- daerahFKPPI Kota Bandung Gelar Halal Bihalal dan Pererat Silaturahmi
- daerahPlaza Haji Al Qosbah Hadirkan Sensasi Manasik Haji, Umrah, dan Naik Unta
- Top NewsWakil Bupati berharap kegiatan undian ini dapat semakin memotivasi masyarakat untuk meningkatkan budaya menabung
- Top NewsDPRD Musi Rawas Gelar Paripurna Penyampaian Nota Pengantar LKPJ Bupati Tahun Anggaran 2025
- Top NewsKetua DPRD Musi Rawas Hadiri Musrenbang Dalam Rangka Penyusunan RKPD Tahun 2027

Circular Economy : Keberlanjutan Pembangunan Sebagai Asta Cita Indonesia
NasionalPos.com, Jakarta- Menjelang memasuki era pemerintahan baru hasil pilpres 2024 lalu, tentunya di butuhkan strategi perekonomian seiring dengan perkembangan peradaban, yang saat ini sedang dihadapkan pada persoalan lingkungan hidup,
Adapun pilihan yang tepat untuk penerapan system ekonomi yang menjawab perkembangan peradaban dunia, adalah dengan menerapkan Economy Sirkular di Indonesia telah diintegrasikan dalam dokumen perencanaan pembangunan nasional, dimana pada rancangan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045, Economy sirkular akan menjadi salah satu strategi dalam mencapai Economy Hijau, demikian disampaikan Cornelius Corniado Ginting, S.H Founder Center of Economic and Law Studies Indonesia Society (CELSIS) kepada awak media, Jumaat, 16/8/2024 di Jakarta.
“ Saat ini, sistem ekonomi di Indonesia masih menggunakan model linear, model yang tidak berkelanjutan untuk jangka panjang karena pendekatan sistem linear menggunakan pendekatan “ambil-pakai-buang”, dan jika ini terus menerus di terapkan, maka bakal mengancam kelestarian lingkungan hidup maupun sumber daya alam yang ada di bumi Indonesia.” Ungkap Cornelius
Oleh karena itu, lanjut Cornelius, untuk mencegah ancaman terhadap bahaya rusaknya bumi beserta sumber daya alam yang terkadung di dalamnya, Dalam upaya mneingkatkan ketahanan Ekonomi Nasional, sudah saatnya pemerintah Indonesia berkomitmen untuk tidak hanya memperkuat kondisi ekonomi sebagaimana sebelum krisis akibat pandemi covid-19, namun juga ke kondisi yang jauh lebih baik (build back better). Salah satu upaya untuk memenuhi komitmen tersebut adalah dengan melakukan transformasi ekonomi ke arah yang lebih “hijau” atau sering disebut dengan ekonomi sirkular.
Sementara itu, Konsep Circular Economy tidak hanya mendesain model industri menggunakan prinsip zero waste, konsep ini juga mementingkan faktor social dan penyedian sumber daya serta energi yang berkelanjutan .Upaya pengelompokan limbah dari limbah yang berbaya hingga limbah yang tidak berbahaya dapat membantu implementasi konsep Economy ini. Limbah yang telah dikelompokkan atau dipilih membantu pengolahan dengan mudah dan cepat.
“Ketika barang tersebut dianggap tidak memiliki value atau nilainya lagi, dengan model Economy sirkuler, barang di daur ulang untuk diubah menjadi produk yang baru tanpa menjadikannya limbah tak ternilai yang bisa membahayakan lingkungan. Dengan model Economy ini, keberadaan limbah sebisa mungkin dihapuskan karena Circular Economy berupaya untuk menggunakan energy terbarukan.”ucap Cornelius.
Lebih lanjut Cornelius menjelaskan bahwa berdasarkan hal tersebut, Economy sirkular lebih luas dari sekedar pengelolaan sampah dan daur ulang. Prinsip utama Economy sirkular mencakup: (1) Eliminasi limbah/sampah dan pencemaran, (2) Menjaga sumber daya/produk di dalam siklus Economy dalam jangka waktu yang selama mungkin, dan (3) Membangun ekosistem yang regeneratif.
Dalam penerapan ekonomi sirkular, produk dan material dipertahankan melalui proses seperti pemeliharaan, penggunaan kembali, perbaikan, produksi ulang, daur ulang, dan pengomposan. Ekonomi sirkular memisahkan hubungan linear antara aktivitas ekonomi dan konsumsi sumber daya, sehingga pada akhirnya meskipun ekstraksi sumber daya berkurang, pertumbuhan Economy tetap dapat meningkat.
