Home / Ekonomi / Headline / Nasional / Top News

Rabu, 15 April 2020 - 23:49 WIB

Ratusan Kuli Bongkar Muat Pelabuhan Tana Paser, Kaltim Terancam Kehilangan Pekerjaan

Nasionalpos.com, Jakarta– Ratusan kuli bongkar muat yang tergabung dalam Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (KTKBM) Sumber Karya Pelabuhan Tana Paser di Kabupaten Tana Paser, Kalimantan Timur terancam kehilangan pekerjaan.

Pasalnya, sejak Januari 2020 lalu, para kuli bongkar muat tidak bisa lagi menjalankan tugasnya membongkar muatan kapal yang bersandar di Pelabuhan Tana Paser.

“Memang sudah banyak anggota kami yang mengeluh, karena tidak ada pekerjaan. Kami memahami kondisinya, karena anggota kami itu tulang punggung keluarga. Mereka harus memberi nafkah untuk makan dan biaya sekolah anak-anaknya. Sampai sekarang, belum ada kejelasan dan ini menyangkut nasib ratusan anggota kami dan keluarganya,” kata H. Muhammad Nasir, Ketua Koperasi TKBM Sumber Karya saat dihubungi, Rabu (15/4/2020).

Informasi yang diperoleh, awalnya pada tanggal 13 Desember 2019 diwilayah Pelsus PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) XIII telah sandar kapal tongkang Fortuna Andre 001 yang akan memuat minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) sebanyak l.993,66 Ton.

Untuk itu, pada tangga1 15 Desember 2019 diadakan pertemuan di kantor Pelsus PTPN XIII. Pertemuan tersebut dihadiri oleh pihak PTPN XIII, PT. PBM Karya Khatulistiwa Lestari, KTKBM Sumber Karya, DPC Federasi Serikat Pekerja Transportasi Indonesia – Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSPTI-KSPSI) Kab. Paser dan PT. Nabati Mas Asri.

Baca Juga  Kementerian PUPR Tetap Lakukan Kegiatan Strategis Pembangunan Infrastruktur

Hasilnya, dicapai kesepakatan bahwa KTKBM yang mengerjakan pemuatan CPO melalui truk tangki ke pipanisasi dan ke kapal atau truck losing.

Namun, pada tanggal 20 Januari 2020, di wilayah Pelsus PTPN XII Kembali sandar kapal tongkang TB Tolandak-V yang akan memuat CPO sekitar 2.000 ton. Kali ini, pihak PTPN tidak mematuhi kesepakatan sebelumnya bahwa KTKBM yang mengerjakan pemuatan CPO sampai ke kapal.

Lantaran itu, Kembali di gelar pertemuan yang dihadiri pihak PTPN XIII, PT. PBM Karya Khatulistiwa Lestari, KTKBM Sumber Karya, DPC FSPTI-KSPSI Kab. Paser dan PT. Nabati Mas Asri. Saat itu, pertemuan juga dihadiri Kepala Desa Janju, Babinsa dan Babinkamtibmas.

Hasilnya, tidak tercapai kesepakatan. Karena, pihak PTPN XIII merasa tidak membutuhkan tenaga KTKBM dan memilih untuk menggunakan karyawan sendiri. Dasar sikap PTPN XIII adalah Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor PM 20 Tahun 2017 tentang Terminal khusus dan Terminal untuk kepentingan sendiri (Pasal 18).

Sementara, KTKBM juga memiliki dasar hukum untuk tetap mengerjakan pemuatan CPO ke kapal. Yakni, Surat Keputusan Bersama Dirjen Perhubungan Laut, Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Deputi Bidang Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Pasal 8 ayat 1 dan 2 ; Pasal 9 ayat 3).

Baca Juga  Prabowo Akhirnya Bicara Soal Drone Diduga Milik China di Perairan Indonesia

Karena itu, disepakati untuk menggelar pertemuan selanjutnya yang akan dimediasi oleh Kepala Desa Janju di Kantor Desa Janju.

Pada 1 Februari 2020, pertemuan digelar di Kantor Desa Janju. Pertemuan dihadiri pihak PTPN XIII, PT. PBM Karya Khatulistiwa Lestari, KTKBM Sumber Karya, DPC FSPTI-KSPSI Kab. Paser dan PT. Nabati Mas Asri, Kepala Desa Janju, Babinsa dan Babinkamtibmas.

Dalam pertemuan itu tidak dicapai kesepakatan, sehingga semua peserta rapat setuju untuk kembali menggelar pertemuan. Mereka sepakat pertemuan akan dimediasi oleh KUPP Pelabuhan Tana Paser. Namun, hingga saat ini kesepakatan itu tak kunjung terwujud. Tidak ada pertemuan yang disepakati.

Ironisnya, pada tanggal 1 Februari 2020 itu Kembali sandar kapal tongkang BG Alfa Kencana yang akan memuat CPO sebanyak lebih 2.000 ton. Lantaran itu, KTKBM Kembali menemui Pelsus PTPN XIII dan berkoordinasi dengan KUPP Pelabuhan Tana Paser.

Saat itu, KTKBM dijanjikan pertemuan pada esok harinya. Namun, undangan yang disampaikan hanya secara lisan.

Meski begitu, keesokan harinya tepatnya tanggal 2 Februari 2020, KTKBM tetap datang memenuhi undangan tersebut. Tapi, pihak PTPN XIII urung datang dengan alasan tidak ada undangan resmi.

Karena itu, pada tanggal 3 Februari 2020, pihak KTKBM  menyurati KUPP Pelabuhan Tana Paser agar menggelar pertemuan dengan mengundang resmi semua pihak yang selama ini hadir dalam setiap rapat.

Anehnya, KUPP Pelabuhan Tana Paser menolak menjadi mediasi, karena sudah ada Mou dengan Kejaksaan. Karena itu, semua pihak diminta menunggu undangan dari pihak Kejaksaan. (*)

Share :

Baca Juga

Headline

Ketua DPR Sobek Naskah Saat Trump Pidato

Headline

Calon Millenial Menguat, ketum PBB YIM Diminta Mundur Sebelum Muktamar

Politik

SBY Gabung Prabowo Pasca Ditolak Jokowi

Nasional

Ketum P4 Imbau Masyarakat Tidak Terprovokasi Teror Terhadap Para Tokoh

Headline

PDIP Anggap Ridwan Kamil Gagal Tangani Pandemi Covid-19

Headline

Update Data Sebaran Covid-19 di Indonesia, Rabu (2/9/2020)

Headline

BSSN Bantah Pernyataan Menkominfo

Headline

Percakapan Bocor, PM Ukraina Mundur