Home / Headline / Internasional / Top News

Selasa, 14 Januari 2020 - 23:46 WIB

Trump Dimakzulkan, Intel Rusia Bekerja

Nasionalpos.com, Jakarta – Intelijen Rusia dilaporkan meretas perusahaan energi Ukraina, Burisma Holdings, di saat proses persidangan pemakzulan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tengah berlangsung.

Burisma Holdings merupakan perusahaan yang dikait-kaitkan dengan Hunter Biden, anak dari Joe Biden.

Trump dilaporkan berupaya menjegal langkah Joe Biden di pemilu AS mendatang dengan meminta Ukraina menyelidiki dugaan korupsi Hunter Biden yang diduga dibuat-buat.

Dugaan peretasan itu diungkap oleh perusahaan keamanan siber dunia berbasis di California, Area 1 Security. Dalam laporan terbaru, perusahaan itu menyebutkan agen mata-mata GRU Rusia melancarkan serangan phishing demi bisa mengakses jaringan surat elektronik karyawan Bursima Holdings.

“Waktu antara operasi yang dilakukan GRU dengan pemilihan umum AS 2020 menimbulkan momok bahwa ini adalah peringatan awal dari apa yang telah kami antisipasi sejak serangan siber berhasil dilakukan selama pemilu AS 2016 lalu,” ucap pendiri Area 1 Security, Oren J Falkowitz dan Blake Darche, pada Senin (13/1/2020).

Baca Juga  Miliki Sabu, Brigadir Supangat Giring TSK Ucok

Area 1 Security mengatakan GRU masuk ke server Bursima Holdings. Namun, perusahaan itu tak menjelaskan secara detail apa yang GRU lakukan dan cari setelah meretas sever perusahaan Ukraina tersebut.

Laporan ini memicu reaksi dari sejumlah politikus AS, terutama Partai Demokrat. Ketua Komite Intelijen Dewan Perwakilan AS, Adam Schiff, menuturkan laporan itu menunjukkan Rusia berulah lagi untuk mempengaruhi pemilu AS 2020.

“Menurut sebuah laporan baru, Rusia meretas informasi yang bisa menjadi awal dari lebih banyak lagi campur tangan pada pemilu 2020. Dan lagi, tampaknya bertujuan untuk membantu Trump,” kata Schiff seperti dikutip dari AFP.

Baca Juga  Neta Sebut Dua Buronan Kakap Kembali Dibekuk di AS

Trump tengah menghadapi dakwaan atas penyalahgunaan kewenangan karena menekan Ukraina demi membuka penyelidikan dugaan korupsi Hunter, anggota komisaris di Bursima.

Joe Biden merupakan pesaing berat Trump dalam pemilu 2020 mendatang. Kasus dugaan korupsi itu diduga dibuat-buat lantaran Trump tidak memiliki bukti awal.

Trump dituduh menahan bantuan militer AS sebesar US$391 juta bagi Ukraina sebagai upaya menekan Presiden Volodymyr Zelensky agar mengikuti keinginannya. Trump juga dikabarkan menjanjikan pertemuan dengannya di Gedung Putih kepada Zelensky jika ia mau membuka penyelidikan dugaan korupsi tersebut.

Sementara itu, GRU disebut dalam laporan jaksa khusus AS, Robert Mueller, yang berupaya menyelidiki intervensi Rusia dalam pemilu AS 2016 lalu. Dalam laporan itu, GRU dinilai meretas kampanye Partai Demokrat demi membantu Trump menang di pemilu. Demikian dilansir CNN Indonesia.com. (*)

Share :

Baca Juga

Headline

TNI Kunjungi Tokoh Masyarakat dan Berikan Layanan Kesehatan Di Papua

Headline

KPK Tunggu Hasil Audit BPK Soal kasus Asabri

Ekonomi

Pemerintah : Tarif Listrik Non Subsidi Periode April – Juni 2021 Tak Naik

Headline

Kejagung Ganti Jaksa KPK Yang Tangani Kasus Harun Masiku

Ekonomi

Rudiantara Ditunjuk Sebagai Dirut PLN

Megapolitan

Lurah Pegadungan, Kalideres Diringkus Saat Terima Uang Suap 2,5 Juta Rupiah

Nasional

Soal Tenaga Kerja Asing : Cawapres 01 Maupun Cawapres 02, Belum Konkrit Gagasan Kebijakannya

Headline

Napas Terakhir KPK?