Home / Nasional / Top News

Senin, 1 April 2019 - 19:02 WIB

Rumah Politikus Golkar Digeledah KPK

Bowo Sidik Pangarso

Bowo Sidik Pangarso

Nasionalpos.com, Jakarta – Rumah anggota Komisi VI DPR RI Bowo Sidik Pangarso di Pasar Minggu Jakarta Selatan digeledah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus suap distribusi pupuk.

“Iya kemarin tepatnya hari Sabtu, 30 Maret 2019 dilakukan penggeledahan di empat lokasi,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Senin (1/4/2019).

Adapun empat lokasi itu, yakni rumah anggota Komisi VI DPR RI Bowo Sidik Pangarso di Pasar Minggu Jakarta Selatan, kantor PT Pupuk Indonesia di gedung Pusri Jakarta, kantor PT HTK di gedung Granadi Jakarta Selatan, dan ruang 1321 di Kompleks DPR RI Jakarta.

Dalam proses penggeledahan tersebut, disita sejumlah dokumen-dokumen terkait dengan kerja sama pengapalan produk Pupuk Indonesia.

Sebelumnya, penyidik KPK telah menetapkan Bowo Sidik Pangarso bersama dua orang lainnya sebagai tersangka dugaan suap terkait dengan kerja sama pengangkutan pelayaran.

Baca Juga  19 April libur,Pilkada DKI Putaran II

Politikus Golkar Bowo Sidik Pangarso (BSP) dan Indung (IND) dari unsur swasta diduga penerima suap,

Sedangkan pemberi, yaitu Marketing Manager PT HTK Asty Winasti (ASW).

Perkara itu berawal dari perjanjian kerja sama penyewaan kapal PT HTK dihentikan. Lalu, diupayaakan agar kapal-kapal PT HTK dapat digunakan kembali untuk kepentingan distribusi pupuk PT Pupuk Indonesia. Untuk itu, pihak PT HTK meminta bantuan kepada Bowo Sidik Pangarso.

Pada 26 Februari 2019 dlbuat nota kesapahaman (MoU) antara PT PILOG (Pupuk lndonesia Logistik) dengan PT HTK.

Salah satu materi MoU tersebut adalah pengangkutan kapal milik PT HTK yang digunakan oleh PT Pupuk Indonesia.

Atas jasanya, Bowo diduga meminta “fee” kepada PT HTK atas biaya angkut yang diterima sejumlah 2 dolar AS per metric ton.

Baca Juga  Korban Meninggal Akibat Kebakaran di Karhutla AS Bertambah Jadi 28 Orang

Diduga sebelumnya telah terjadi enam kali penerimaan di berbagai tempat seperti rumah sakit, hotel, dan kantor PT HTK sejumlah Rp221 juta dan 85.130 dolar AS.

Uang yang diterima tersebut diduga telah diubah menjadi pecahan Rp50 ribu dan Rp20 ribu sebagaimana ditemukan tim KPK dalam amplop-amplop di sebuah kantor di Jakarta.

Selanjutnya, KPK pun mengamankan 84 kardus yang berisikan sekitar 400 ribu amplop berisi uang itu diduga dipersiapkan oleh Bowo Sidik Pangarso untuk “serangan fajar” pada Pemilu 2019.

Uang tersebut diduga terkait pencalonan kembali Bowo sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Golkar di Daerah Pemilihan Jawa Tengah II. (rid)

 

 

Share :

Baca Juga

Headline

Ini Modus Baru Oknum Polisi Main Proyek

Headline

Update Data Corona (21/9/2020) Korban Jumlah Pasien Positif 248.852 Orang dan Meninggal 9.677 Orang

Headline

DPR Dianggap Cepat Merespon RUU Omnibus Law Yang Ditolak Masyarakat

Ekonomi

Tax Amnesty Baru Capai 14 Persen Dari Target

Headline

China Selidiki Kematian Dokter Pembocor Virus Corona

Nasional

Ketua DPR Dorong Penggunaan Kendaraan Listrik

Headline

Mohon Keselamatan Awak Kapal Selam KRI Nanggala-402, Personel Dan Pasis Seskoal Gelar Doa Bersama

Headline

Majelis Hakim Ingatkan Azis Tidak Loby Hakim