Home / Nasional / Top News

Senin, 20 Maret 2017 - 19:02 WIB

Syarat Tabungan Rp 25 Juta untuk Pemohon Paspor Dibatalkan?.. Ini Penjelasan Kemenkumham

JAKARTA, NasionalPos –Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM membatalkan persyaratan kepemilikan tabungan Rp 25 juta bagi pemohon pembuatan paspor.

Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Agung Sampurno menyampaikan, pihaknya melihat banyak masyarakat yang merasa keberatan setelah persyaratan tersebut diberlakukan.

“Alasan menghilangkan (syarat kepemilikan tabungan) Rp 25 juta dikarenakan analisa pantauan kami melalui media intelijen, analis kami melihat, masyarakat maupun media cenderung belum bisa menerima kebijakan ini dengan baik,” kata Agung di Kantor Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, Senin (20/3/2017),seperti dilansir kompas.com.

“Artinya, masyarakat kita perlu didengar aspirasinya. Kalau ini memberatkan masyarakat, kemudian kebijakan tidak boleh berdiri kokoh, dia (kebijakan) harus menyesuaikan,” tambah Agung.

Aturan itu sebelumnya hanya ditujukan bagi orang-orang yang diduga kuat tenaga kerja ilegal.

Terkait pencegahan keberangkatan TKI ilegal, menurut Agung, proses administrasi pembuatan paspor akan lebih diperketat.

Selain melampirkan persyaratan umum seperti KTP, Kartu Keluarga, dan Akte Kelahiran, setiap WNI yang akan membuat paspor diwajibkan melampirkan Surat Rekomendasi Paspor yang diterbitkan oleh Kantor Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten/Kota.

Syarat lain, surat telah melakukan pemeriksaan kesehatan di Sarana Kesehatan (SARKES) yang ditentukan oleh Kementérian Kesehatan.

Selain itu, lanjut Agung, pihaknya juga akan memperketat pada tahap wawancara. Petugas akan menggali informasi kepada pemohon.

Kasus yang selama ini kerap terjadi, pemohon tidak mengakui akan bekerja di luar negeri, melainkan mengaku hanya melakukan kunjungan ke luar negeri untuk berwisata, kunjungan keluarga, umroh, haji non-kuota, ziarah, magang.

Saat mewawancarai pemohon, petugas akan memperhatikan seluruh karakteristik diri pemohon.

Profiling, gesture atau body language, dimana Petugas harus memperoleh keyakinan terhadap maksud dan tujuannya ke luar negeri,” kata dia.(dmr)

Share :

Baca Juga

Headline

Kurangi Sampah Plastik, Pemerintah Ajak Masyarakat Pakai Tumbler

Headline

Bambang Nilai KPK Melanggar Prinsip Keterbukaan Dengan Menggelar Rapat Tertutup Dengan DPR

Headline

Update (28/3/2020) Jumlah Pasien 1.155 Orang Akibat Covid-19 Dan Meninggal Menjadi 102 Orang

Headline

Baku Tembak Dengan TNI/Polri, Seorang Anggota KKB Tewas

Headline

Dipersidangan Tipikor, Anak Gubernur Sulsel Non Aktif Mengaku Beli 2 Unit Jet Ski

Headline

Massa Aksi 212 Desak Harun Masiku Ditangkap dan Bongkar kasus Jiwasraya

Headline

Ada Luhut Dalam Data Pandora Papers

Politik

Habib Rizieq Minta Seluruh Umat Islam Dukung PBB, Gerindra, PKS, dan PAN