Home » Headline » Kebijakan KTP Digital, Sebaiknya DiKaji ulang Agar Tidak Bebani Rakyat

Kebijakan KTP Digital, Sebaiknya DiKaji ulang Agar Tidak Bebani Rakyat

dito 21 Jun 2023 133

NasionalPos.com, Jakarta- Pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) berencana akan menerapkan peralihan Kartu Tanda Penduduk (KTP) ke dalam bentuk format digital, yang dimulai sejak pertengahan tahun 2022 lalu. Diketahui pelaksanaan pemberlakuan KTP digital ini dilakukan secara bertahap.

Selanjutnya, dengan dilengkapi aplikasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), justru menimbulkan beberapa polemik di kalangan masyarakat umum.  Pasalnya, pembentukan KTP digital ini menyebabkan adanya pro dan kontra dari masyarakat.

Khususnya dari daerah-daerah pelosok, yang mana masyarakat di sana belum memiliki ponsel, bukan hanya itu, persoalan penerapan digitalisasi e-KTP juga akan mempersulit bagi kalangan lansia, yang tidak bisa mengoperasikan teknologi digital e-ktp tersebut, demikian disampaikan Polly Siahaya salah seorang Tokoh Masyarakat di Kelurahan Kebon Melati, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, kepada pers, Rabu, 21/6/2023 di Jakarta.

“Selain itu, sebagian masyarakat juga masih meragukan keamanan data dalam digitalisasi identitas. Hal ini dapat terjadi karena masyarakat tersebut menganggap berkembangnya era digitalisasi dapat membuat pencurian data semakin rentan terjadi.”ungkap Polly Siahaya.

Baca Juga :  Pada BEDAS Festival Durian, Masyarakat Bisa Makan Durian Sepuasnya Cukup Bayar Rp 100 Ribu

Menurutnya, bahwa keputusan pemerintah dalam pemberlakuan KTP digital ini tidak efektif, serta masih banyak warga Indonesia terutama lansia yang tidak mempunyai ponsel, Belum tepat untuk diterapkan saat ini, karena harus install aplikasi, sementara tidak semua orang memiliki ponsel yang memadai, terutama para lansia yang tidak mengerti teknologi, serta sistemnya sendiri dinilai banyak kelemahan. Misalnya, membedakan mana yang asli dan mana yang tidak, dikarenakan tidak tersedia alatnya.

“”Jadi orang tidak tahu mana yang asli mana yang bukan. Jadi NIK-nya itu berbeda, inikan menjadi kecurigaan yang sangat panjang,” tukas Polly.

Lebih lanjut Polly juga mengingatkan bahwa program e-KTP digital merupakan proyek besar yang berpotensi ciptakan ladang korupsi baru, jika kebijakan ini diterapkan di seluruh Indonesia akan berpotensi pada tindak pidana korupsi, Selain itu, penerapan e-KTP Digital menghadapi risiko saat masyarakat kehilangan smartphone tempat identitasnya tersimpan atau baterai ponsel habis, kondisi ini tentu sangat merepotkan.

Baca Juga :  Hilman Sahli Siap Maju di Pilkada Kabupaten Agam, Wakili Aspirasi Pemuda

Sebaiknya pemerintah menunda rencana kebijakan digitalisasi ktp ini, jangan beralasan biaya kertas blangko e ktp mahal, kemudian membebani rakyat untuk memiliki ponsel pintar atau smartphone, Rakyat tentunya memilih beli beras ketimbang smartphone yang harganya pasti tidak murah,

“Menunda kebijakan itu, karena sebelum diterapkan harus dipersiapkan agar sungguh-sungguh matang, agar kebijakan itu tidak membebani rakyat, kami tidak anti teknologi digital, tapi kami inginkan ada jaminan keamanan maupun kenyamanan dari pemerintah, sehingga teknologi tersebut dapat bermanfaat bagi kehidupan masyarakat.”pungkas Polly.

