Home / Headline / Hukum / Nasional / Top News

Senin, 6 April 2020 - 19:38 WIB

Polri Siapkan Langkah Antisipasi Penjarahan dan Kerusuhan Saat Pemberlakuan PSBB Corona

Nasionalpos.com, Jakarta – Polri telah menyiapkan antisipasi terburuk jika pembatasan sosial berskala besar (PSBB) diterapkan. Termasuk upaya menghadapi penjarahan atau kerusuhan di tengah masyarakat.

“Polisi mempersiapkan hal yang terburuk,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Mabes Polri, Brigadir Jenderal Argo Yuwono saat dihubungi, Senin (6/4/2020), dilansir dari CNN Indonesia.com.

Selain itu, kata Argo, pihak kepolisian juga melakukan patroli bersama TNI.

“Kami melakukan TFG (Tactical Floor Games),” kata Argo.

TFG merupakan sebuah pemaparan yang dilakukan untuk menyimulasikan pergerakan dari unsur-unsur, pelaku atau orang, melalui sebuah peta. Hal itu dilakukan untuk memberikan gambaran tentang pergerakan pasukan baik pada saat aman maupun situasi kontijensi.

Baca Juga  Forum Kerjasama Agribisnis Indonesia-Singapura Bisa Tingkatkan Ekspor

Argo menjelaskan bahwa simulasi itu telah dilakukan di seluruh wilayah Kepolisian Daerah (Polda) yang berada di Indonesia.

Kendati demikian, dia menjelaskan bahwa persiapan itu merupakan hal yang dilakukan guna mempersiapkan kemungkinan terburuk yang dapat terjadi selama masa pandemi ini. Argo pun tidak menerangkan secara rinci mengenai mekanisme pelaksanaan simulasi tersebut.

Dalam surat telegram nomor ST/1098/IV/HUK.7.1./2020 itu, Polri mewaspadai sejumlah pelanggaran jika PSBB berlaku. Salah satunya merupakan aksi penjarahan ataupun kerusuhan di suatu wilayah ketika menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Baca Juga  Emak-emak Demo Tolak Rekonsiliasi Jadi Trending Topic Twitter

“Kejahatan yang terjadi pada saat arus mudik/street crime, kerusuhan/penjarahan yaitu pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan sebagaimana dimaksud dalam pasal 170, 362, 363, 365, 406 KUHP,” bunyi surat edaran yang ditandatangai langsung oleh Kabareskrim Polri, Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo.

Dalam mengantisipasi itu semua, lanjut telegram tersebut, personel kepolisian wajib berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan perusahaan untuk memasang cctv di area rawan. Personel Polri juga harus mewaspadai tindakan kejahatan oleh orang yang berpura-pura menjadi petugas medis.

“Agar penyidik dinamis dan adaptif dalam antisipasi metamorfosis ancaman dan kejahatan yang semakin kompleks di Indonesia seperti medsos yang timbulkan dampak negatif terhadap kinerja Polri dengan konten hoaks dan hate speech yang menimbulkan keresahan di masyarakat,” mengutip bunyi surat telegram. (*)

Share :

Baca Juga

Headline

Firly Siapkan Dua Jubir KPK Pengganti Febri

Megapolitan

Sandiaga Uno: Dugaan Kasus Disidik Polda Peristiwa 17 Tahun Lalu

Headline

Koalisi Untuk Keadilan Hukum Muak Dengan Diskon Hukuman Koruptor

Headline

Update Data Corona (29/10/2020) Korban Jumlah Pasien Positif 404.048 Orang dan Meninggal 13.701 Orang

Top News

Bea Cukai Temukan 36 KTP Palsu Diimpor Dari Kamboja

Top News

Ketua DPD I Golkar DKI Diduga Terima Suap Bakamla

Headline

Gara-Gara Usul Lockdown, Menkes Brasil Dipecat

Headline

Eksperimen China Kotrol Langit dan Cuaca