Home / Headline / Politik / Top News

Sabtu, 17 Juli 2021 - 18:56 WIB

PPP : Pemerintah Harus Perbaiki Komunikasi Ditengah Pandemi Covid-19

Asrul Sani

Asrul Sani

NasionalPos.com, Jakarta – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) meminta Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) untuk memperbaiki komunikasi publik di tengah penanganan lonjakan pandemi virus corona (Covid-19).

“(Saya) meminta agar di tengah pandemi Covid-19 yang masih tinggi ini, para pejabat tinggi pemerintahan memperbaiki gaya maupun konten komunikasi publiknya,” kata Wakil Ketua Umum PPP Arsul Sani dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (17/7/2021).

Dia mencontohkan buruknya komunikasi pemerintah, misalnya pernyataan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves), Luhut Panjaitan yang tak konsisten. Luhut sempat menyatakan kasus Covid-19 terkendali, namun kemudian menyebut Covid-19 varian Delta tak terkendali.

Baca Juga  Cegah Wabah Corona, Ancol Tutup Selama Dua Pekan

Begitupun pernyataan salah seorang pejabat pemerintahan yang mengaku tak menduga Covid-19 akan naik begitu cepat, namun belakangan pejabat pemerintahan lain menyampaikan bahwa pemerintah sudah menduga kasus Covid-19 akan naik.

Belum lagi, Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy, tentang darurat militer yang kemudian dikoreksi oleh Kantor Staf Kepresidenan (KSP).

Menurutnya, komunikasi publik jajaran pemerintahan harus diperbaiki agar wibawa pemerintah terjaga, khususnya terkait konsistensi dan ketepatan konten dalam mengatasi Covid-19.

“Jajaran pemerintahan juga jangan membuka ruang yang mengurangi apresiasi publik terhadap ikhtiar tersebut dengan konten dan gaya komunikasi publik yang tidak konsisten dan tidak pas,” ujarnya.

Baca Juga  PT Pos ke MK Gugat UU Pos

Dia menilai, komunikasi publik pemerintah sebenarnya sudah mengalami perbaikan beberapa waktu lalu. Namun, masalah komunikasi publik tersebut muncul kembali di tengah peningkatan kasus Covid-19 saat ini.

Arsul mengakui bahwa hal ini bisa saja muncul karena karakter asli pejabat tertentu yang sulit berubah.

“Tapi, kalau urusan komunikasi publik ini tidak mau berubah ya jangan berharap wibawa pemerintah akan tetap baik,” pungkasnya. (*)

 

Share :

Baca Juga

Headline

Update Data Sebaran Covid-19 di Indonesia, Jumat (29/5/2020)

Headline

Terbukti Bertemu Joko Tjandra, Jaksa Pinangki Dicopot Dari Jabtan Struktural

Headline

Sejumlah Pihak Ragukan Kesiapan Pelaksanaan Pemilu Serentak 2024

Headline

Update Data Corona (27/9/2020) Korban Jumlah Pasien Positif 275.213 Orang dan Meninggal 10.386 Orang

Headline

AS Larang Perusahaan Telkom China Beroperasi

Ekonomi

Produksi Melimpah, Wakil Bupati Bulukumba Gerak Cepat Optimalkan Serap Gabah Petani

Headline

Update Corona (3/6/2020) Jumlah Pasien Positif 28.233 Orang Dan Meninggal Menjadi 1.698 Orang

Headline

Update Corona (15/6/2020) Jumlah Pasien Positif 39.294 Orang dan Meninggal Menjadi 2.198 Orang