Home / Internasional

Senin, 28 Maret 2022 - 23:57 WIB

Serangan Balik Rusia Tutup Akses AS dan UE

NasionalPos.com, Jakarta – Rusia bakal membatasi akses masuk untuk warga dari negara-negara seperti Inggris, semua negara Uni Eropa, dan Amerika Serikat ke negaranya.

Pembatasan akses masuk ini merupakan balasan Rusia AS karena sejumlah sanksi yang diberikan negara Barat kepada mereka usai menginvasi Ukraina sebulan lalu.

“Draf keputusan presiden sedang dikembangkan tentang tindakan visa pembalasan sebagai tanggapan atas tindakan ‘tidak bersahabat’ dari sejumlah negara asing,” kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dalam sambutan yang disiarkan televisi, Senin (28/2/2022), seperti dikutip AFP.

Baca Juga  Pengamat :Rakyat Tak Peduli Kinerja Menteri, Elektabilitas Airlangga Hartarto Masih Rendah

“Tindakan ini akan memperkenalkan sejumlah pembatasan masuk ke Rusia,” tambahnya tanpa merinci.

Sejumlah negara Barat sebelumnya menjatuhkan sanksi terhadap Rusia, termasuk dilarang terbang, menyusul invasi Rusia ke Ukraina.

Baca Juga  Dua Unsur Patroli Bakamla RI Padamkan KLM Murah Rejeki Yang Terbakar

Maskapai Rusia telah dilarang terbang dari wilayah udara Uni Eropa, Inggris, dan Amerika Serikat.

Sejak sanksi itu, Rusia menambah daftar negara-negara yang disebut “tidak bersahabat” bagi mereka.

Beberapa di antaranya termasuk Amerika Serikat, Australia, Kanada, Inggris, Selandia Baru, Jepang, Korea Selatan, semua negara anggota Uni Eropa dan beberapa lainnya. (CNN Indonesia.com)

 

Share :

Baca Juga

kim jong un 4 169

Internasional

Dongkrak Ekonomi Terpuruk, Korut Kampanye Ideologi
peta corona

Headline

Update Data Sebaran Covid-19 di Indonesia, Minggu (6/9/2020)
corona di korsel

Headline

Setelah Dinyatakan Sembuh, Ratusan Pasien di Korsel Kembali Dinyatakan Terjangkit Corona
kebakaran hutan

Headline

AS, Yunani dan Turki Dilanda Kebakaran Hutan
Paus Francis

Internasional

Paus Francis Sampaikan Belasungkawa Penembakan di Masjid Quebec
5f18d1b7e13e7

Headline

AS Tangkap Pria Singapura Mata-mata China
Donald Trump 004baru4

Headline

Selidiki Menlu, Pejabat Deplu AS Dipecat

Headline

PBB Tuding China Hukum Mati Pakar Geografi Etnis Uighur