- NasionalDesa Kalibarumanis “Ketuk Pintu” DPRD, Kebun Plasma Lonsum Dipertanyakan: Hak Warga Mandek???
- daerahWali Kota Bandung Dorong Sinergi Visioner LKP Hadapi Era Digital 5.0
- daerahIPAL Tidak sesui Sop, Puskesmas Cililin Verifikasi SLHS SPPG Batulayang
- daerahPanitia Musda Ke-III Resmi Buka Pendaftaran Bacalon Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pesisir Bara
- Top NewsKapolres Sumenep Sidak Minyakita di Pasar Anom Sumenep, Pastikan Stok Aman dan Harga Cukup Stabil

Jelang Putusan Sengketa Hasil Pilpres 2024, MPD Berharap Keputusan MK Lebih Utamakan Kepentingan Bangsa dan Negara
NasionalPos.com, Jakarta- Menjelang pembacaan putusan Mahkamah Konstitusi terhadap sengketa hasil Pilpres 2024, pada tanggal 22 April 2024 mendatang, nampak semakin banyak dukungan terhadap Mahkamah Konstitusi untuk memberikan keputusan seadil-adilnya dalam perkara sengketa hasil Pilpres 2024, dukungan tersebut juga datang dari kalangan aktivis maupun penggiat sosial kemasyarakatan, akademisi tergabung dalam Masyarakat Peduli Demokrasi, yang mengemukakan sikap tegas mendukung Mahkamah Konstitusi.
Dukungan terhadap Mahkamah Konstitusi dalam perkara sengketa hasil Pilpres 2024, di dorong oleh suatu situasi dari tuntutan masyarakat yang sangat merindukan keadilan, yang selama ini sangat dirasakan sulit di dapat di negeri ini, bahkan mengalami kebuntuan yang tidak menyelesaikan masalah,
Sehingga boleh dikatakan saat ini keadilan menjadi barang langka yang harus di perjuangkan, di raih dan di rasakan di negeri ini, nah momentum memperjuangkan keadilan dalam konteks pilpres sekarang ada di Mahkamah Konstitusi (MK) yang sedang menyidangkan perkara sengketa Hasil Pilpres 2024 ini, demikian disampaikan Amelia A Yani salah seorang inisiator yang juga ketua Masyarakat Peduli Demokrasi (MPD) kepada awak media, Sabtu, 20/4/2024 di Jakarta.
“Kami memandang bahwa MK telah melaksanakan tugas dengan baik dan sangat terbuka, serta telah memberikan kesempatan yang cukup luas kepada para pihak yang bersengketa selama proses jalannya persidangan yang di mulai sejak 27 Maret 2024 lalu,”ucap Amelia A Yani yang juga mantan Duta Besar Indonesia untuk Bosnia dan Herzegovina
Lebih lanjut Amelia A Yani menuturkan mencermati jalannya persidangan tersebut, nampaknya sekarang semua rakyat bergerak berdoa dengan damai agar para Hakim MK benar-benar memutus sengketa pilpres se-adil-adilnya demi tegaknya Demokrasi dan mengubur KKN se dalam-dalamnya. Tentunya dari 8 Hakim MK diharapkan dapat membuat keputusan yang adil sesuai tuntutan masyarakat termasuk dirinya yang sangat merindukan keadilan, dirinya juga mencermati berlangsungnya Semua persidangan di MK dan merasa Tuhan hadir dipersidangan dan para Hakim terlihat sangat mendukung apa yg diperjuangkan rakyat.
“Insyaalah Allah SWT mengetuk hati para hakim untuk membuat Keputusan sesuai harapan masyarakat, untuk itulah Kemaren Kami juga mengirimkan petisi ke MK sebagai sahabat atau teman Pengadilan dengan doa agar apa yang diperjuangkan rakyat Indonesia mendapat keputusan Hakim MK yang se adii-adilnya nya, semoga Tuhan menyertai para Hakim dan rakyat Indonesia, agar perjuangan kami tidak sia-sia. Amin amin YRA.”Tukas Amelia A Yani putri pahlawan revolusi Jenderal Ahmad Yani.
Sementara itu, di waktu yang hampir bersamaan di tempat terpisah, pengamat Sosial Politik Dr Kristiya Kartika kepada wartawan yang menghubunginya, ia mengatakan jalannya persidangan para Hakim MK, kita sebagai masyarakat tidak bisa mengetahui keseluruhan prosesnya.