 

 

 

 

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Di Momentum Hari Musium Nasional, H. Waspada SAg MM Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor, Himbau Musium Bisa Jadi Ajang Edukasi Anak

dito

13 Okt 2026

NasionalPos.com, Bogor- Pada setiap tanggal 12 Oktober, di peringati sebagai peringatan Hari Musium kemarin, oleh karena itu, terkait dengan hal tersebut, kepada wartawan, H. Waspada MK, S.Ag, MM Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor dan Dosen PG PAUD UNUSIA Jakarta., Selasa, 13/10/2026 di Bogor, ia mengatakan bahwa tentu musium sangat bermanfaat dan sangat penting bagi anak …

Makan Anggaran Rp1,4 Miliar, Proyek Jalan di Pesisir Barat Malah Diduga Caplok Lahan Mantan Bupati

Taufik Hidayat

12 Okt 2026

Pesisir Barat — Pembangunan proyek jalan menuju rumah sakit di Kabupaten Pesisir Barat yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 senilai Rp1,4 miliar tengah menjadi sorotan publik. Proyek tersebut diduga dibangun di atas lahan pribadi milik mantan Bupati Pesisir Barat, H. Agus Istiqlal, tanpa izin. Protes Langsung di Lokasi Proyek Pemilik lahan, H. …

Pernikahan RINI ANGGRAENI dan AZHAR DZULFIQAR di BANDUNG Berlangsung Megah, Karangan Bunga Tokoh Publik Curi Perhatian

- Banyuwangi

11 Okt 2026

BANDUNG, NASIONALPOS.COM — Suasana penuh kebahagiaan dan kemeriahan menyelimuti pernikahan Rini Anggraeni, S.Tr.Kes., dan Azhar Dzulfiqar, S.T., yang berlangsung pada Minggu (11/10/2026) di Maison Grande, Bandung, Jawa Barat. Perhelatan istimewa ini menjadi momentum bersejarah bagi kedua mempelai untuk memulai perjalanan baru dalam membangun rumah tangga. Pernikahan tersebut berlangsung dengan nuansa elegan, memadukan kesakralan prosesi dengan …

Dugaan Penarikan Kendaraan oleh Debt Collector di Banyuwangi, WOM Finance Diminta Buka Dasar Hukumnya

- Banyuwangi

11 Okt 2026

BANYUWANGI, NASIONALPOS. COM – Penarikan satu unit mobil Toyota Avanza tahun 2009 bernomor polisi DK 1156 IS di wilayah Desa Kedayunan, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, tepatnya di depan Masjid Arohman, menuai keberatan dari pemilik kendaraan, (RR). Mobil yang disebut dibeli melalui pembiayaan WOM Finance tersebut diduga telah ditarik paksa oleh pihak ketiga yang disebut sebagai debt …

Karhula TNBBS Pesisir BARAT Disorot : 2 Hektare Terbakar, Kapolres Turun Langsung – Pembakar Hutan Jangan Berharap LOLOS!!!

- Banyuwangi

08 Okt 2026

PESISIR BARAT, NASIONALPOS.COM  — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Pekon Rata Agung, Kecamatan Lemong, Kabupaten Pesisir Barat, menjadi peringatan keras bahwa ancaman terhadap kawasan hutan tidak boleh dianggap sepele. Sekitar ±2 hektare kawasan hutan terdampak kebakaran, sementara dampak lingkungan masih dalam pendataan. Peristiwa tersebut diketahui pada Rabu, …

3 Hektare TNBBS Terbakar, Kapolres Pesisir Barat Turun Langsung: Jangan Main Api, Pembakar Hutan Bakal Diburu!!!

- Banyuwangi

07 Okt 2026

PESISIR BARAT, NASIONALPOS.COM  — Kebakaran yang melanda kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) di wilayah Pekon Rata Agung, Kecamatan Lemong, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. Sedikitnya ±3 hektare kawasan hutan dilaporkan terdampak, sehingga pengawasan dan pencegahan kebakaran susulan terus diperketat. Kapolres Pesisir Barat AKBP Rinto Haivan Simbolon, S.E., S.I.K., …

x
x