“Konsep ini tentunya bukan hanya pengelolaan limbah tetapi juga selanjutnya menggunakan proses produksi dimana bahan baku dapat digunakan berulang-ulang sehingga tentu akan terjadi saving yang besar terutama untuk sumber daya alam, namun secara operasional, ekonomi sirkular didefinisikan sebagai model Ekonomi yang menerapkan pendekatan sistemik untuk meminimalkan penggunaan sumber daya, mendesain suatu produk agar memiliki daya guna selama mungkin, dan mengembalikan sisa proses produksi dan konsumsi ke dalam rantai nilai.”Jelas Cornelius.
Faktanya, imbuh Cornelius, saat ini penerapan Economy sirkular di Indonesia telah diprioritaskan pada 5 (lima) sektor utama, yaitu pangan, retail (fokus pada kemasan plastik), elektronik, konstruksi, dan tekstil. Kelima sektor prioritas ini merepresentasikan hampir 1/3 PDB Indonesia dan menyediakan pekerjaan pada lebih dari 43 juta orang pada tahun 2019.
Implementasi ekonomi sirkular di Indonesia diproyeksikan dapat meningkatkan PDB hingga kisaran 638 triliun rupiah pada tahun 2030, menciptakan 4,4 juta lapangan kerja baru hingga tahun 2030, mengurangi timbulan limbah sebesar 18-52% pada Business as Usual pada tahun 2030, dan berkontribusi menurunkan emisi GRK sebesar 126 juta ton CO2.
Aksi itu pun, sambung Cornelius, selaras dengan implementasi dari sebagian besar upaya mewujudkan the 10 year framework of programmes (10-FTP) on Sustainable Consumption and Production Patterns di tingkat global dan Kerangka Kerja Strategi Pencapaian Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan Indonesia Tahun 2020-2030
Untuk itulah, maka kebijakan Economy sirkular telah diintegrasikan di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2020– 2024 melalui Prioritas Nasional (PN) 1: Penguatan Ketahanan Economy untuk Pertumbuhan yang Berkualitas dan (PN) 6: Membangun Lingkungan Hidup, Meningkatkan Ketahanan Bencana dan Perubahan Iklim. Economy sirkular ini juga berkaitan erat dengan 3 (tiga) dari 5 (lima) sektor Pembangunan Rendah Karbon, yaitu pembangunan energi berkelanjutan, penanganan limbah, dan pengembangan industri hijau.
Bukan hanya itu, menurut Cornelius, adalah langkah yang tepat apabila Pada rancangan pembangunan 20 tahun ke depan atau Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045, Economy sirkular menjadi salah satu arah kebijakan di dalam Agenda Pembangunan Transformasi Economy, khususnya Tujuan 5: Penerapan Economy Hijau. RPJPN 2025–2045 kemudian diturunkan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 dimana Economy sirkular menjadi salah satu Program Prioritas (PP). Economy Sirkular Industri pada RPJPN 2025- 2029 dilaksanakan melalui 4 (empat) Kegiatan Pembangunan yaitu: (1) Penerapan Efisiensi Sumber Daya, (2) Pengembangan Produk Ramah Lingkungan, (3) Penerapan Guna Ulang dan Perpanjangan Masa Pakai Produk dan Material, serta (4) Penguatan Ekosistem Daur Ulang.
“Sedangkan mengenai Capaian Economy sirkular di Indonesia dapat diukur menggunakan 3 (tiga) indikator utama. Indikator utama adalah indikator sirkularitas yang memungkinkan pengukuran upaya dan kinerja Economy sirkular yang terkait langsung dengan penggunaan sumber daya (seperti air, material bahan baku, energi), pengelolaan limbah, dan produksi energi terbarukan dari limbah. Indikator utama dibagi menjadi tiga” ucap Cornelius
Cornelius juga menjelaskan bahwa tiga indicator itu adalah Tingkat Input Material Sirkular (Circular Input Rate), Indikator ini mengukur efisiensi penggunaan sumber daya dalam produksi barang atau jasa. Yang tidak hanya mencakup penggunaan bahan daur ulang tetapi juga bahan yang digunakan kembali – termasuk reuse, refurbish, remanufaktur, dan penggunaan bahan terbarukan dalam sebuah produk. Indikator ini serupa dengan ‘tingkat penggunaan secondary raw material’ dan ‘konten daur ulang’, namun memiliki cakupan yang lebih luas yang mempertimbangkan semua jenis penggunaan bahan sekunder,
Kemudian indikator ke dua adalah Tingkat Daya Guna (Usage Rate) yang mengacu pada masa pakai suatu produk sebelum produk tersebut selesai digunakan/dikonsumsi. Produk yang tahan lama berkontribusi pada Economy sirkular dengan memperpanjang jeda waktu antara pembuatan dan pembuangan, sehingga mengurangi frekuensi ekstraksi sumber daya dan pembuangan.
