Home / Headline / Internasional / Top News

Kamis, 24 Juni 2021 - 22:18 WIB

Ratusan Massa Prodem Thailand Unjuk Rasa Ditengah Pandemi Covid-19

Jakarta,NasionalPos.com – Ratusan massa prodemokrasi berkumpul untuk melakukan unjuk rasa pada hari peringatan ke-89 Revolusi Siam di Bangkok, Thailand, Kamis (24/6).

Aksi mereka hari ini menyerukan tuntutan agar pemerintahan Thailand saat ini yang dipimpin mantan jenderal militer Prayut Chan-O-Cha mundur.

Para massa itu tak gentar, meskipun sebelumnya polisi melarang kegiatan unjuk rasa dengan dalih pandemi Covid-19.

Ratusan masa terlihat berkumpul di depan Monumen Demokrasi lalu berjalan bersama menuju gedung parlemen memprotes kekuasaan Prayut yang telah menjadi perdana menteri sejak kudeta 2014 silam.

Som, salah seorang siswa berusia 16 yang ikut dalam unjuk rasa itu mengatakan dirinya memberanikan diri untuk ikut berjuang di tengah pandemi Covid demi kemajuan bangsa Thailand dalam berdemokrasi.

Baca Juga  Jokowi Minta Harga Tes PCR Rp450 Ribu

“Kami tak pernah memiliki demokrasi yang nyata. Negara ini tidak pernah maju kemana-mana,” ujar Som seperti dikutip dari AFP.

Pemimpin demonstran siswa, Parit ‘penguin’ Chiwarak yang baru bebas dari penjara bulan lalu karena hukuman menghina kerajaan terilhat hadir pula di tengah massa pengunjuk rasa. Parit yang bebas dari dalam tahanan setelah membayar jaminan itu terlihat membawa sebuah bendera, memukul drum menggunakan mahkota raja imitasi.

“Tuntutan kami tak akan kurang… konstitusi mesti datang dari rakyat,” ujar orator Jatupat ‘Pai’ Boonpattararaksa dalam orasinya dengan pengeras suara portabel.

Beberapa demonstran terlihat membawa poster bertuliskan, “Hapuskan 112”, yang merujuk pada undang-undang pencemaran nama baik kerajaan. Siapapun yang didakwa melanggar hukum itu akan terancam 15 tahun bui jika terbukti di penjara.

Baca Juga  Polisi Sebut Pengirim ‘Nasi Anjing’ Adalah Komunitas Ibadah Kristiani

Bukan hanya di Bangkok, unjuk rasa pun digelar di beberapa kota seperti Chiang Mai dan Nakhon Si Thammarat.

Gerakan prodemokrasi Thailand bergelombang terjadi tahun lalu, meskipun di tengah pandemi Covid hingga saat ini. Tuntutan paling keras dari para demonstran adalah mereformasi sistem monarki kerajaan dalam ketatanegaraan negara tersebut.

Tapi, bukannya tanpa perlawanan dari kekuasaan, sekitar 150 orang telah didakwa sejak gerakan itu dimulai, dengan para pemimpin kunci dipukul dengan berbagai tuduhan di bawah undang-undang pencemaran nama baik kerajaan Thailand. Banyak dari mereka dibebaskan dengan jaminan dengan syarat termasuk tidak memprotes. (CNN Indonesia)

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Ada Luhut Dalam Bisnis PCR?

Headline

Trump Agen Rusia Selama Puluhan Tahun?

Headline

Update Corona (24/4/2020) Jumlah Pasien Positif 8.211 Orang Dan Meninggal Menjadi 689 Orang

Headline

Sekda Jabar Nonaktif Ditahan KPK Terkait Kasus Meikarta

Headline

FKPPI, PP, & SOKSI Deklarasi Dukung Bamsoet Menjadi Ketua Umum Golkar

Headline

Update Corona (4/6/2020) Jumlah Pasien Positif 28.818 Orang Dan Meninggal Menjadi 1.721 Orang

Ekonomi

YLKI Desak PLN Buka Pengaduan Soal Lonjakan Tagihan Listrik Konsumen

Headline

Menkes Minta Puskesmas Lapor Jika Butuh Sarana Penyimpanan Vaksin Covid-19