Home / Top News

Sabtu, 4 Februari 2017 - 15:59 WIB

Tim Kuasa Hukum Ahok Ancam Polisikan SBY

Tommy Sihotang

Tommy Sihotang

JAKARTA, NasionalPos – Tim kuasa hukum terdakwa kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), akan melaporkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)  ke polisi. Pasalnya, jika penyadapan tidak terbukti, maka  SBY dituding telah menuduh tanpa  bukti.

“Seandainya tidak ada penyadapan kami akan proses hukum, dari mana beliau (SBY) tahu ada penyadapan,” kata salah satu kuasa hokum Ahok, Tommy Sihotang dalam sebuah diskusi di Kawasan Cikini di Jakarta, Sabtu (4/2/2017).

Tommy mengaku, bukti yang mereka miliki hanya berdasarkan pada berita salah satu media online tertanggal 7 Oktober dan saksi. Makanya, aneh jika SBY menduga hal tersebut adalah penyadapan.

Baca Juga  Indonesia Bakal Dapat Kucuran Utang 500 Juta USD Dari ADB

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menggelar jumpa pers di Wisma Proklamasi, Jakarta, Rabu (1/2/2017).

SBY meminta polisi mengusut dugaan penyadapan percakapannya dengan KH. Ma’ruf Amin.

“Sebagai warga biasa, saya mohon, kalau pembicaraan saya kapan pun. Kalau pembicaraan saya dengan Ma’ruf ada transkrip, saya minta polisi, pengadilan untuk tegakan hukum seadil-adilnya. Ini bukan delik aduan tapi sama di depan hukum,” kata SBY.

Seperti diberitakan, kuasa hukum Ahok mengajukan sejumlah pertanyaan kepada KH. Ma’ruf Amin (Ketua MUI) sebagai saksi. Kuasa Hukum Ahok menanyakan hubungan Ma’ruf dengan SBY.

Humphrey Djemat, kuasa hukum Ahok, menanyakan soal pertemuan Ma’ruf dengan pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni di kantor PB NU pada 7 Oktober 2016.

Baca Juga  Ketum PBB Akan Perjuangkan Pembentukan Propinsi Papua Barat Daya

Ma’ruf pun tak menyangkal pertemuan itu. Namun dia membantah bila disebut memberi dukungan. Ma’ruf yang menjabat sebagai Rais Aam PBNU, menyatakan NU tidak mendukung salah satu calon.

Tak sampai disitu, Humphrey kembali menanyakan adanya percakapan Ma’ruf dengan SBY melalui telepon, tepat sehari sebelum pertemuan itu.

Humphrey lantas meminta penjelasan pada Ma’ruf soal adanya permintaan SBY agar menerima kunjungan anaknya, Agus, di kantor PBNU dan meminta agar dibuatkan fatwa mengenai penistaan agama. Namun, Ma’ruf membantahnya. (rid)

 

Share :

Baca Juga

Headline

Ini Susunan Pengurus MUI 2020 – 2025

Ekonomi

Pemerintah Hapus Izin Impor Bawang Putih

Ekonomi

Siap-siap, Harga Solar Naik, Premium Turun Bagikan via Facebook (118) Twitter (0) Google+ (0)

Megapolitan

Alexis Diduga Masih Gelar Asusila, Disparbud Layangkan Ultimatum

Headline

Usai Dipecat, Marzuki Alie Cs Akan Gugat Demokrat ke PTUN

Headline

Update Data Sebaran Covid-19 di Indonesia, Jumat (10/7/2020)

Headline

KPK OTT Pejabat Kemendikbud Terkait Uang THR

Headline

Pengadilan Tinggi Jakarta Tolak Banding Jhoni Allen Terhadap Ketum Partai Demokrat