Hanya saat masukan dari para Pengadu dan Saksi-saksi yang memiliki korelasi dengan kasus yg disidangkan Majelis Hakim MK ini, yg bisa di ketahui melalui pers, medsos dan media komunikasi lainnya, sedangkan Dari informasi yg beredar dan berkembang, suasana persidangan cukup bagus. Artinya Tim Hakim Konstitusi yg berjumlah 8 orang secara konsisten mencoba mendalami masukan yg ada. Ini terlihat dari sebagian Wawancara Anggota Majelis Halim MK, yang bersikap terbuka, obyektif dan kritis.
“Saya menilai suasana persidangan yg telah dilakukan saat mendengar masukan berbagai Pihak yg bertindak selalu Pengaju pesoalan hukum dan “sahabat pengadilan”, cukup terbuka. Hal ini antara lain cukup banyak juga Kelompok Masyarakat yang mendukung MK agar tetap semangat untuk mengambil keputusan yang kritis, konsisten pada peraruran Perundang-an yang berlaku dan menjunjung tinggi prinsip etika kebangsaan seperti Etika penyelenggaraan Pemerintahan, Etika budaya dan khususnya terkait dengan Etika Hukum Positip (hukum yang berlaku).”ucap Dr Kristiya Kartika yang juga salah seorang Inisiator dan anggota Masyarakat Peduli Demokrasi .
Menurut Dr Kristiya Kartika, saat ini tentunya seluruh rakyat Indonesia, sangat berharap Keputusan MK tegas dan adil. Dalam hal ini harus berani menyatakan adanya campur tangan Pemerintah secara tidak adil dan tidak etis atas penyelenggaraan Pemilu 2024,
Memang Mahkamah Konstitusi dengan Keputusan itu tidak otomatis bisa menjatuhkan/memberhentikan seorang Presiden, akan tetapi dengan Keputusan MK itu tidak menutup kemungkinan atau bahkan membuka peluang bagi DPR RI dan Lembaga-lembaga lainnya bisa mengambil langkah berdasarkan Keputusan MK tersebut, Sebagai bagian dari masyarakat, dirinya berharap Mahkamah Konstitusi membuat keputusan yang bijaksana obyektif, serta tidak menimbulkan konflik baru.
“Tapi yang lebih utama keputusan MK diharapkan menjadi pemicu tetap satunya bangsa ini ( tidak ada perpecahan) dan menjadikan Keputusan MK sebagai alat dan perangsang lahirnya pemimpin-pemimpin bangsa yang bijak, tidak otoriter, tidak mengutamakan dinasti dan keluarganya.”Tandasnya.
Di hari yang sama, pendapat senada dengan Dr Kristiya Kartika, juga disampaikan Martinus Johan Mosi yang juga anggota Masyarakat Peduli Demokrasi, kepada awak media, ia mengatakan Sidang MK kali ini menarik dan bagus, karena dalam waktu terbatas para Hakim sangat aktif mengatur waktu persidangannya dan juga sering terdengar suara Hakim MK yang tegas dan terasa adil sesuai dengan nilai-nilai keadilan yang ada dalam masyarakat.
“Saya kira jalannya persidangan MK pada perkara sengketa hasil pilpres 2024 sudah memenuhi harapan masyarakat, apalagi bila dibandingkan dengan MK saat dikendalikan pak Usman yang sangat buruk penuh nepotisme, kali ini MK seakan telah terlepas dari cengkraman penguasa”kata Martinus Johan Mosi.
Menurutnya, dari proses persidangan MK tersebut, dirinya berharap Mahakamah Konstitusi dapat membuktikan NKRI masih berdasarkan Hukum, kompetisi pilpres tiap lima tahun kedepannya akan lebih ‘bersih’, penegakkan hukum akan lebih mudah dan akan muncul Presiden baru yang pro rakyat, Presiden yang berani membatalkan hutang-hutang yang tak perlu atau mengandung banyak masalah supaya APBN bisa lebih didayagunakan bagi kesejahteraan rakyat, baik Kesehatan dan Pendidikan yang murah juga tempat tinggal yang terjangkau.
“Selama alasan putusan MK dapat diterima akal sehat maka protes-protes akan segera berhenti, namun bila alasannya dinilai tidak masuk diakal maka akan protes itu akan terus berlangsung dan cepat atau lambat akan menghadapi kemarahan rakyat, kemarahan itu tidak berarti terjadi amuk massa, tapi bisa dalam berbagai bentuk sikap, misalnya sikap pembangkangan, tidak bayar pajak, apatis dan skeptis terhadap hukum maupun kebijakan negara lainnya, dan ini lebih berbahaya daripada amuk massa yang hanya sesaat dan bisa dipadamkan.”tegas Martinus Johan Mosi.
