Home / Headline / Internasional / Top News

Senin, 16 Agustus 2021 - 19:14 WIB

Rusia Pertimbangkan Akui Pemerintahan Taliban di Afghanistan

Taliban duduki Istana Kepresidenan Afghanistan

Taliban duduki Istana Kepresidenan Afghanistan

NasionalPos.com, Jakarta – Rusia menyatakan bahwa negaranya masih menimbang untuk mengakui pemerintahan Taliban di Afghanistan atau tidak setelah kelompok itu menduduki istana kepresidenan pada Minggu (15/8/2021).

Untuk memantapkan keputusan, Duta Besar Rusia untuk Afghanistan, Dmitry Zhirnov, dijadwalkan bertemu dengan perwakilan Taliban di Kabul pada Selasa (17/8/2021).

“Duta besar kami berhubungan dengan pemimpin Taliban. Besok dia akan bertemu dengan koordinator keamanan Taliban,” ujar seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Rusia, Zamir Kabulov, seperti dikutip AFP, Senin (16/8/2021).

Kabulov kemudian mengatakan bahwa Rusia akan mempertimbangkan mengenai pengakuan Taliban berdasarkan perbincangan dengan perwakilan kelompok tersebut.

Baca Juga  Anak Buahnya Terjerat KPK, Jaksa Agung Kaji Pembubaran TP4

“Kami akan melihat secara seksama bagaimana mereka akan memerintah negara ini di masa depan. Berdasarkan hasil [obrolan itu], kepemimpinan Rusia akan mengambil kesimpulan yang dibutuhkan,”

Sementara itu, Zhirnov sendiri mulai memantau situasi di Kabul setelah Taliban mengambil alih kekuasaan. Menurutnya, Taliban tetap menjaga ketertiban, terutama di sekitar kedutaan besar Rusia.

“Taliban menjaga kedutaan besar kami. Mereka menegaskan kembali bahwa tak sehelai rambut pun akan jatuh dari kepala diplomat Rusia,” tutur Zhirnov.

Meski demikian, Zhirnov tetap menanti Taliban menantikan janji Taliban untuk membuat “Afghanistan lebih beradab, tak ada terorisme, tak ada peredaran narkoba, dan Afghanistan menjalin hubungan baik dengan seluruh negara di dunia.”

Baca Juga  Neta Nilai Bursa Kapolri Dibalik Pencopotan Kapolda Metro Jaya

Zhirnov mengaku sudah mulai melihat gelagat baik Taliban untuk memenuhi janji itu, salah satunya ketika melihat “sekolah-sekolah perempuan tetap dibuka” di Kabul.

Selama Taliban berkuasa pada 1996 hingga 2001, warga Afghanistan memang hidup dalam bayang-bayang kekejaman.

Taliban melarang perempuan mendapatkan akses pendidikan dan pekerjaan. Mereka juga menerapkan hukum Syariah yang sangat kejam.

Namun ketika melihat gelagat baik Taliban kali ini, Zhirnov mengaku harapan Rusia terhadap kelompok itu meningkat. (CNN Indonesia)

 

Share :

Baca Juga

TNI bersih bersih kali edit

HanKam

Sub 3 Margahayu Sektor 7 Gelar Giat Pembersihan di Aliran Anak Sungai Cimariuk
anis

Megapolitan

Fordim Jakarta: Gubernur Jangan Salah Pilih Pemimpin Pendidikan di Jakarta
Juliari P. Batubara

Headline

Tersangka Juliari Diperiksa Untuk Tersagka Lain Dalam Kasus Bansos Covid-19
KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa

Headline

Mensegneg Sambangi KSAD di Mabes TNI
Tkn Hukum

Politik

TKN Jokowi-Ma’ruf : Berita Bohong Ratna Sarumpaet,di duga Langgar Aturan Kampanye
ralian jawalsen SH edit

Headline

Negara Harus Hadir Dalam Sengkarut Penyelesaian Tragedi 1965
PT 1

Politik

President Treshold 20% Menyandera Hak Politik Rakyat
BKN award

Headline

BNPB Raih Dua Penghargaan BKN Award