Home » Nasional » daerah » Atonik 6.0 L Sudah Menjadi Kebutuhan Petani Untuk Tingkatkan Kualitas & Produktivitas

Atonik 6.0 L Sudah Menjadi Kebutuhan Petani Untuk Tingkatkan Kualitas & Produktivitas

dito 16 Jul 2023 225

NasionalPos.com, Nagekeo- Layaknya manusia, tanaman pun perlu asupan nutrisi untuk menjaga produktivitasnya. Nutrisi yang lazim diberikan untuk tanaman agar bisa berproduksi dengan baik biasanya dalam bentuk suplemen, Di antara jenis suplemen tanaman itu adalah Atonik 6.0 L yang tentunya sudah terbukti dapat bermanfaat untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman, demikian disampaikan Marselus Meye (60)  petani dari Desa Aeramo , Kec. Aesesa, Kabupaten Nagekeo, saat dihubungi NasionalPos.com, Minggu, 16/7/2023 di Desa  Aeramo , Kec. Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Jadi Atonik 6.0 L sudah kami pakai untuk menambah nutrisi atau vitamin pada tanaman labu dan semangka, terbukti hasilnya tanaman Labu dan Semangka yang kami tanam, lebih tahan terhadap serangan penyakit, itu yang kami sudah alami.”ungkap Marselus Meye

Bukan hanya itu, lanjut Marselus, Atonik 6.0 L adalah salah satu suplemen yang bisa mengatur tumbuh tanaman, dan juga bisa bermanfaat untuk meningkatkan kualitas tanaman labu maupun semangka yang di tanam di lahan miliknya seluas 25 are, serta mempercepat masa panen, jika diamati buah labu dan semangka saat ditanam tanpa menggunakan Atonik 6.0 L,  maka buahnya tidak bagus dan tidak tahan lama, akan tetapi setelah menggunakannya, kualitas buahnya menjadi lebih bagus, dan tahan lama, selain itu dengan menggunakan Atonik 6.0 L pertumbuhan tanaman juga semakin cepat, hanya butuh 2,5 bulan, tanaman sudah berbuah.

Baca Juga :  Strategi Pengendalian Banjir Diterapkan Pj Gubernur Heru

“Nah, Atonik 6.0 L juga bisa menambah kesuburan tanah, kami memang belum merasakan hasil panen, tapi sudah dapat kami amati, dengan menggunakannya, justru sudah terbayang hasil panen yang sangat menguntungkan bagi kami dan teman-teman petani lainnya.”tukas Marselus Meye yang juga sebagai ketua Kelompok Tani Semangat Baru 2 yang kini beranggotakan 20 orang.

Menurut Marselus, menggunakan Atonik 6.0 L , tidak memerlukan biaya tinggi, sebab untuk lahan seluas 25 are yang ditanami Labu dan semangka, dirinya hanya memerlukan 2 liter Atonik 6.0 L, namun sayangnya untuk mendapatkannya, tidak lah mudah, dia bersama rekan-rekannya harus membelinya ke toko pertanian, yang berjarak 7 Km, dari tempat tinggalnya, untuk itulah, dia seringkali menitip ke Petugas Penyuluh Lapangan agar bisa mendapatkan Atonik 6.0 L.

Baca Juga :  Tender Revitalisasi TIM Bermasalah, Pj Heru Serahkan ke Inspektorat DKI

“Kami sangat berharap Dinas Pertanian Pemda Kabupaten Nagekeo, mempermudah untuk mendapatkannya, ya, kalau perlu setiap kelompok tani di suplai dan di subsidi harganya, agar lebih terjangkau harganya oleh kantong para petani, sekarang sih memang masih terjangkau harganya, namun kami berharap bisa lebih murah lagi karena ke depannya Atonik 6.0 L akan menjadi kebutuhan petani untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas hasil pertanian. ”pungkas Marselus Meye (60)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Resmi Dibuka ; Warga Kini Bisa Lapor Langsung ke Kapolda Lampung Lewat Hotline Ini

Taufik Hidayat

22 Okt 2026

Lampung – Kepolisian Daerah (Polda) Lampung membuka layanan pengaduan masyarakat melalui hotline “Lapor Pak Kapolda Lampung”. Layanan tersebut menjadi saluran bagi masyarakat untuk menyampaikan pengaduan, informasi, maupun aspirasi secara langsung. Informasi mengenai layanan tersebut disampaikan melalui materi publikasi Polda Lampung menampilkan Kapolda Lampung Brigjen Pol Yustan Alpiani. Dalam publikasi itu, masyarakat dapat menghubungi hotline pengaduan …

Momentum Peringatan Hari Santri Nasional, Jadikan Santri Berani dan punya Kemampuan Hadapi Tantangan Zaman

dito

21 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Gagasan awal mengenai Hari Santri diusulkan oleh kalangan pesantren, yang kemudian diperkuat usulannya oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), yang kemudian di resmikan oleh Presiden Jokowi, bahwa tanggal 22 Oktober di tetapkan sebagai Hari Santri Nasional  melalui Keppres Nomor 22 Tahun 2015 guna mengenang jasa para ulama dan santri.   Terkait dengan situasi …

Perkuat Kualitas Penegakan Hukum, Polres Pesisir Barat Jalani Supervisi Semester II Ditreskrimum Polda Lampung

Taufik Hidayat

21 Okt 2026

Pesisir Barat – Polres Pesisir Barat melaksanakan kegiatan Supervisi Semester II TA 2026 dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung pada hari Rabu (21/10/2026) pukul 09.00 WIB s.d. selesai, bertempat di Aula Polres Pesisir Barat. Kegiatan supervisi tersebut diikuti oleh seluruh personel Reskrim dari Polres Pesisir Barat dan Polres Lampung Barat yang dipusatkan di …

Raport Merah Penegakan Hukum selama 2 Tahun Pemerintah Prabowo-Gibran”

dito

21 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Selama dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, masyarakat Indonesia merasakan mengenai upaya penegakan hukum, maka terkait dengan hal itu Ralian Jawalsen, S.H seorang praktisi hukum. kepada wartawan, Rabu, 21/10/2026, di Jakarta.   Ia mengatakan bahwa Pemerintahan Presiden Prabowo- Gibran selama dua tahun ini telah terjadi kemunduran dalam penegakan hukum.   …

Sentuhan Perubahan Irwan Hakim: Membangun Gunung Kemala Melalui Musyawarah dan Transparansi

Taufik Hidayat

20 Okt 2026

Pesisir Barat — Menjelang pelaksanaan Pemilihan Peratin (PilPeratin) Kabupaten Pesisir Barat yang dijadwalkan pada 29 Oktober 2026, suasana demokrasi mulai terasa di tengah masyarakat kabupaten Pesisir Barat, termasuk di Pekon Gunung Kemala, Kecamatan Way Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung, Selasa (20-10-2026). Salah satu sosok yang menjadi perhatian dalam kontestasi tersebut adalah Irwan Hakim, calon …

Transisi Energi Berkeadilan Sosial di Indonesia, Kebutuhan Mendesak Agar Diterapkan Secara Kolaboratif

dito

19 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta-  Transisi energi menjadi isu global yang mendesak karena meningkatnya kesadaran terhadap dampak negatif perubahan iklim.   Beberapa negara telah mempraktikkan transisi ke energi baru dan terbarukan (EBT) dengan baik, seperti Swedia, Jerman dan Selandia Baru, demikian di ungkapkan oleh narasumber tunggal: Dr Natalis Situmorang pada Webinar bertajuk Bedah Buku Transisi Energi di Indonesia, Sabtu, …

x
x