Home » Nasional » daerah » Muslim M Yatim Ajak Masyarakat Rawat Persatuan dalam Keberagaman

Muslim M Yatim Ajak Masyarakat Rawat Persatuan dalam Keberagaman

Primadoni,SH 20 Sep 2026 9

Padang, Nasionalpos. Com — Lebih dari 150 peserta dari berbagai paguyuban etnis dan kelompok masyarakat di Kota Padang mengikuti Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang digelar Anggota DPD RI sekaligus anggota MPR RI, H. Muslim Muhammad Yatim, L.C., M.M., bersama Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Sumatera Barat.

Kegiatan berlangsung di Aula HNI Cabang Padang, Jalan Pinang Sori, Ulak Karang, Kota Padang. Peserta datang dari berbagai latar belakang etnis yang selama ini hidup berdampingan dalam kehidupan masyarakat Kota Padang.

Sosialisasi tersebut menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara sekaligus mempererat silaturahmi di tengah kemajemukan masyarakat.

Dalam kegiatan itu, Senator Muslim M. Yatim menekankan pentingnya memperkuat pemahaman masyarakat terhadap Empat Pilar MPR RI sebagai bagian dari kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurutnya, keberagaman yang terdapat di tengah masyarakat Indonesia bukan sesuatu yang harus dipertentangkan. Perbedaan justru menjadi bagian dari kekayaan bangsa yang perlu dirawat melalui silaturahmi, komunikasi dan semangat kebersamaan.

Muslim M. Yatim juga mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat yang mengikuti kegiatan tersebut. Lebih dari 150 peserta dari berbagai paguyuban etnis hadir dan mengikuti rangkaian sosialisasi.

Peserta berasal dari berbagai paguyuban, di antaranya masyarakat Aceh, Batak, Melayu Riau, Melayu Kepulauan, Bengkulu, Minangkabau, Mandailing Natal, Sunda, Jawa, Madura, Bali, Palembang, Flores, Nias, Mentawai, India hingga Tionghoa.

Keberadaan berbagai kelompok tersebut menjadi gambaran kemajemukan masyarakat Kota Padang. Beragam etnis dengan latar belakang budaya dan daerah asal yang berbeda bertemu dalam satu ruang kebangsaan.

Pertemuan lintas etnis tersebut juga menjadi sarana membangun komunikasi dan saling mengenal antarwarga. Hal itu dinilai penting untuk menjaga hubungan sosial di tengah masyarakat yang majemuk.

FPK Sumbar Dorong Pembauran Kebangsaan

Ketua FPK Provinsi Sumatera Barat, Ir. H. Maman Sudarman, M.M., mengatakan FPK Sumatera Barat telah berusia 16 tahun. Selama perjalanan tersebut, FPK terus berupaya menjalankan berbagai kegiatan yang bertujuan memperkuat pembauran kebangsaan di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Kiprah ORARI Daerah Di Penghujung Tahun 2022

Menurut Maman, pembauran kebangsaan membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat. Karena itu, pertemuan yang mempertemukan berbagai paguyuban dan kelompok etnis menjadi salah satu sarana untuk membangun komunikasi dan kebersamaan.

Namun, kata Maman, pelaksanaan berbagai kegiatan FPK masih menghadapi sejumlah keterbatasan, termasuk dukungan anggaran.

“FPK Sumatera Barat sudah berusia 16 tahun. Di tengah berbagai keterbatasan, kami tetap berupaya melaksanakan kegiatan yang mempertemukan berbagai kelompok masyarakat untuk memperkuat pembauran kebangsaan,” ujar Maman.

Ia menjelaskan, keberadaan FPK merupakan amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 34 Tahun 2006 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pembentukan Forum Pembauran Kebangsaan di Daerah.

Selain itu, keberadaan FPK Sumatera Barat juga mengacu pada Peraturan Gubernur Sumatera Barat Nomor 22 Tahun 2008.

Menurut Maman, FPK menjadi salah satu wadah yang mendorong terciptanya pembauran kebangsaan di daerah.

Forum tersebut terdapat pada tingkat provinsi, kabupaten/kota hingga kecamatan serta desa, nagari dan kelurahan sesuai dengan kondisi pemerintahan daerah masing-masing.

Ia berharap pembauran kebangsaan terus diperkuat melalui kegiatan yang melibatkan berbagai kelompok masyarakat. Komunikasi antaretnis dinilai penting agar keberagaman dapat menjadi bagian dari kekuatan sosial masyarakat.

Otong Rosadi Paparkan Sejarah Bangsa dan Empat Pilar

Sementara itu, narasumber kegiatan, Dr. Otong Rosadi, S.H., M.Hum., memaparkan materi mengenai sejarah perkembangan bangsa dan negara Indonesia.

Ia menjelaskan, kehidupan manusia pada awalnya berkembang dari individu yang kemudian membentuk kelompok, kaum dan suku. Dalam proses perkembangan selanjutnya, kelompok-kelompok tersebut membentuk suatu bangsa.

“Bangsa kemudian mendeklarasikan dirinya melalui konstitusi, membentuk pemerintahan dan menjadi negara,” jelas Otong.

Menurutnya, Indonesia lahir dalam realitas masyarakat yang memiliki keberagaman suku, agama, budaya serta identitas sosial. Kondisi tersebut membutuhkan landasan bersama agar perbedaan tidak menjadi sumber perpecahan.

Baca Juga :  Kang Edwin Senjaya Soroti Tantangan Sosial dalam Geopolitik Indonesia

Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika menjadi Empat Pilar MPR RI yang terus disosialisasikan kepada masyarakat.

