Home / Internasional

Senin, 24 Juli 2017 - 22:11 WIB

Presiden Duterte berjanji tak akan tunduk pada tekanan internasional Masalah Narkoba

Presiden Filipina Rodrigo Duterte berjanji akan melanjutkan kebijakan tegas untuk memberantas peredaran narkoba yang seringkali menggunakan kekerasan.

Dalam pidato kenegaraan pada Senin (24/07) itu, Presiden Duterte juga menegaskan tekanan internasional maupun kecaman pedas terhadap kebijakannya tidak akan pernah menyurutkan komitmennya untuk memberantas narkoba.

“Tak peduli berapa lama waktu yang diperlukan, perang melawan narkoba akan dilanjutkan karena itulah yang menjadi pangkal persoalan dari begitu banyak keburukan dan penderitaan,” kata presiden Filipina.

“Pemberantasan akan dilakukan secara terus menerus walaupun ada tekanan internasional dan tekanan di dalam negeri, pemberantasan tidak akan berhenti sampai mereka yang terlibat paham bahwa mereka harus menghentikan aksi mereka. Mereka harus menghentikannya karena pilihannya hanya ada penjara atau neraka.”

Baca Juga  Indonesia Raya Diparodikan, KBRI Lapor ke Polisi Malaysia

Hampir 9.000 pengguna dan pengedar narkoba meninggal dunia di tangan polisi dan pihak-pihak yang diberi mandat negara untuk membunuh mereka tanpa proses peradilan sejak Rodrigo Duterte menjadi presiden pada 30 Juni 2016 lalu.

“Saya meminta Kongres untuk mengesahkan rancangan undang-undang guna memberlakukan kembali hukuman mati untuk kejahatan-kejahatan mengerikan, terutama penyelundupan narkoba ilegal,” kata Duterte sebagaimana dikutip kantor berita AFP.

Baca Juga  Di China, Warga Punya Anak Diberi Ratusan Juta

Majelis Rendah tahun ini sudah mengesahkan rancangan undang-undang tersebut, tetapi Senat belum memberikan persetujuan.

Kalangan yang menentang Duterte menuding presiden mendorong polisi, warga dan tentara bayaran menembak langsung para tersangka pengedar narkoba dan pengguna.

Di sisi lain presiden mendapatkan dukungan besar dari warga Filipina.

Duterte bersikukuh atas kebijakannya dengan dalih negara dilanda penyalahgunaan dan perdagangan narkoba dan bahwa polisi hanya berwenang untuk menembak jika dalam keadaan terancam oleh tersangka.[]

 

sumber :BBC Indonesia

 

Share :

Baca Juga

Headline

Kapasitas Pengujian Dan OTG Jadi Masalah Baru di Wuhan

Headline

ASEAN Harus Menggelar Untuk Galang Dukungan Anggota tak Terlibat Sengketa LCS

Headline

Australia Berang Gara-gara China Sebar Foto ‘Palsu”

Headline

Biden Mengaku Lelah Bahas Trump

Internasional

CIA Sebut Sukarno dalam Dokumen Pembunuhan John F Kennedy

Headline

PM Muhyiddin Mundur, Ini Skenario Malaysia Selanjutnya

Headline

Biden Akan Langsung Cabut Larangan Masuk Bagi Negara Muslim Ke AS

Headline

AS Longgarkan Perjalanan ke India, Tapi ke Indonesia Belum