Home / Internasional

Senin, 7 Maret 2022 - 20:48 WIB

Trump: Pasang Bendera Tiongkok di Pesawat AS Lalu Bom Rusia

Donald Trump

Donald Trump

NasionalPos.com, Jakarta – Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ide unik bagi negaranya untuk terlibat dalam perang Rusia dan Ukraina.

Dalam pidatonya di depan para donatur Partai Republik di New Orleans, Trump meminta agar Amerika Serikat memasang bendera Tiongkok di jet tempur paling canggih sedunia, F-22, lalu mengebom pasukan Rusia di Ukraina.

“Lalu kita bisa bilang ‘Tiongkok yang melakukannya, bukan kita’ dan mereka akan saling berperang. Kita tinggal duduk dan menonton,” kata Trump yang disambut gelak tawa hadirin.

Pidato tersebut, yang disampaikan Sabtu (5/3/2022) malam lalu, dikutip pertama kali oleh The Washington Post.

Trump juga meledek Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) sebagai “macan kertas” dan mengklaim bahwa pada era kepemimpinannya militer Amerika mampu menang dalam sejumlah bentrokan dengan pasukan Rusia.

Baca Juga  Danrem 174/ATW Merauke Beserta Jajaran Sumbangkan Darah Bantu Kesulitan Masyarakat

Di depan 250 donatur yang hadir di Hotel Four Seasons, Trump mengatakan Rusia tidak akan melakukan invasi kalau dia, bukan Joe Biden, yang menjabat presiden Amerika saat ini.

“Saya kenal baik Putin. Dia tidak akan berani melakukannya,” ujar Trump.

Trump mengklaim dia lebih tangguh daripada Presiden Rusia Vladimir Putin dibandingkan semua presiden Amerika lainnya.

Namun fakta selama kepemimpinan Trump tidak mendukung klaim tersebut. Trump justru banyak dikritik karena sering memuji Putin, bahkan ketika Rusia mulai melakukan invasi bulan lalu. Trump menyebut Putin seorang “jenius” ketika tentara Rusia mendekati perbatasan Ukraina.

Rusia dituding melakukan intervensi dalam pemilihan presiden Amerika 2016 demi keuntungan Trump. Sejumlah orang dekat Trump sudah divonis bersalah atas kasus itu.

Baca Juga  Mantan Presiden Obama: Aksi Trump Sebagai Ancaman Demokrasi

Saat bertemu Putin di Helsinki pada Juli 2018, Presiden Trump memuji Putin di depan wartawan dan mereka juga bertemu empat mata tanpa didampingi staf.

Pada 2019, Trump justru menahan bantuan militer untuk Ukraina dalam upaya mencemarkan nama Biden – saat itu dituduh menyalahgunakan jabatan untuk dugaan bisnis ilegal di Ukraina yang dijalankan anaknya, Hunter Biden.

Trump disebut meminta info negatif soal keluarga Biden sebagai imbalan bantuan militer Amerika.

DPR Amerika kemudian memakzulkan Trump atas tuduhan meminta campur tangan negara asing (Ukraina) untuk mencampuri pemilihan di Amerika, tetapi mentah di Senat.

Di New Orleans, Trump juga kembali memuji pemimpin Korea Utara Kim Jong-un karena mampu “memegang kendali penuh” atas negaranya. (BERITASATU.com)

 

Share :

Baca Juga

b07a193d 11ca 426e bfee 1fc3ecb74d8e

Headline

Dubes China-Australia Perang Argumen di Medsos Soal Laut China Selatan
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo

Headline

Dihadapan Ormas Islam, Menlu AS Ingatkan Ancaman Besar PKC
Taliban

Headline

Peringati Tragedi 9/11, Taliban Gelar Upacara Bendera
Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin

Headline

Mosi Tidak Percaya Digelar September, Nasib PM Malaysia Diujung Tanduk
Pembangkit listrik tenaga batu bara

Headline

China dan India Tolak Hentikan Batu Bara
Lloyd Austin

Headline

Austin Kulit Hitam Pertama Yang Jabat Menhan AS
NKRI

Headline

Indonesia Protes Australia Atas Aksi Pengibaran Bendera OPM di KJRI Melbourne
Muslim AS

Headline

Muslim AS Boikot Hilton Pasca Rencana Bangun Hotel di Masjid Uighur