Daya guna mencakup prinsip R3-Reuse, R4- Repair, R5-Refurbish, R6-Remanufacture, dan R7-Repurpose. Sebagai catatan, penerapan kelima Prinsip yang berkontribusi pada tingkat daya guna tidak selalu berlaku secara keseluruhan di masing-masing sektor, karena akan tergantung dari karakteristik material dan produk yang menjadi objek penerapannya. Contohnya, aksi pada sektor pangan terbatas hanya pada prinsip Repurpose (R7), yang dilaksanakan dalam bentuk penyelamatan pangan
Sedangkan indikator ke tiga adalah Tingkat Daur Ulang (Recycling Rate) yang menunjukkan seberapa efektif suatu sistem mengelola sisa produk dan material yang sudah habis masa pakainya, lalu mengubah material tersebut kembali menjadi bentuk yang dapat digunakan dan dimanfaatkan. Indikator ini mencakup tingkat pengumpulan sisa material dan tingkat daur ulang (R8-Recycle), dan tingkat pemulihan (R9-Recover).
“ Dari ketiga indicator tersebut, tentunya dapat mendorong Penerapan Economy sirkular di Indonesia diarahkan pada 3 (tiga) kebijakan utama, yaitu (1) penurunan penggunaan sumber daya, dimana dalam penerapan terdiri dari Penurunan penggunaan sumber daya dan material diterapkan melalui prinsip 9R khususnya R0-Refuse, R1-Rethink, dan R2-Reduce. “tukas Cornelius
Selain itu, sambung Cornelius, penerapan prinsip-prinsip tersebut juga terkait dengan kegiatan sebelum dan selama fase produksi, seperti desain produk, pemilihan material, dan penentuan model bisnis/kegiatan (2) perpanjangan daya guna produk dan material, terkait dengan meningkatkan daya guna produk dan material diwujudkan dengan implementasi prinsip 9R: R3-Reuse, R4-Repair, R5- Refurbish, R6-Remanufacture, dan R7-Repurpose. dan (3) Peningkatan daur ulang dan pemanfaatan sisa produksi dan konsumsi.
Yaitu dalam hal peningkatan daur ulang dan pemanfaatan sisa produksi dan konsumsi diwujudkan dengan implementasi prinsip 9R, yaitu R8-Recycle dan R9-Recover. Arah kebijakan Ekonomi sirkular tersebut menjadi acuan dalam perancangan strategi transisi serta menentukan aksi dan implementasi Ekonomi sirkular yang terukur pada lima sektor prioritas dan faktor pendukungnya.
“Keberadaan dan tantangan dalam penerapan Economic Sikuler menjadi hal penting untuk segera di optimalkan secara terintergrasi, namun demikian Tentunya terdapat beberapa tantangan utama dalam melakukan transformasi ekonomi. Salah satu tantangan terbesar adalah kapasitas kelembagaan serta akses finansial dan teknologi yang diperlukan untuk pengembangan teknologi hijau. Diestimasi, investasi modal tahunan yang dibutuhkan untuk Ekonomi Sirkular berkisar Rp308 triliun atau USD 21,6 miliar.”tandasnya.
Dari kondisi tantangan tersebut, ia berharap agar dalam ekosistem ekonomi sirkuler dapat berjalan sesuai arah dan rancangan kebijakan diantaranya yaitu : pertama, Kelembagaan dan Regulasi menjadi hal penting dan mendasar karena dimensi ini mengevaluasi efektivitas kerangka kebijakan, peraturan mekanisme, dan dukungan kelembagaan yang mendukung praktik Ekonomi sirkular.
Penilaian aspek ini mencakup kepatuhan wajib terhadap peraturan dan kepatuhan sukarela dengan standar dan pedoman teknis.kedua adalah Pendanaan dan Insentif, terkait hal tersebut dimana pendanaan dan insentif menjadi penilaian yang mencakup ketersediaan dan penggunaan dana secara strategis, insentif, dan skema investasi yang dirancang untuk mendorong inisiatif Economy sirkular. Ketiga adalah Infrastruktur, Teknologi, & Manajemen Data , terkait hal ini untuk untuk mengukur keberadaan dan kualitas infrastruktur fisik dan teknologi yang diperlukan agar Economy sirkular dapat berjalan dan berfungsi secara optimal.
