Home / Headline / Hukum / Top News

Senin, 1 November 2021 - 19:58 WIB

Polisi Belum Pegang Bukti Dugaan Anggota DPR Cabuli Anak

NasionalPos.com, Jakarta – Bareskrim Polri mengaku akan melakukan penyelidikan terkait laporan dugaan pencabulan anak oleh salah seorang anggota DPR RI berinisial MM.

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan aduan terkait kasus tersebut pada minggu lalu. Namun belum menerima bukti.

“Pengaduan sudah diterima. Bukan laporan,” jelasnya saat dikonfirmasi, Senin (2/11/2021).

Berdasarkan aduan tersebut, Andi mengatakan, pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mencari bukti-bukti terkait kasus dugaan pencabulan tersebut.

“Belum ada (bukti), baru pengaduan. Akan dilakukan penyelidikan untuk mencari bukti-bukti,” pungkasnya.

Baca Juga  Syahrini dan Politisi Senayan Dibidik KPK

Sebelumnya, pihak korban dugaan pencabulan oleh anggota DPR berinisial MM berencana melaporkan kasus pedofil tersebut kepada Bareskrim Polri pada Rabu, (27/10/2021).

“Dugaan tindak pidana perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur. Klien kami anak di bawah umur dengan ancaman dan tekanan,” kata Kuasa hukum korban, Gangan saat dihubungi, Rabu (27/10/2021).

Dari undangan yang diterima wartawan, laporan dugaan pencabulan terhadap korban itu akan dibantu turut didukung oleh ETOS Indonesia Institute, KPAI, hingga UPTP2TP2A.

Sementara itu, Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR, Habiburokhman menyatakan pihaknya belum menerima informasi apapun terkait kasus dugaan pencabulan yang dilakukan anggota DPR terhadap anak di bawah umum.

Baca Juga  Trump Dimakzulkan, Intel Rusia Bekerja

Ia menyatakan. MKD DPR tidak mau berasumsi dan berandai-andai terkait kasus tersebut. Akan tetapi, tetap mempersilakan Polri mengusut jika laporan sudah diajukan pihak korban.

“Kami juga belum dapat informasi apapun soal ini. Apakah benar orang yang dilaporkan itu anggota DPR serta seperti apa uraian kejadiannya,” kata dia.

“Kita harus menghormati asas equality before the law, siapapun warga negara yang melakukan pelanggaran hukum ya harus diusut,” lanjutnya. (CNNIndonesia.com)

Share :

Baca Juga

Megapolitan

Walkot Depok Intsruksikan Warganya Laporkan LGBT

Megapolitan

Prabowo Pastikan Akan Bertemu SBY

Nasional

Kasus Dugaan PHK Sepihak Karyawati PT Senayan Trikarya Sempana di bawa ke PHI DKI Jakarta

Nasional

Hari Narkoba Internasional (HANI) 2017

Headline

Pasca Konvensi Capres, NasDem Akan Bentuk Koalisi Parpol

Headline

Gubernur Sulsel Terjaring OTT KPK

Top News

Don’t Call Demi A “Bad Girl” — She’s Just Speaking Out

Headline

China dan Rusia Kompak ‘Serang’ KTT Demokrasi AS