Home / Ekonomi / Headline / Nasional / Top News

Senin, 9 Desember 2019 - 20:00 WIB

Rudiantara Ditunjuk Sebagai Dirut PLN

Nasionalpos.com, Jakarta – Presiden Jokowi telah menunjuk Rudiantara menjadi Direktur Utama  PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero. Rudiantara akan mengisi posisi direktur utama yang ditinggalkan oleh Sofyan Basir.

“Yap Pak Erick juga sudah sampaikan. Pak Rudi yang terbaik,” kata Staf khusus Kementerian BUMN, Arya Sinulingga di Jakarta, Senin (9/12/19).

Diketahui, posisi direktur utama PLN saat ini memang kosong. Tugas utama direktur utama perusahaan setrum negara tersebut saat ini dipegang oleh pelaksana tugas.

Kekosongan terjadi setelah Sofyan Basir ditetapkan menjadi tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus korupsi pembangunan PLTU Riau -1.

Baca Juga  Sebanyak 2.717 Kendaraan Harus Putar Balik di Hari Pertama Idul Fitri

Sebelum dipastikan menjadi direktur utama PLN, Rudiantara merupakan Menteri Komunikasi dan Informatika. Posisi menteri dipegangnya pada masa Kabinet Kerja.

Rudiantara juga pernah menjabat sebagai wakil direktur utama PLN.

Menanggapinya, Anggota Komisi VII DPR RI, Sartono Hutomo mengaku tak mempermasalahkan jika memang mantan Menkominfo itu sudah ditunjuk menjadi bos PLN.

“Tentu itu adalah kewenangan dari RUPS, kepada Beliau tentu kita berharap ada semangat baru dan harapan baru,” kata politikus Partai Demokrat ini.

Namun demikian, Sartono punya tiga catatan besar yang tentu harus dijawab lewat kinerja oleh Rudiantara.

Baca Juga  KAMMI Siap Fasilitasi Debat RR dan SMI Soal Utang Negara

Pertama, adanya ketidakseimbangan antara penyediaan listrik dengan kebutuhan listrik.

“Dirut PLN baru harus punya langkah yang lebih Jitu dalam mewujudkan hal tersebut,” jelasnya.

Kedua, masalah yang dihadapi PLN adalah soal pendapatan PLN yang selalu minus sehingga selalu disubsidi pemerintah.

“Yang paling harus segera disiapkan adalah bagaimana ketahanan keuangan PLN, lebih lagi persiapan menyambut serapan dri 35.000 MW, sebagaimana target Pembangunan Pembangkit listrik oleh Pemerintah,” terangnya.

Terakhir, yakni perlu ada keseriusan dibarengi dengan keberpihakan kepada energi terbarukan, disektor pembangkit. Agar kebutuhan listrik nasional lebih merata.

“Yakinin saja semakin murah harga tarif listrik maka akan semakin mendorong laju investasi dan pertumbuhan ekonomi lebih baik lagi,” tegas Sartono. (*)

Share :

Baca Juga

Headline

Bentjok dan Heru Hidayat Jadi Tersangka TPPU Asabri

Headline

Sebut Wanita Hamil Akibat Berenang, Sitti Hikmawati Dicopot Dari Komisioner KPAI

Headline

Update Data Corona (17/7/2020) Korban Jumlah Pasien Positif 83.130 Orang dan Meninggal 3.957 Orang

Headline

Pelantikan Pengurus KB PII Jakarta dari Jakarta kita bangun Peradaban Islam

Headline

BKN Ingatkan ASN Bisa Kena PHK, Ini Ketentuannya

Headline

Upaya Adu Domba Jadikan Attaturk Nama Jalan di Jakarta

Headline

Lukas Enembe Diperintahkan Tidak Tingggalkan Papua

Headline

Update Data Sebaran Covid-19 di Indonesia, Jumat (7/8/2020)