Home / Headline / Politik / Top News

Minggu, 17 Oktober 2021 - 18:17 WIB

Upaya Adu Domba Jadikan Attaturk Nama Jalan di Jakarta

NasionalPos.com, Jakarta – Rencana nama jalan di Jakarta menggunakan nama tokoh pendiri bangsa Turki, Mustafa Kemal Attaturk dianggap sebagai upaya adu domba masyarakat.

Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi mengatakan, usulan penamaan jalan tersebut diharapkan untuk tidak perlu ditanggapi.

Menurut Muslim Arbi, sosok Mustafa Attaturk adalah tokoh yang dipuja-puja oleh kalangan sekuler dan agen kolonial.

Alasan mengapau dipuja, karena Mustafa Attaturk dinilai berhasil menghancurkan Khilafah Turkey Utsmani.

Baca Juga  Update Data Sebaran Covid-19 di Indonesia, Senin (17/8/2020)

Di sisi lain, kelompok Islam sangat membenci sosok Mustafa keran dianggap sebagai perusak Islam.

Muslim melihat upaya penamaan jalan Mustafa lebih sebagai bentuk adu domba masyarakat Indonesia.

“Sebaliknya dunia Islam, membenci Attaturk sebagai perusak Islam, dan kaum Muslimin. Penamaan nama jalan di Jakarta, hanyalah upaya adu domba saja,” ujar Muslim kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (17/10/2021).

Baca Juga  Bagi bagi Takjil, Remaja Mushola Al-Barokah bersama Pemuda Pancasila

Karena kata Muslim, penamaan jalan dengan nama Mustafa Kemal Attaturk hanyalah menonjolkan tokoh sekuler sekaligus agen kolonialis Inggris dan perusak Islam.

“Jika Kemal Attaturk dipaksakan sebagai nama jalan di Jakarta, dapat dikatakan, ini sebagai simbol sekularisasi negeri ini. Apakah itu yang dikehendaki rezim ini?” pungkas Muslim. (RMOL)

Share :

Baca Juga

Headline

Habib Rizieq Ditahan, UAS Sindir Soal Kezaliman

Megapolitan

Sandi Persilahkan Rumah Dinasnya untuk Pengajian dan Kebaktian

Nasional

Kongres PDI-P Dimajukan, Akankah Megawati Turun Tahta?

Headline

Kemenhan Menjajaki Produsen Jet Tempur Rafale

Ekonomi

Bank Mandiri Buka Pasar Murah Lingkungan TNI/Polri

Headline

Peringati Tragedi 9/11, Taliban Gelar Upacara Bendera

Nasional

Masyarakat Diimbau Tak Sepelekan Hoaks

Headline

Update Data Corona (7/1/2021) Jumlah Pasien Positif 797.723 Orang dan Meninggal 23.520 Orang