Home / Headline / Politik / Top News

Selasa, 27 Juli 2021 - 16:05 WIB

Ridwan Kamil Nilai Makan 20 Menit di Warung Kurang Manusiawi

Ridwan Kamil

Ridwan Kamil

NasionalPos.com, Jakarta – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bercerita bahwa dirinya sudah mempraktekkan sendiri salah satu aturan baru Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Level 4, yang mengatur kegiatan makan dan minum warung makan/warteg atau pedagang kaki lima dengan durasi makan maksimal 20 menit.

“Sekarang kan lagi viral itu makan 20 menit. Tadi saya makan di PKL, saya tes 20 menit, memang buru-buru. Kurang manusiawi memang,” ujar pria yang akrab disapa Emil itu sambil tertawa, dalam wawancara virtual dengan Tempo pada Selasa, 27 Juli 2021.

Berdasarkan Instruksi Mendagri Nomor 24 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4 dan Level 3 di Wilayah Jawa-Bali, pemerintah mengatur kegiatan makan dan minum Warung makan/warteg, pedagang kaki lima, lapak jajanan sampai dengan pukul 20.00 dengan maksimal pengunjung makan di tempat 3 orang dan durasi waktu makan maksimal 20 menit. Teknis pelaksanaan aturan ini diserahkan kepada pemerintah daerah.

Baca Juga  Pemerintah Honduras Berencana Pindahkan Kedubes ke Yerusalem Akhir 2020

Emil menyebut kebijakan itu memang tidak bisa secara rigid diterapkan. “Saya mau jujur ya, tidak semua elemen detail itu bisa kita awasi, kan enggak mungkin tiap makan di PKL, ada Satpol PP yang jaga bawa stopwatch gitu kan,” ujarnya.

Namun, ujar Emil, kebijakan ini harus diterjemahkan bahwa pemerintah memberi sedikit kelonggaran dengan harapan masyarakat dan pelaku usaha punya kesadaran sendiri mematuhi batasan-batasan yang diberlakukan.

Baca Juga  Jokowi Perintahkan Penyaluran BLT Disederhanakan

“Jadi, maksud pemerintah itu, boleh lho makan, tapi jangan lama-lama, makanya dihitung pakai menit. Memang saya tes sendiri tadi pakai jam, makan Indomie telor di Lembang, 20 menit pas banget emang, enggak ada ngobrol ha-ha-ha,” tuturnya.

Dengan kebijakan ini, ujar Emil, PKL senang karena pelanggan datang lagi, walaupun dibatasi. Sehingga sektor usaha mikro kembali berjalan. “Itu esensi dari terjemahan tadi. Jadi memang Covid-19 ini kan mengandalkan kesadaran komunal, kesadaran masyarakat,” ujar Ridwan Kamil. (TEMPO)

Share :

Baca Juga

Ekonomi

“Shutdwon” Pemerintahan AS Tidak Berpengaruh Pada Pasar Modal Domestik

Top News

Inul Dinilai Telah Mnghhina Ulama

Headline

Ini Syarat Calon Penumpang di Bandara Soetta Selama Masa Pandemi Covid-19

Nasional

Polres T.Balai Musnahkan 2.318 Gram Sabu & 4000 Butir Pil Ekstasi

Nasional

Aktivis Soroti Kebijakan Menhub Soal Pengangkatan Djoko Sasono

Internasional

Delapan Hal Yang Perlu Diketahui Muslim Dunia Tentang Al-Aqsha

Ekonomi

Pemerintah Cairkan Anggaran Bansos Program Keluarga Harapan Sebesar Rp16,4 Triliun

Headline

Ini Penjelasan KSAD Soal Penyebaran Covid-19 di Secapa AD