Hal ini juga menilai sistem pengelolaan data yang mencakup mekanisme pengumpulan, pengolahan, dan penggunaan data untuk menginformasikan pengambilan keputusan dan meningkatkan capaian indikator utama. Keempat, Komunikasi, Edukasi, dan Kesadaran, merupakan bagian terpenting untuk menggambarkan tingkat pemahaman dan kesadaran masyarakat.
Sosialisasi Economy sirkular dalam program pendidikan , serta kerjasama Antara lembaga K/L serta stakeholder strategis antara Swasta dan Pemerintah/BUMN. Kelima adalah Aksi dan Inisiatif, merupakan cara terbaik untuk melihat langkah-langkah dan program konkrit yang telah dilakukan organisasi, dunia usaha, dan badan pemerintah telah menerapkannya untuk mewujudkan hal tersebut prinsip-prinsip Economy sirkular.
Terkait dengan hal tersebut, maka Cornelius juga berharap agar Circular Economy menjadi Value penting sebagai modal pembangunan berkelanjutan bagi Presiden terpilih nantinya agar Indonesia mampu mengatasi problem yang selama ini belum tersentuh dan dituangkan dalam arah dan kebijakan nasional, hal ini menjadi perhatian program 5 tahun kedepan untuk menekan segala resiko yang terjadi termasuk pemanfaatan dan pengolahaan terkait masalah sampah .Transformasi menuju Circular Economy menjadi penting bagi Indonesia karena akan membawa banyak dampak positif, baik bagi lingkungan serta pertumbuhan berbagai sektor pembangunan dimasa depan.
“Selain dapat meningkatkan pertumbuhan PDB Indonesia, kami sangat berharap penerapan konsep Circular Economy juga dapat berpotensi menghasilkan 4,4 juta tambahan lapangan pekerjaan, dimana tiga perempatnya memberdayakan perempuan dengan kesempatan yang lebih baik pada tahun 2030 mendatang, semoga.”pungkas Cornelius mengakhiri perbincangan dengan wartawan.
Suryana Korwil Jabar
13 Apr 2026
Kota Bandung, NasionalPos.com – Di tengah kekhawatiran akan kenaikan harga energi dunia dan dinamika konflik geopolitik yang memengaruhi rantai pasok tekstil garmen dunia, Indonesia dan India bekerjasama untuk mewujudkan pertumbuhan utama industri tekstil dan garmen dunia. Gejolak perang Iran dengan US dan Israel telah mengakibatkan melambungnya harga bahan bakar dunia, termasuk meningkatkan harga bahan baku …
dito
12 Apr 2026
NasionalPos.com, Jakarta – Perwakilan dari 27 calon jamaah umroh yang gagal berangkat ke tanah suci , dengan di Damping Kuasa Hukum dari LBH Madani Berkeadilan kembali mendatangi kediaman Rodianah selaku Pemilik PT. Arrasyid Amanah Travel yang beralamat di Jl. H. Taimin No. 14 Kelurahan Tugu Selatan Kecamatan Koja Jakarta Utara, untuk menuntut hak-haknya yang sampai …
Dewi Apriatin
11 Apr 2026
*Dua Tahun Tanpa Keadilan: Skandal Mandeknya Kasus Pengeroyokan Jurnalis Ivan Afriandi di Polres Majalengka* Majalengka – Sebuah potret buram penegakan hukum kembali tersaji di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Ivan Afriandi, seorang jurnalis dari media Jurnal Investigasi, hingga kini (11 April 2026) masih terkatung-katung dalam ketidakpastian hukum. Lebih dari dua tahun sejak laporan resmi dilayangkan …
Dewi Apriatin
10 Apr 2026
Boyolali — Ketua DPRD Boyolali Susetya Kusuma DH.SH. menyatakan dukungan penuh terhadap rencana penyelenggaraan Hari Kebebasan Pers Sedunia (HKPS) 2026 dan Musyawarah Nasional Sekretariat bersama Wartawan Indonesia (Munas SWI) 2026. Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi dari panitia penyelenggara di Kantor DPRD Boyolali, pada kamis (09/04/2026). Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPRD Boyolali menyambut baik agenda …
Hery
21 Mar 2026
