Home / Ekonomi / Headline / Nasional / Top News

Kamis, 15 Agustus 2019 - 19:27 WIB

Utang LN Indonesia Kuartal II 2019 Capai Rp5.540 Triliun

Nasionalpos.com, Jakarta –  Utang luar negeri (ULN) Indonesia per Juni 2019 mencapai 391,8 miliar dolar AS atau sekitar Rp5.540 triliun (asumsi kurs tengah Bank Indonesia akhir Juni Rp14.141 per dolar AS). Utang tersebut terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar USD 195,5 miliar, serta utang swasta (termasuk BUMN) sebesar USD 196,3 miliar.

Bank Indonesia (BI) mencatat, ULN Indonesia tersebut tumbuh 10,1 persen (yoy) dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya (year on year/yoy).

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko menyatakan kondisi itu terutama dipengaruhi oleh transaksi penarikan neto ULN dan penguatan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS sehingga utang dalam Rupiah tercatat lebih tinggi dalam denominasi dolar AS.

Baca Juga  PKS Tunggu Deklarasi Capres Prabowo

“Peningkatan pertumbuhan ULN terutama didorong oleh ULN pemerintah, di tengah perlambatan ULN swasta,” jelas kata Onny di Jakarta, Kamis (15/8/2019).

Menurutnya, pertumbuhan ULN pemerintah meningkat sejalan dengan persepsi positif investor asing terhadap kondisi perekonomian Indonesia.

Posisi ULN pemerintah pada akhir triwulan II 2019 tercatat sebesar USD 192,5 miliar dolar AS atau tumbuh 9,1  persen (yoy), meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 3,6 persen (yoy).

Baca Juga  Bea Cukai Temukan 36 KTP Palsu Diimpor Dari Kamboja

Dikatakan Onny, kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia yang semakin meningkat. hal ini seiring dengan kenaikan peringkat utang Indonesia oleh Standard & Poor’s pada akhir Mei 2019, mendorong pembelian neto Surat Berharga Negara (SBN) domestik dan global oleh nonresiden pada triwulan II 2019.

“Pengelolaan ULN pemerintah diprioritaskan untuk membiayai pembangunan, dengan porsi terbesar pada beberapa sektor produktif yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Onny.

Secara rinci dijelaskan sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (18,9 persen dari total ULN Pemerintah), sektor konstruksi (16,4 persen), sektor jasa pendidikan (15,9 persen), sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (15,2 persen), serta sektor jasa keuangan dan asuransi (14,0 persen). (*)

Share :

Baca Juga

Headline

MUI Ternyata Telah Siapkan Dua Calon Panglima Masiroh Kubro

Headline

Arief Minta Moeldoko Jujur ke Jokowi Soal Mantan Pejabat Jiwasraya

Megapolitan

Dugaan Penyimpangan Anggaran KPK Punya Bukti Jerat Yuli Hartono, Suryanto, Samsul Bahri

Nasional

Sejarah dan Makna Hari Ibu Jaman ‘Now’

Headline

Sosialisasi Penghapusan BMN Dismatau, Wujud Langkah Tertib Logistik

Headline

NasDem Desak Pemerintah Hentikan Program Pelatihan Daring Kartu Prakerja

Headline

Pemda Diminta Bantu KPU Gelar Pilkada 2020

Headline

Update Corona (25/4/2020) Jumlah Pasien Positif 8.607 Orang Dan Meninggal Menjadi 720 Orang