Home » Nasional » Modus Penipuan dan Pemerasan Mengatasnamakan Media Tribunnews Kembali Mewabah

Modus Penipuan dan Pemerasan Mengatasnamakan Media Tribunnews Kembali Mewabah

Eni 21 Nov 2024 1.911

 

NASIONALPOS.com II Banyuwangi, 20 November 2024 – Kasus penipuan dan pemerasan yang mengatasnamakan media Tribunnews kembali terjadi. Kali ini, pelaku yang diduga bernama Noviar Arya Putra, bersama dengan kontak bernama Tiara, berhasil menipu korban melalui aplikasi WhatsApp. Modus yang digunakan kali ini mengarah pada ancaman penyebaran video asusila yang direkam secara video call (VC).

Kejadian tersebut berawal ketika korban yang berinisial A, mendapatkan panggilan video dari nomor yang terdaftar dengan nama Tiara. Awalnya, A menganggapnya sebagai kenalan dari seorang perempuan, namun saat video call diangkat, yang terlihat adalah sosok tubuh wanita yang tampak kabur dan tidak jelas.

“Saya angkat panggilan video itu, dan terlihat tubuh wanita, tapi agak blur,” ungkap A, korban yang dihubungi pada Rabu (19/11/2024).

Melalui percakapan WhatsApp, pelaku mengancam korban dengan mengatakan bahwa rekaman video tersebut akan disebarluaskan ke publik jika korban tidak mentransfer uang sebesar Rp 3.300.000,- ke rekening yang disediakan, yakni rekening BCA atas nama Noviar Arya Putra dengan nomor rekening 3470289120. Pelaku menekankan bahwa uang tersebut diminta untuk menghapus video yang dianggap sebagai rekaman video asusila.

Baca Juga :  Patroli Polsek Pronojiwo Ciptakan Rasa Aman Masyarakat

Setelah menerima ancaman tersebut, A merasa tertekan dan langsung meminta bantuan dari seorang teman, yang diketahui berprofesi sebagai awak media. Temannya, yang berinisial E, segera memberi nasihat agar A tidak tergoda untuk mentransfer uang ke pelaku dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. E kemudian melaporkan kejadian ini ke Polresta Malang Kota untuk ditindaklanjuti lebih lanjut.

Namun, meskipun korban tidak memenuhi permintaan pertama pelaku, tekanan terus berlanjut. Pelaku kembali menghubungi A melalui WhatsApp dan telepon, kali ini meminta korban untuk mentransfer uang sebesar Rp 200.000,- dengan alasan untuk pembayaran penghapusan video tersebut. Pelaku bahkan meminta A untuk mencari dana tambahan guna memenuhi kekurangan pembayaran.

Menyikapi kejadian ini, pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap segala bentuk penipuan melalui media sosial (Medsos). “Jangan biarkan diri kita menjadi korban berikutnya. Penting untuk selalu berhati-hati, apalagi ketika berurusan dengan transaksi yang mencurigakan seperti ini,” ujar Eni, pewarta yang melaporkan kejadian ini.

Baca Juga :  Serangan Siber BSI, Politisi Partai Gerindra Desak OJK Lakukan Audit Investigasi

Kasus ini, yang terjadi di Jalan Maijen Sungkono, Buring, Desa Bumi Ayu, Kecamatan Kedungkandang, Kabupaten Malang, akhirnya diserahkan kepada pihak Polresta Malang Kota untuk ditindaklanjuti lebih lanjut. Hal ini dilakukan untuk mencegah potensi korban lainnya yang mungkin mengalami hal serupa.

Lebih lanjut, kasus serupa juga pernah dilaporkan sebelumnya, yakni pada 24 Mei 2022 dan 8 Maret 2024, dengan modus yang hampir identik, mengatasnamakan media Tribunnews. Oleh karena itu, pihak media Tribunnews dihimbau untuk lebih berhati-hati dan waspada agar nama baik media dan perusahaan tetap terlindungi dari aksi penipuan yang merugikan ini.

Dengan adanya kasus ini, diharapkan masyarakat semakin paham akan potensi penipuan melalui media sosial dan tidak mudah terperangkap oleh modus yang semakin canggih.

Pewarta: Eni

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Marwah Daud: Saatnya Gerakan Ekonomi Rakyat Rontokkan Oligarki

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Mantan asisten peneliti Unesco dan World Bank, Dr. Marwah Daud Ibrahim menyerukan Rakyat Indonesia untuk bangkit dan melawan oligarki melalui Gerakan Ekonomi Rakyat. Seruan itu dilontarkan Marwah Daud saat menjadi nara sumber Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI …

TB Massa: Indonesia Gagal Bangun Demokrasi

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Pengamat politik Universitas Nasional (Unas) Prof. (assoc) TB. Massa Djafar menganggap Indonesia telah gagal membangun kehidupan demokrasi. Pernyataan itu disampaikan TB Massa sebagai nara sumber dalam sesi dialog Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa …

Pancasila bukan untuk slogan, tapi untuk dijalankan

dito

01 Jun 2026

Nasionalpos.com, Jakarta- Proses lahirnya Pancasila tidak terjadi dalam ruang hampa, melainkan melalui adu gagasan yang intens dalam sidang PPKI. Namun, adu gagasan ini diselesaikan setelah dihilangkan kata kata kewajiban menjalankan syariat Islam bagi penganutnya. Suatu kompromi nasional saat itu, yang kemudian pada Sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945, Pancasila yang Sah sebagai ideologi negara adalah …

MS. Kaban: Indonesia Belum Menemukan Pemimpin Yang Tepat

Dhio Justice Law

01 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Mantan Menteri Kehutanan, Dr. MS. Kaban menilai Bangsa Indonesia belum menemukan pemimpin yang tepat. Indikasinya, segala bentuk kejahatan dan yang dibenci Allah SWT semakin tumbuh subur. Hal itu dilontarkan Kaban yang juga dikenal senior KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam) dalam Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi …

Cherie dan Vivianne Wangsa Harumkan Indonesia, Masuk Tiga Besar Nilai Tertinggi Festival Musik Internasional

- Banyuwangi

31 Mei 2026

BANYUWANGI, NASIONALPOS.COM – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh putri daerah asal Kabupetan Banyuwangi di kancah internasional. Dua bersaudara, Cherie Callista Wangsa dan Vivianne Vernetta Wangsa, sukses mengharumkan nama Bumi Blambangan bahkan Indonesia dalam ajang Champs Universal Music Festival (CUMF) 2026 yang berlangsung di Johor, Malaysia. Tidak sekadar meraih gelar juara di kategori masing-masing, keduanya juga …

Membaca Motif Politik di Balik Satgas Dasco

Dhio Justice Law

30 Mei 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)  NasionalPos.com, Jakarta – Posisi Sufmi Dasco Ahmad sebagai Ketua Satgas Pemulihan Pasca Bencana DPR RI sulit dibaca semata sebagai langkah teknokratis. Dalam politik, terutama pada lingkar kekuasaan inti, hampir tidak ada penempatan strategis yang benar-benar netral dari kepentingan politik. Apalagi Dasco bukan hanya pimpinan DPR. Ia …

x
x