Home / Politik / Top News

Kamis, 9 Maret 2017 - 19:18 WIB

Setnov Terseret Kasus e-KTP, Agung Tegaskan Tak Ada Munaslub Golkar

Setnov, Agung, Ahok dan Djarot dalam sebuah acara. (Foto : Ist)

Setnov, Agung, Ahok dan Djarot dalam sebuah acara. (Foto : Ist)

JAKARTA, NasionalPos – Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono menyatakan tidak ada alas an bagi partainya untuk menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub). Hal itu terkait kasus dugaan korupsi e-KTP yang menyeret Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto.

Seperti diketahui, sejumlah kader Golkar disebut dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK dalam sidang kasus dugaan korupsi e-KTP si Pengadilan Tipikor, Kamis (9/3/2017).

Diantara nama yang disebut dalam dakwaan tersebut adalah Setya Novanto, Ade Komaruddin, Agun Gunanjar dan lainnya.

Menyikapi hal itu, Agung minta kasus itu   tidak digunakan untuk kepentingan politik.

“Saya minta agar jangan ada pihak yang gunakan momentum untuk kepentingan hidden agenda. Pak Novanto sendiri kan sudah serahkan masalahnya ke mekanisme hokum dan sudah di proses” kata Agung di Jakarta, Kamis (9/3/2017).

Baca Juga  Ratusan Napi Terpapar Virus Corona, China Pecat Sipir

Menurutnya, saat ini internal partainya  dalam kondisi solid dan sangat baik. Bahkan, Ajang Pilkada Serentak 2017 pun tak mempengaruhi soliditas kadernya.

Agung justru curiga ada orang dari luar partai yang menghasut untuk merusak soliditas kader Partai Golkar.

“Momentum yang sudah baik ini jangan sampai pecah lagi. Jangan ambil posisi untuk menyalahkan. Apalagi, Pak Novanto tidak kooperatif,” imbuhnya.

Karena itu, Agung menegaskan yidak ada alasan Partai Golkar untuk mengadakan Munaslub mengganti posisi ketua umum, Setya Novanto.

Baca Juga  Mendagri Perintahkan Kepala Daerah Tidak Alihkan Dana Pilkada 2020

Agung mengaku pernah bertemu dengan Setnov untuk membicarakan korupsi e-KTP, karena itu dirinya percaya Setnov tidak terlibat.

“Saya tegaskan, jangan pernah berfikir macam-macam. Tidak ada alasan untuk Munaslub,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Partai Golkar sedang menggelar Rapat Koordinasi Teknis. Dalam kesempatan itu, Setnov meminta seluruh kader tidak menanggapi kasus korupsi e-KTP.

Setnov bahkan menyatakan bahwa dakwaan yang beredar dan memuat nama kader Golkar terlibat dalam korupsi e-KTP tidak benar.

“Banyak isu yang beredar, jangan kita tanggapilah. Partai kita makin baik, mudah-mudahan kita akan tambah baik. Ini godaan yang kecil, makanya kita harus kuat,” tuturnya. (dit)

 

Share :

Baca Juga

Ekonomi

OJK Mencatat Penyaluran Kredit Perbankan Minus 1,28 Persen

Headline

Austin Kulit Hitam Pertama Yang Jabat Menhan AS

Headline

Kejagung dan Polri Bentuk Tim Usut Kebakaran Gedung Kejagung

Politik

Ketua DPR Tegaskan Tolak LGBT

Headline

Tinggalkan Negaranya, Mantan Menteri Afghanistan Jadi Kurir Piza di Jerman

Headline

Pemuda Utara ‘Serbu’ Ancol Tagih Soal Pantai Publik

Headline

Oksigen Langka, Polisi di Papua Jaga Perusahaan Distribusi

Headline

KY Janji Awasi Praperdailan Anita Kolopaking Pasca Viral Foto Bareng Ketua MA