Home / Headline / Nasional / Politik / Top News

Kamis, 20 Februari 2020 - 19:37 WIB

Teror di Rumah Ketua PA 212 Ditengarai Terkait Rencana Aksi “Berantas Mega Korupsi”

Nasionalpos.com, Jakarta – Ketua Media Center PA 212 Habib Novel Bamukmin menengarai pelaku pelemparan batu di rumah Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif  berkaitan dengan akan digelarnya Aksi 212 bertajuk ‘Berantas Mega Korupsi, Selamatkan NKRI’ pada Jumat (21/2/2020) mendatang.

Novel menyatakan teror tersebut bertujuan untuk menakuti masyarakat agar tidak ikut dalam aksi yang digawangi oleh Front Pembela Islam (FPI), Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) dan PA 212 itu.

“Tujuan teror tersebut adalah untuk memberikan rasa takut kepada masyarakat agar tidak turun aksi 212 pada Jumat 21-2-2020 di depan Istana melawan koruptor,” katanya kepada wartawan, kemarin.

Baca Juga  Emak-emak Demo Tolak Rekonsiliasi Jadi Trending Topic Twitter

“Dan pastinya para koruptor dan para pendukung koruptor panik, padahal berbagai upaya dilakukan untuk menenggelamkan isu mega korupsi ini dengan isu yang jelas dibuat buat secara TSM (terstruktur, sistematis dan massif) selama ini namun kami justru lebih menggalakan lagi isu korupsi,” jelas tokoh FPI ini.

Sebelumnya, Rumah Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif di kawasan Cimanggis, Depok, Jawa Barat dilempari batu oleh orang tak dikenal pada Selasa (18/2/202020). Slamet menuturkan pelemparan itu terjadi dua kali, yakni pada pukul 03.10 WIB dan pukul 05.00 WIB dini hari.

Lemparan batu itu mengenai kaca jendela ruangan yang dijadikan sebagai musala. Saat kejadian itu, hanya ada istri dan 2 anaknya di dalam rumah. Beruntung  tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Baca Juga  Polda Metro Jaya Gelar Operasi Keselamatan Jaya Selama 14 Hari

Slamet menduga, teror itu berkaitan dengan rencana Aksi 212 ‘Berantas Mega Korupsi, Selamatkan NKRI.

“Dugaan sementara yang ada di kita itu, ini berkaitan dengan apa yang akan kita lakukan di tanggal 21 Februari, karena kita ada aksi besar, aksi berantas korupsi selamatkan RI tanggal 21 Februari, jadi indikasi yang kami duga ini terkait dengan aksi kami besok,” kata Slamet kepada wartawan.

Meski mendapat teror, Slamet menegaskan pihaknya tetap akan menggelar aksi tersebut. Slamet mengklaim telah memberitahukan rencana ‘Aksi 212 Berantas Mega Korupsi Selamatkan NKRI’ ke Polda Metro Jaya. (*)

Share :

Baca Juga

Headline

Ini Jawaban Wakapolri Soal Kesamaan Warna Seragam Satpam Dengan Polisi

Headline

Ini Rekam Jejak Brigjen Hasan Sebelum Jabat Danjen Kopassus

Politik

Dukungan Demokrat Kepada Jokowi Menguat, Puan dan AHY Akan Bertemu

Headline

Massa Aksi Kasus George Floyd, Gedung Putih Pun Ditutup

Headline

Mantan Jubir Presiden Gus Dur Nilai Permintaan Maaf LBP Terlambat

Headline

Prananda Paloh Belum Berpikir Maju Pilkada

Headline

Pemerintah Umumkan Menhub Budi Karya Positif Terjangkit Virus Corona

Headline

Dianggap Terbengkalai, Kasus RJ Lino Diadukan ke Dewas KPK