Pancasila merupakan dasar negara, UUD NRI Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara yang dipertahankan bersama, sedangkan Bhinneka Tunggal Ika menjadi semboyan yang mencerminkan persatuan dalam keberagaman.

“Perbedaan suku, agama dan budaya bukan alasan untuk terpecah. Justru keberagaman itu harus menjadi kekuatan untuk membangun persatuan Indonesia,” kata Otong.

Sosialisasi Berlangsung Interaktif
Sosialisasi berlangsung interaktif. Peserta tidak hanya mendapatkan pemaparan materi, tetapi juga terlibat dalam sesi diskusi mengenai kehidupan kebangsaan dan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman.

Dalam sesi diskusi, peserta mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan dan pandangan mengenai pembauran kebangsaan serta kehidupan masyarakat yang terdiri dari berbagai latar belakang etnis.

Senator Muslim M. Yatim juga memberikan kuis kepada peserta untuk menguji pemahaman mereka mengenai materi Empat Pilar MPR RI yang telah disampaikan.

Kegiatan dipandu Dr. Edo Andeson dan dihadiri sejumlah alim ulama, cendekiawan, tokoh adat, guru besar, tokoh masyarakat serta pengurus dan anggota berbagai paguyuban etnis di Kota Padang.

Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ruang silaturahmi lintas etnis. Beragam kelompok masyarakat yang hadir menunjukkan bahwa kemajemukan dapat menjadi ruang untuk membangun komunikasi, saling mengenal dan memperkuat kebersamaan.

Sosialisasi kemudian ditutup dengan foto bersama Senator Muslim M. Yatim, narasumber, Ketua FPK Sumatera Barat, moderator serta seluruh peserta.
Melalui kegiatan tersebut, pentingnya menjaga keberagaman dan memperkuat persatuan kembali ditekankan sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.***

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
DPK KNPI Deklarasikan Gerakan Antinarkoba, 400 Peserta Teken Petisi

Iyut Ermawati - Karawang

12 Sep 2026

SUKABUMI, NASIONALPOS.com — Komitmen melawan penyalahgunaan dan peredaran narkotika di kalangan generasi muda terus digaungkan di Kabupaten Sukabumi. Kali ini, Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Palabuhanratu mendeklarasikan Gerakan Antinarkoba “Pemuda Palabuhanratu Bersinar”. Deklarasi tersebut digelar di Lapang Cangehgar, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (12/9/2026), dan diikuti sekitar 400 peserta yang berasal dari berbagai …

Perkuat Sinergi Posbankum Nagari, Bagian Hukum Setda Pesisir Selatan Koordinasi dengan Polsek Koto XI Tarusan

Primadoni,SH

03 Sep 2026

Pesisir Selatan, Nasionalpos.com — Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) didampingi pihak Kecamatan Koto XI Tarusan melakukan koordinasi dengan Kepolisian Sektor (Polsek) Koto XI Tarusan dalam rangka memperkuat sinergi program Pos Bantuan Hukum (Posbankum) Nagari. Koordinasi tersebut membahas penguatan pelaksanaan Posbankum Nagari sebagai salah satu upaya memperluas akses masyarakat …

Polsek Bayang Amankan Terduga Pelaku Pencurian, Sejumlah Barang Bukti Turut Diamankan

Primadoni,SH

25 Agu 2026

Pesisir Selatan, Nasionalpos.com – Unit Reskrim Polsek Bayang, Polres Pesisir Selatan, berhasil mengamankan seorang terduga pelaku tindak pidana pencurian yang terjadi di Kampung Limau Asam, Kenagarian Asam Kamba, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Terduga pelaku Inisial RR  (36), Minang, beralamat di Kampung Limau Asam, Kenagarian Asam Kamba, Kecamatan Bayang, Kabupaten …

Mukerda III MUI Provinsi Jakarta Sudah Sukses di Laksanakan, MUI Siap Siaga Menyongsong Lima Abad Jakarta

dito

21 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Pada tanggal, 18-19 Agustus 2026 bertempat di Hotel Santika Premiere Hayam Wuruk Jakarta Barat, telah terselenggara Musyawarah Kerja Daerah ke 3 ( Mukerda III) MUI Provinsi DKI Jakarta dengan Mengusung tema “Khidmah Keumatan Menyongsong Lima Abad Jakarta”, acara ini menjadi agenda strategis untuk merumuskan program kerja dan memperkuat sinergi keumatan yang berada …

DPRD Pesisir Selatan Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Nota Perubahan KUA – PPAS 2026

Primadoni,SH

19 Agu 2026

Pessel, Nasionalpos.com — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) , Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menggelar Rapat Paripurna dalam rangka penyampaian Nota Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2026, Rabu (19/8/2026). Rapat paripurna tersebut berlangsung sebagai bagian dari tahapan pembahasan perubahan kebijakan anggaran …

Lapak Ayam Badai Gurih Hadir Perdana di Kota Padang, Sajikan Kuliner Kaki Lima Bercita Rasa Hotel

Zulwandi

18 Agu 2026

  Padang, Nasionalpos.com — Lapak Ayam Badai Gurih (ABG) resmi hadir perdana di Kota Padang, Sumatera Barat. Lapak kuliner tersebut berlokasi di Jalan Alai, tepatnya di depan SD 03 Kota Padang Sumatera Barat (Sumbar), dan menawarkan beragam menu dengan cita rasa yang terinspirasi dari pengalaman kuliner hotel. Acara perdana Lapak Ayam Badai Gurih (ABG) digelar …

x
x