Home / Ekonomi / Headline / Nasional / Top News

Jumat, 3 April 2020 - 23:07 WIB

Utang BUMN Jatuh Tempo Tahun Ini, Garuda Harus Bayar 500 Juta Dollar AS

Nasionalpos.com, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, menyatakan utang sejumlah BUMN akan segera jatuh tempo tahun ini.  Salah satu perusahaan pelat merah yang paling terberat utangnya adalah Maskapai Garuda Indonesia yang harus dibayar pada Juni 2020.

“Garuda yang terberat karena ada utang 500 juta dolar yang akan jatuh tempo,” ungkap Erick dalam rapat bersama Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat, Jumat (3 /4/2020).

Menurut Erick, masalah BUMN yang dipimpin oleh Direktur Utama Irfan Setiaputra itu semakin berat lantaran industri penerbangan tengah ambruk akibat wabah Virus Corona.

Baca Juga  FSAB Sosialisasikan Nilai-Nilai Kejuangan dan Kepahlawanan Bagi Generasi Millennial

Erick menjelaskan, sebelum adanya wabah Corona pihaknya telah menemukan jalan keluar. Yakni, dengan memaksimalkan penerbangan haji dan umrah, menutup penerbangan luar negeri yang tidak efisien, dan mengutamakan penerbangan domestik.  Namun, karena wabah virus corona, semua rencana itu sulit dilaksanakan.

Selain Garuda, lanjut Erick, Perum Bulog juga mengalami masalah utang jangka pendek akibat keterbatasan kas dan penumpukan inventori. Adapun utang jangka pendek itu berasal dari Himbara.

“Alhamdulillah kami sudah bicara dengan Bulog dan Menteri Sosial, serta beberapa menteri, dan sesuai kebijakan Perppu, inventori akan digelontorkan sebagai bansos kepada rakyat,” katanya.

Baca Juga  KPK Jelaskan Aliran Dana Alkes yang Munculkan Nama Amien Rais

BUMN lain yang bermasalah adalah PLN yang mengalami commitment off balance sheet. Indikasinya suku bunga efektif tinggi dan peningkatan subsidi signifikan.

Selain itu, BUMN Karya juga menghadapi fixed coupon obligasi jangka panjang dengan kondisi tingkat bunga yang rendah. “Karya-karya itu sekarang proyeknya jangka panjang tapi dibiayai Himbara dengan pinjaman jangka pendek,” jelasnya.

Namun, Erick mengaku telah menemukan solusi bersama dengan Kementerian Keuangan. Caranya, utang jangka pendek akan diubah menjadi jangka panjang. Sehingga pembangunan infrastruktur bisa tetap berjalan.  (*)

Share :

Baca Juga

Top News

BIG Akui Indonesia Masih Defisit Tenaga Surveyor Pemetaan

Ekonomi

Menkeu Larang Transaksi Menggunakan Uang Virtual

Megapolitan

Gubernur Anies: Penyandang Difabelitas harus Di berdayakan Potensinya

Headline

KPK Telusuri Dugaan Aliran Dana Bansos Covid-19 ke PDIP

Headline

PDIP Terbanyak Kursi Pimpinan DPR

Top News

Dugaaan Tipikor RTH 22 M di Dinas Kehutanan era Ahok di laporkan ke Bareskrim

Nasional

Tolak Money Politik,Rakyat Mengawasimu

Headline

Ribuan Warga Intan Jaya, Papua Mengungsi Pasca Bentrok Senjata TNI Vs OPM