Bekasi,NasionalPos — Pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah di Masjid Izzatul Islam, kawasan Grand Wisata, berlangsung khidmat dan aman berkat dukungan pengamanan dari komunitas lintas agama yang tergabung dalam Forum Persaudaraan Kerukunan Umat Beragama Grand Wisata (FPKUB GWS). Sejak pagi hari, ratusan jamaah telah memadati area masjid untuk menunaikan ibadah Sholat Ied. Di …
dito
17 Mar 2026
Nasional pos.com, Jakarta- Ketua Umum Forum Kekeluargaan Relawan Pemuda Nusantara (FK REPNUS), Faisal Nasution, menyatakan dukungan penuh terhadap komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam melakukan pembenahan sistem pengelolaan sampah secara mendasar. Hal ini merespons ajakan Gubernur DKI Jakarta yang menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam gerakan memilah sampah dari sumbernya. Faisal Nasution menegaskan bahwa persoalan sampah …
21 Nov 2024 1.693 views
NASIONALPOS.com II Banyuwangi, 20 November 2024 – Kasus penipuan dan pemerasan yang mengatasnamakan media Tribunnews kembali terjadi. Kali ini, pelaku yang diduga bernama Noviar Arya Putra, bersama dengan kontak bernama Tiara, berhasil menipu korban melalui aplikasi WhatsApp. Modus yang digunakan kali ini mengarah pada ancaman penyebaran video asusila yang direkam secara video call (VC). …
19 Sep 2025 1.399 views
Pesisir Selatan, Nasionalpos.com — Musyawarah Kabupaten (Muskab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), sukses digelar di Aula Kantor Camat Lengayang pada Kamis (18/9) siang. Acara tersebut dimulai pukul 13.30 WIB dan berlangsung hingga selesai dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan antar sesama insan pencak silat. Muskab kali ini …
17 Mei 2022 1.284 views
NasionalPos.com, Depok– Diperoleh informasi yang menyebutkan bahwa Pangdivif 1 Kostrad yang baru, Brigjen TNI Bobby Rinal Makmun sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Kodam (Kasdam) Jaya menggantikan Mayjen TNI Dedy Kusmayadi akan masuki masa Pensiun, secara resmi di lantik langsung oleh Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., dalam suatu upacara serah terima jabatan (Sertijab) …
23 Jul 2025 1.218 views
NasionaPos.com, Jakarta- Diperoleh informasi yang menyebutkan adanya indikasi oknum Kementerian Perhubungan RI yang di duga menciptakan suasana tidak kondusif untuk menyelesaikan permasalahan di kalangan ojol, Sinyalemen itu nampak ketika bakal di gelar nya FGD yang di laksanakan oleh Kementerian Perhubungan RI yang nampak nya mengundang para pihak yang selama ini berkaitan erat dengan permasalahan …
28 Jul 2025 1.213 views
NasionalPos.com, Jakarta- Koperasi Merah Putih, sebuah gerakan ekonomi berbasis desa yang diinisiasi oleh pemerintah, mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Koperasi ini sungguh sungguh sebagai solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama yang bertinggal di wilayah pedesaan, dan bahkan bisa mengurangi ketergantungan pada tengkulak serta rentenir, demikian di sampaikan Faris Galuh Pratama Koordinator Gerakan Masyarakat Berdikari …
09 Jul 2025 1.174 views
NasionalPos.com, Jakarta- Totok Ketua Forum Mahasiswa Jakarta Peduli Perumahan Rakyat, kepada wartawan, ia mengatakan bahwa dirinya mendapatkan informasi telah terjadi kekerasan itu terjadi bukan hanya sekali, namun berulang kali dialami warga pemilik dan penghuni Rusunami Gading Nias Residence, Kelapa Gading (hanya sekitar 10% warga sesuai klaim dari Pengurus PPPSRS), dan nampaknya kejadian itu sudah berlangsung …
31 Okt 2024 1.084 views
Banyuwangi – Nasionalpos.com ll Gerah terhadap pemberitaan yang menyudutkan Muhammad Murni (35) warga Kelurahan Klatak Kecamatan Kalipuro Kab Banyuwangi dengan judul berita ” Aksi Koboy Warga Todong Menggunakan Senpi Ke Jukir” menggelar jumpa pers dengan beberapa awak media di Banyuwangi . Jumpa pers itu di geber , Kamis (31/10/2024) siang di warung Mbok Judges …



Comments are not available at the moment.