Home » Nasional » daerah » Perlunya Perda Yang Komprehensif Pada Rekrutmen Pjlp di Provinsi DKI Jakarta

Perlunya Perda Yang Komprehensif Pada Rekrutmen Pjlp di Provinsi DKI Jakarta

dito 14 Agu 2025 433

NasionalPos.com, Jakarta-

Masih terkait status Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) kepada rekrutmen 1.000 petugas pemadam kebakaran di Dinas Damkar Provinsi DKI Jakarta, tentunya hal tersebut di respon dan di sikapi oleh berbagai kalangan masyarakat, di antaranya adalah Rudy Darmawanto SH Ketum Poros Rawamangun.

Kepada wartawan yang menghubunginya, Rudy Darmawanto SH, mengatakan bahwa dirinya meminta agar pihak Dinas Damkar transparan dan jujur ke masyarakat, dalam merekrut 1000 pjlp

” Ya, Dinas Damkar harus transparan, apakah 1000 pjlp itu yang di rekrut itu 500 orang pjlp baru, sedangkan yang 500 orang pjlp lama yang terbaru kan sehingga warga Jakarta mengetahui kualitas dari calon PJLP itu, ” ungkap Rudy Darmawanto SH Ketum Poros Rawamangun kepada wartawan, Kamis, 14 Agustus 2025 di Jakarta.

 

Selain itu , lanjut Rudy Darmawanto SH, proses seleksi harus dilakukan secara transparan, adil, dan bebas pungli, dengan penempatan personel yang tepat sasaran sesuai kompetensi dan kebutuhan setiap wilayah, di karenakan keberadaan pjlp ini sangat di butuhkan untuk meningkatkan kinerja pelayanan dinas Damkar kepada masyarakat, apalagi saat ini kondisi Jakarta sedang rentan terjadi bencana kebakaran.

Baca Juga :  Dubes LBBP RI di Yunani Apresiasi Kinerja Pushidrosal Dalam Mendukung Penetapan Batas Maritim RI

 

Sementara itu, Rudy Darmawanto SH Ketum Poros Rawamangun juga menyoroti pernyataan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan segera membuka lowongan bagi 1.000 calon petugas pemadam kebakaran (damkar), dengan tidak perlu mempersoalkan pelamar pjlp tidak berKTP dan tidak domisili di Jakarta.

 

” Menurut saya, pernyataan tersebut tidak bijaksana di karenakan masih ada 399.000 warga ber KTP Jakarta dan tinggal di jakarta yang masih menjadi pengangguran.” Tukas Rudy Darmawanto SH.

 

Oleh karena itu, sambung Rudi, seharusnya Gubernur Pramono Anung memprioritaskan kepentingan warga yg ber KTP dan berdomisili di Jakarta pada rekrutmen pjlp, karena mereka adalah warga Jakarta yang membayar pajak untuk pembangunan di Jakarta, sehingga sudah sewajarnya mereka di prioritaskan.

 

Dalam kesempatan ini, Rudy Darmawanto SH juga menyampaikan usulan sebagai langkah solusi dari kesemrawutan pjlp di berbagai SKPD di Provinsi DKI Jakarta ini, sebaiknya harus ada kepastian hukum dalam rekrutmen pjlp, agar warga Jakarta sungguh sungguh mendapatkan prioritas utama, terlindungi dan terayomi dalam berkesempatan bekerja sebagai pjlp, tentunya peraturan itu bisa Perda atau Pergub yang juga memberikan sanksi bagi siapapun yang melakukan penyimpangan dalam rekrutmen pjlp di wilayah Provinsi DKI Jakarta.

Baca Juga :  Respons Cepat Prajurit TNI AD Tanggap Bencana di Mamuju

 

” Tanpa ada kepastian hukum tersebut, maka kesempatan warga Jakarta peluang nya sangat minim menjadi pjlp, begini saja 70% Warga BerKTP Jakarta dan tinggal di jakarta, sedangkan 30% mereka yang tidak berKTP Jakarta dan tidak tinggal di jakarta, atau tinggal di jakarta tapi belum berKTP Jakarta, ketentuan tersebut perlu di tingkat kan dari PERATURAN GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR 212 TAHUN 2016 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN PENYEDIA JASA LAINNYA ORANG PERORANGAN menjadi Perda yang memuat ketentuan tentang PJLP secara komprehensif dan fundamental, ” pungkas Rudy Darmawanto SH Ketum Poros Rawamangun.

Comments are not available at the moment.

Sorry, the comment form has been disabled on this page/article.
Related post
Kapolda Sumsel Perkuat Sinergi Empat Satker Dukung Asta Cita dan Stabilitas Nasional

Admin Redaksi

02 Jun 2026

Nasionalpos.com/Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., membuka secara resmi Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Gabungan Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Bidang Hukum (Bidkum), Bidang Hubungan Masyarakat (Bidhumas), dan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sumsel Tahun Anggaran 2026 di Hotel Salatin Palembang, Selasa (2/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi forum strategis dalam …

Sawah, Kandang dan Laut: Ancaman Nyata bagi Oligarki

Dhio Justice Law

02 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Sekjen Garda Bumiputera) NasionalPos.com, Jakarta – Indonesia terlalu lama diajarkan bahwa kekuasaan hanya lahir dari partai politik, parlemen, dan istana. Padahal dalam sejarah bangsa mana pun, kekuasaan sejati selalu berdiri di atas penguasaan ekonomi. Dan hari ini, ekonomi Indonesia terlalu banyak dikuasai segelintir elite. Oligarki tidak selalu tampil dengan wajah menakutkan. Kadang …

Marwah Daud: Saatnya Gerakan Ekonomi Rakyat Rontokkan Oligarki

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Mantan asisten peneliti Unesco dan World Bank, Dr. Marwah Daud Ibrahim menyerukan Rakyat Indonesia untuk bangkit dan melawan oligarki melalui Gerakan Ekonomi Rakyat. Seruan itu dilontarkan Marwah Daud saat menjadi nara sumber Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI …

TB Massa: Indonesia Gagal Bangun Demokrasi

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Pengamat politik Universitas Nasional (Unas) Prof. (assoc) TB. Massa Djafar menganggap Indonesia telah gagal membangun kehidupan demokrasi. Pernyataan itu disampaikan TB Massa sebagai nara sumber dalam sesi dialog Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa …

Pancasila bukan untuk slogan, tapi untuk dijalankan

dito

01 Jun 2026

Nasionalpos.com, Jakarta- Proses lahirnya Pancasila tidak terjadi dalam ruang hampa, melainkan melalui adu gagasan yang intens dalam sidang PPKI. Namun, adu gagasan ini diselesaikan setelah dihilangkan kata kata kewajiban menjalankan syariat Islam bagi penganutnya. Suatu kompromi nasional saat itu, yang kemudian pada Sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945, Pancasila yang Sah sebagai ideologi negara adalah …

MS. Kaban: Indonesia Belum Menemukan Pemimpin Yang Tepat

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Mantan Menteri Kehutanan, Dr. MS. Kaban menilai Bangsa Indonesia belum menemukan pemimpin yang tepat. Indikasinya, segala bentuk kejahatan dan yang dibenci Allah SWT semakin tumbuh subur. Hal itu dilontarkan Kaban yang juga dikenal senior KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam) dalam Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi …

x
x