah diri terhadap Sang Pencipta, maka yang perlu kita lakukan adalah berdamai dengan yang berkuasa atas virus tersebut, yakni Allah SWT. Pasalnya, kita tidak mungkin menang jika hanya berkutat pada prokes, PPKM ataupun vaksinasi semata,” pungkasnya. (*)

 

Share :

Baca Juga

Megapolitan

Dugaan Mark up Pengadaan di Dinas Lingkungan Hidup, JPM Laporkan ke Gubernur

Headline

NasDem Minta Larangan WNA Masuk Ditegakkan Tanpa Pandang Bulu

Headline

Buronan Honggo Divonis 16 Tahun Penjara Dalam Sidang In Absentia

Ekonomi

Penghapusan Izin Impor Bawang Putih Dinilai Tidak Efektif

Megapolitan

Srikandi Pemuda Pancasila gelar bakti sosial di Jakarta Pusat

Headline

Dua Wilayah di Kaltim Jadi Ibukota Baru

Ekonomi

BI Klaim Hingga Pertengahan Juni, Aliran dana Asning Mencapai USD 7,3 miliar

Headline

Update Data Corona (31/8/2020) Korban Jumlah Pasien Positif 174.796 Orang dan Meninggal 7.417 Orang