Tidak hanya tiga narasumber saja yang dihubungi awak media, namun awak media juga menghubungi Djoko Purwongemboro yang juga inisiator dan anggota Masyarakat Peduli Demokrasi, kepada awak media, ia mengatakan bahwa kalau saja Bangsa Indonesia konsisten menerapkan Demokrasi Pancasila, maka tentunya tidak akan terjadi persengketaan hasil pilpres 2024, yang saat ini sedang di sidangkan oleh Mahkamah Konstitusi.
“Tapi kenyataannya telah terjadi reformasi kebablasan, adapun system kenegaraan telah di rubah tidak lagi menerapkan pembagian kekuasaan secara fungsional, melainkan pemisahan kelembagaan yang semakin rancu, sehingga tidak lagi bicara system dan nilai, tapi bicara kepentingan kelembagaan, kepentingan pribadi maupun kepentingan golongan, tidak lagi bicara kepentingan bangsa dan negara.”ungkap Djoko Purwongemboro
Akibatnya, lanjut Djoko Purwongemboro, tidak jarang terjadi konflik kepentingan yang menafikan kepentingan bangsa, negara maupun masyarakat, sehingga memicu konstestasi diberbagai bidang terutama bidang politik yang tidak sehat dengan menghalalkan segala cara melalui money politik dsb, kemudian berujung pada terjadinya sengketa yang mesti diselesaikan melalui proses pengadilan, seperti yang terjadi pada hasil pilpres 2024.
Adapun terkait sengketa hasil Pilpres 2024 ini, masyarakat hanya bisa berharap Mahkamah Konstitusi sebagai benteng keadilan terakhir dapat membuat Keputusan yang adil dengan memperhatikan fakta persidangan yang dilandasi dengan kemandirian, integritas, kejujuran, akuntabilitas, responsibilitas, keterbukaan, ketidak berpihakan dan perlakuan yang sama di hadapan hukum.
“ Kami mendukung sepenuhnya dan menaruh harapan kepada Mahkamah Konstitusi agar keputusan yang akan disampaikan pada 22 April 2024 mendatang, tidak menciderai demokrasi dan lebih mengutamakan kepentingan bangsa dan negara daripada kepentingan pribadi, keluarga maupun golongan, semoga.”pungkas Djoko Purwongemboro.
Kabiro Madura, Bambang Riyadi, S.H
21 Apr 2026
NASIONALPOS.com | Sumenep, Jatim – Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melaksanakan pengecekan langsung terhadap ketersediaan minyak goreng bersubsidi “Minyakita” di Pasar Anom Sumenep, Selasa (21/04/2026). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk pengawasan terhadap distribusi dan stabilitas harga bahan pokok, khususnya minyak goreng bersubsidi yang menjadi kebutuhan utama masyarakat. Dalam pengecekan tersebut, Kapolres didampingi sejumlah pejabat …
Admin Redaksi
21 Apr 2026
Nasionalpos.com/Musirawas Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Musi Rawas Firdaus Cik Olah singgung jalan provinsi yang berlubang saat Pimpin Paripurna HUT ke-83 Kabupaten Musi Rawas. Kondisi jalan provinsi yang berlubang tersebut berada di gapura perbatasan Musi Rawas dan Musi Rawas Utara. Pernyataan Ketua DPRD Musi Rawas yang menyindir jalan provinsi berlubang itu disampaikan saat menutup …
Kabiro Madura, Bambang Riyadi, S.H
21 Apr 2026
NASIONALPOS.com | SUMENEP, JATIM – Isu terkait penyaluran bantuan pangan Bulog tahun 2026 di Desa Pamolokan, Kecamatan Kota Sumenep, Kabupaten Sumenep, mendapat tanggapan langsung dari Sekretaris Desa (Sekdes) Pamolokan, RB. Moh. Anzar. Ia menilai informasi yang beredar di salah satu media tidak berimbang dan cenderung tendensius serta dinilai sesat dan menyesatkan. Dalam pemberitaan tersebut …
Admin Redaksi
21 Apr 2026
Nasionalpos.com/LUBUK LINGGAU – Satuan Binmas (Sat Binmas) Polres Lubuk Linggau terus menciptakan terobosan kreatif untuk mempererat kedekatan dengan masyarakat. Kali ini, sebuah program inovatif bernama “Bangkopling” (Sambang Kopi Keliling) resmi diluncurkan untuk menyentuh langsung para pejuang ekonomi di jalanan Kota Lubuk Linggau. Kegiatan yang bersifat mobile atau berkeliling ini dipimpin langsung oleh Kasat Binmas …
Admin Redaksi
18 Apr 2026
