Home / Headline / Politik / Top News

Selasa, 3 Agustus 2021 - 21:17 WIB

PPP dan Demokrat Sepakat Hakim Penyunat Vonis Koruptor Jadi Catatan Seleksi Hakim Agung

NasionalPos.com, Jakarta – Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Demokrat Hinca Panjaitan menyatakan calore rekam jejak hakim yang menyunat vonis bagi koruptor menjadi catatan dalam seleksi calon hakim agung Mahkamah Agung.

“Saya juga mendukung upaya Komisi Yudisial untuk mengkaji beberapa putusan hakim yang menyunat vonis hukuman bagi para koruptor. Itu bisa menjadi catatan ke depan agar tidak diperkenankan untuk masuk ke dalam bursa Calon Hakim Agung di masa mendatang,” kata Hinca, kepada wartawan, Senin (3/8/2021).

Pernyataan Hinca itu terkait pengurangan hukuman kepada dua terpidana kasus suap mantan jaksa Pinangki Sirna Malasari dan Djoko Soegiarto Tjandra.

Menurutnya, seluruh aparat penegak hukum semestinya memiliki pemahaman yang sama soal pemberatan sanksi dalam rangka pemberantasan korupsi.

Baca Juga  Negara Belum Dapat Pembayaran Sepeserpun Dari PT Freeport

“Aparat harus memiliki pemahaman yang sejalan bahwa tindak pidana korupsi adalah tindak pidana yang perlu mendapatkan ganjaran besar dalam hal penjatuhan pidana penjara, selain membangun paradigma mengembalikan kerugian negara tentunya,” tandasnya.

Senada dengan Hinca, Anggota Komisi III dari Fraksi PPP, Arsul Sani menandaskan pengurangan masa hukuman penjara bagi kedua terpidana itu hanya melihat satu sisi.

“Yakni sisi terdakwa. Padahal hakim Mahkamah Agung (MA) semestinya juga melihat sisi rasa keadilan masyarakat atau publik,” tegas Arsul.

Arsul mengatakan, tidak ada pertimbangan hukum yang komprehensif dalam memberikan pengurangan vonis tersebut.

Baca Juga  Bulog Akan Salurkan 450 Ribu Ton Beras Bansos Untuk 10 Juta KK

“Wajar dipertanyakan oleh berbagai kalangan, termasuk masyarakat sipil. Apalagi jika dalam putusan MA tersebut tidak diberikan pertimbangan hukum yang komprehensif mengapa pidana penjara itu dikurangi atau didiskon,” jelasnya.

Diketahui, beberapa waktu terakhir, pemotongan hukuman terdakwa kasus korupsi menjadi sorotan public. Diantaranya, pengusaha Djoko Soegiarto Tjandra dan mantan jaksa Pinangki Sirna Malasari yang mendapat pengurangan hukuman dari majelis hakim di tingkat Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

Pinangki yang semula divonis 10 tahun penjara, dikurangi menjadi empat tahun penjara. Sementara, Djoko mendapat hukuman pidana penjara 3,5 tahun, berkurang satu tahun dari vonis pengadilan tingkat pertama. (*)

 

Share :

Baca Juga

Megapolitan

Walikota Bekasi Temui Anies di Balaikota Bahas Soal Sampah

Ekonomi

Ini Lokasi Baru Rapid Test di Bandara Soetta

Megapolitan

Lurah Pegadungan, Kalideres Diringkus Saat Terima Uang Suap 2,5 Juta Rupiah

Headline

Novel Positif Covid-19, KPK Pastikan Penanganan Kasus Suap MA Aman

Headline

Tanpa Putusan MA dan MK, KPK Tetap Pecat 56 Pegawai Tak lolos TWK

Megapolitan

Aksi 313 Akan Dihadiri Ribuan Massa, Polisi Siap Siaga

Megapolitan

Masalah Pungli, Plt Soni: Pemecatan PNS Beda Dengan Pabrik Bata

Headline

India Tuduh China Kembali Memprovokasi di Perbatasan Himalaya