Home / Politik

Selasa, 2 Mei 2017 - 20:45 WIB

Yorrys Raweyai Dapat SP1 dari DPP Partai Golkar

Jakarta, Nasionalpos.com –  Ketua Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan DPP Partai Golkar Yorrys Raweyai, dengan menyebutkan bahwa Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto sudah hampir pasti menjadi tersangka kasus pengadaan e-KTP.

Surat peringatan tertulis tersebut ditandatangani Ketua Umum Golkar Setya Novanto dan Sekjen Golkar Idrus Marham sebagai buntut pernyataan Yorrys Raweyai .

“Hari ini saya dapat tugas dari DPP menyampaikan surat kepada Pak Yorrys surat itu adalah surat peringatan dari DPP Partai Golkar ,” kata Ketua Bidang Organisasi Keanggotaan dan Daerah DPP Golkar Freddy Latumahina di DPP Golkar, Jakarta, Selasa (02/05).

Baca Juga  Calon Millenial Menguat, ketum PBB YIM Diminta Mundur Sebelum Muktamar

Selang beberapa waktu , pasca keluarnya pernyataan Yorrys tersebut, di kalangan internal DPP Partai Golkar mulai muncul beragam tanggapan, di antaranya ada tanggapan  bahwa pernyataan Yorrys itu, amat mengagetkan internal Partai Golkar di tengah konsolidasi mempersiapkan Pilkada mendatang.

Padahal  menurut Freddy Latumahina, sebelum keluar penyataan itu,  Yorrys merupakan pihak yang mengusulkan agar segala hal terkait partai disampaikan oleh juru bicara, karena itu, Fredy mengatakan, Yorrys dinilai telah melanggar peraturan karena memberi pernyataan soal desakannya untuk menggelar Munaslub.

Baca Juga  Istana Pertanyakan Usulan Rekonsiliasi Habib Rizieq

Dari pandangan tersebut, setelah melalui proses cukup panjang, maka  Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar resmi memberikan Surat Peringatan (SP) I terhadap Ketua Koodinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Golkar Yorrys Raweyai karena dianggap telah melanggar Peraturan Partai.

 

“Tiga kali peringatan. Setelah itu baru dijatuhi sanksi. Sebagai pengurus Diberhentikan sebagai pengurus, apabila masih melawan maka diberhentikan dari keanggotaan,” kata Freddy.[]

Share :

Baca Juga

Headline

MUI Imbau Umat Islam Boikot Produk Prancis

Headline

Anies – Sandi Digadang-Gadang PKS Untuk Pilpres 2024

Nasional

Debat Pilpres 2019 Lima Kali Mulai 17 Januari

Politik

Gubernur NTB Belum Pikirkan Jadi Wapres

Politik

Wapres Ragukan Informasi Kapolri

Headline

Kapal Induk Inggris Siap Gabung AS dan Jepang Untuk Lawan China

Headline

Bamsoet Minta Kapolri Pertimbangkan Penggunaan Pistol Kaliber 9 MM

Politik

Ketua DPR Dorong Kemendagri Lakukan Coklit Untuk Warga yang Belum BerKTP-el