Garut,Nasionalpos.com Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, memimpin Rapat Koordinasi Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) tingkat Kabupaten Garut Tahun 2026 yang berlangsung di Ruang Rapat Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kamis (16/4/2026). Pertemuan ini membahas penguatan sinergi lintas sektor guna memastikan penataan aset tanah mampu memberikan keadilan sosial dan nilai …
Kabiro Madura, Bambang Riyadi, S.H
17 Apr 2026
NASIONALPOS.com | Papua – Pascaserangan mendadak dan mematikan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua, TNI bahkan menyiagakan kendaraan tempur taktis, salah satunya panser Anoa Pindad, di sejumlah titik PT Freeport Indonesia. Dengan mengenakan senjata lengkap, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, Letjen TNI Lucky Avianto, menyambangi Rest Area Mile 50 PT Freeport …
21 Nov 2024 1.717 views
NASIONALPOS.com II Banyuwangi, 20 November 2024 – Kasus penipuan dan pemerasan yang mengatasnamakan media Tribunnews kembali terjadi. Kali ini, pelaku yang diduga bernama Noviar Arya Putra, bersama dengan kontak bernama Tiara, berhasil menipu korban melalui aplikasi WhatsApp. Modus yang digunakan kali ini mengarah pada ancaman penyebaran video asusila yang direkam secara video call (VC). …
19 Sep 2025 1.408 views
Pesisir Selatan, Nasionalpos.com — Musyawarah Kabupaten (Muskab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), sukses digelar di Aula Kantor Camat Lengayang pada Kamis (18/9) siang. Acara tersebut dimulai pukul 13.30 WIB dan berlangsung hingga selesai dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan antar sesama insan pencak silat. Muskab kali ini …
17 Mei 2022 1.290 views
NasionalPos.com, Depok– Diperoleh informasi yang menyebutkan bahwa Pangdivif 1 Kostrad yang baru, Brigjen TNI Bobby Rinal Makmun sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Kodam (Kasdam) Jaya menggantikan Mayjen TNI Dedy Kusmayadi akan masuki masa Pensiun, secara resmi di lantik langsung oleh Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., dalam suatu upacara serah terima jabatan (Sertijab) …
23 Jul 2025 1.226 views
NasionaPos.com, Jakarta- Diperoleh informasi yang menyebutkan adanya indikasi oknum Kementerian Perhubungan RI yang di duga menciptakan suasana tidak kondusif untuk menyelesaikan permasalahan di kalangan ojol, Sinyalemen itu nampak ketika bakal di gelar nya FGD yang di laksanakan oleh Kementerian Perhubungan RI yang nampak nya mengundang para pihak yang selama ini berkaitan erat dengan permasalahan …
28 Jul 2025 1.221 views
NasionalPos.com, Jakarta- Koperasi Merah Putih, sebuah gerakan ekonomi berbasis desa yang diinisiasi oleh pemerintah, mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Koperasi ini sungguh sungguh sebagai solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama yang bertinggal di wilayah pedesaan, dan bahkan bisa mengurangi ketergantungan pada tengkulak serta rentenir, demikian di sampaikan Faris Galuh Pratama Koordinator Gerakan Masyarakat Berdikari …
09 Jul 2025 1.183 views
NasionalPos.com, Jakarta- Totok Ketua Forum Mahasiswa Jakarta Peduli Perumahan Rakyat, kepada wartawan, ia mengatakan bahwa dirinya mendapatkan informasi telah terjadi kekerasan itu terjadi bukan hanya sekali, namun berulang kali dialami warga pemilik dan penghuni Rusunami Gading Nias Residence, Kelapa Gading (hanya sekitar 10% warga sesuai klaim dari Pengurus PPPSRS), dan nampaknya kejadian itu sudah berlangsung …
31 Okt 2024 1.088 views
Banyuwangi – Nasionalpos.com ll Gerah terhadap pemberitaan yang menyudutkan Muhammad Murni (35) warga Kelurahan Klatak Kecamatan Kalipuro Kab Banyuwangi dengan judul berita ” Aksi Koboy Warga Todong Menggunakan Senpi Ke Jukir” menggelar jumpa pers dengan beberapa awak media di Banyuwangi . Jumpa pers itu di geber , Kamis (31/10/2024) siang di warung Mbok Judges …



Comments are not available at the moment.