Home / Top News

Rabu, 22 Maret 2017 - 14:56 WIB

Rekan Bisnis Sandiaga, Andreas Lapor Balik Edward Soeryadjaja Cs

JAKARTA, nasionalpos – Andreas Tjahjadi yang turut dilaporkan bersama Sandiaga Uno terkait dugaan penggelapan, kini balik melaporkan Edward Soeryadjaja, Djoni Hidayat dan Fransiska Kumalawati ke pihak berwajib.

Pasalnya, Andreas menduga Edward Cs telah melakukan tindak pidana pencemaran nama baik melalui media elektronik sebagaimana diatur dalam Pasal 27 ayat (3) Jo. Pasal 45 ayat (1) UU No. 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Laporan tersebut teregister di Polda Metro Jaya dengan nomor LP/1388/III/2017/PMJ/Dit. Reskrimum.

Atas dasar itu, Edward Cs dilaporkan Andreas ke Polda Metro Jaya pada Rabu (22/3/2017).

Kuasa hukum Andreas, Parulian V Marbun menyatakan bahwa para Terlapor diduga telah mencemarkan nama baik kliennya terkait pernyataan yang disampaikan melalui media elektronik pada tanggal 13 Maret 2017. Dalam pernyataannya, terlapor Fransiska selaku kuasa dari Djoni telah menuduh Andreas bersama-sama dengan Sandiaga Uno telah melakukan tindak pidana penggelapan penjualan sebidang tanah kurang lebih seluas satu hektar di Jalan Raya Curug, Tangerang.

Baca Juga  Update Corona (10/6/2020) Jumlah Pasien Positif 34.316 Orang Dan Meninggal Menjadi 1.959 Orang

Pernyataan-pernyataan Fransiska tersebut tersebar dan termuat pada media massa elektronik diantaranya kompas.com, cnnindonesia.com, wartaekonomi.co.id dan lainnya.

Dalam keterangan persnya, Parulian mengungkapkan bahwa pernyataan-pernyataan yang disampaikan Djoni melalui Fransiska pada 13 Maret 2017 adalah tidak benar dan mengada-ada.

“Faktanya, tidak ada satupun asset atau hasil penjualan asset milik Djoni Hidayat yang telah digelapkan oleh Andreas dan/atau Sandiaga Uno,” jelas Parulian.

Penjualan tanah yang terletak di Jalan Raya Curug, Tangerang pada tahun 2012 adalah penjualan asset-aset milik PT Japirex dalam rangka pelaksanaan proses likuidasi perusahaan.

Pada tahun 2009, Andreas dan Sandiaga Uno selaku pemegang saham PT Japirex sepakat untuk membubarkan perusahaan yang kemudian dilakukan proses likuidasi. Dalam proses likuidasi tersebut pun, Andreas dan Djoni Hidayat secara bersama-sama termasuk dalam tim likuidator PT Japirex. Selain itu, hingga saat ini pun proses likuidasi PT Japirex masih berlangung.

Baca Juga  Jawara Pendukung Anies-Sandi Siap Jaga Warga dan Ulama

Andreas menambahkan, laporannya pun dilatarbelakangi oleh keberadaan dan kapasitas Fransiska yang mangaku sebagai kuasa hukum Djoni Hidayat. Dimana yang bersangkutan diduga keras tidak memiliki lisensi Advokat. Seperti diketahui, Fransiska merupakan mantan istri Edward.

Kemudian, tersangkutnya Edward dalam laporan Andreas dikarenakan Edward termasuk salah satu orang yang tercantum namanya dan/atau turut menyebarkan pernyataan-pernyataan bahwa Andreas dan Sandiaga Uno telah menggelapkan asset dan atau hasil penjualan asset milik Djoni Hidayat. Sementara di sisi lain, Edward sudah tidak memiliki hubungan apapun dengan PT Japirex sejak tahun 1992 karena ia telah menjual seluruh sahamnya (40%) kepada Andreas. (dit)

Share :

Baca Juga

Headline

Pangdam Jaya Ralat Soal Pembubaran FPI

Headline

JPM Segera Lapor Polisi Terkait Proyek Pompa Bulak Cabe dan Bukit Gading Raya

Headline

Terungkap, Harun Masiku Pernah Bawa Foto Megawati Saat Temui Ketua KPU RI

Megapolitan

Rawan Narkotika, FKDM Ajak BNN Tes Urine Peserta DWP

Nasional

Anies – Sandi Resmi Pimpin Ibukota Jakarta

Ekonomi

Kementerian PUPR Tetap Lakukan Kegiatan Strategis Pembangunan Infrastruktur

Ekonomi

OJK Mencatat Penyaluran Kredit Perbankan Minus 1,28 Persen

Megapolitan

Ada apa di balik Pemberian IMB terhadap Bangunan di pulau Reklamasi oleh Anies Baswedan