Home » Nasional » daerah » Hari Raya Idul Fitri 1446 H Momentum Kembalinya Harmonisasi Kehidupan Warga Jakarta

Hari Raya Idul Fitri 1446 H Momentum Kembalinya Harmonisasi Kehidupan Warga Jakarta

dito 29 Mar 2025 82

Nasionalpos.com, Jakarta-

Hari Raya Idul Fitri dimaknai sebagai hari pengembalian ke fitrah manusia, fitrah yang suci, tanpa dosa, bersih, penuh cinta dan kasih sayang.
Hal tersebut selaras dengan konsep asal muasal manusia yang ketika masih bayi adalah suci bersih tanpa noda; kemudian setelah menapakkan kaki ke dunia nyata, bayi yang suci tersebut seiring waktu akan bergelimang dengan dosa dan kesalahan, demikian disampaikan H N. Rudyanto Dharmawan, SH Ketua Satkar Ulama Kota Administrasi Jakarta Barat kepada wartawan, Sabtu, 29/3/2025 di Jakarta.
“Maka, di Hari Raya Idul Fitri ini sudah sepantasnya, dengan segenap hati kita dapat saling memaafkan; sekaligus memohon ampunan kepada Allah SWT, atas segala khilaf dan dosa yang telah memberikan warna kelam dalam hidup kita.” ucap Bang Moo panggilan akrab N Rudyanto Darmawan.
Menurut Bang Moo, bahwa fitrah manusia yang suci dan memiliki potensi untuk menebar kebaikan selaras dengan ajaran Nya, agar manusia dapat senantiasa berbuat kebaikan dan mewujudkan kehidupan yang menjamin ketentraman dan keselamatan bagi seluruh penduduk bumi ini. Maka, sudah menjadi tugas manusia untuk saling memaafkan dan berbuat baik kepada sesama demi terciptanya kehidupan yang penuh dengan kedamaian.
“Moment hari Raya Idul Fitri diharapkan mampu menjadi titik persatuan atas segala perbedaan, termasuk perbedaan pendapat, dan perbedaan pilihan politik pada Pilkada Daerah Khusus Jakarta 2024, kemudian persatuan itu menjadi modal utama dalam penyelenggaraan pembangunan di DKJ di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung” tukas Bang Moo yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Partai Golkar Kota Adm Jakarta Barat.
Makna memaafkan, lanjut Bang Moo, yang disadari dengan benar akan mengantarkan manusia pada langkah perdamaian yang mampu menyatukan perbedaan.
Bang Moo juga menegaskan bahwa Di Hari nan Fitri, sebaiknya dapat menjadi refleksi dan saling mengevaluasi diri, agar mampu menemukan titik terang dalam menghadapi segala bentuk permasalahan, konflik, tantangan, hambatan dan sebagainya di masa kini maupun di masa mendatang, terutama dalam perhelatan Pembangunan demi terwujudnya kesejahteraan bersama yang berkeadilan sosial.
“Untuk membentuk sikap dapat saling memaafkan dan kemudian menjalin menjadi semangat persaudaraan yang kuat sebagai sesama warga Jakarta, memang bukan hal yang mudah, upaya tersebut membutuhkan proses melalui pendekatan persuasif, psikologis, historis dan bahkan pendekatan religius, serta tentunya pendekatan ideologis Pancasila, yang merupakan konsensus nasional dan mendasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.” Tandas Bang Moo.
Selain itu, Bang Moo juga mengingatkan bahwa Hari Raya Idul Fitri bukan hanya menampilkan pakaian baru, sarung baru dan baju koko baru, tapi utamanya adalah penampilan baru sebagai manusia, makhluk Tuhan YME, Allah SWT agar dapat lebih baik tingkat keimanan kepada Yang Maha Kuasa, dan berperilaku lebih baik terhadap sesama manusia.
“Oleh karena itu, mari kita jadikan momentum 1 Syawal 1446 H untuk menyelesaikan masalah yang menghambat terjalinnya keharmonisan hubungan, dan terus menjalin komunikasi yang baik dengan seluruh komponen warga Jakarta agar terwujud langkah yang sama dalam membangun dan memajukan Kota Jakarta sebagai kota berkarakter religius.” Pungkas Bang Moo.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Iman Lestariyono Dorong Penguatan Pariwisata Berbasis Harmoni Alam dan Budaya

Suryana Korwil Jabar

02 Mei 2026

Kota Bandung, NasionalPos.com – Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandung, H. Iman Lestariyono, S.Si., S.H., mendorong penguatan sektor pariwisata berbasis harmonisasi antara potensi alam dan budaya sebagai keunggulan utama daerah dalam meningkatkan daya saing di tengah persaingan global. Hal tersebut disampaikan dalam sambutan pada kegiatan West Java Travel Heritage 2026 bertajuk “Dengan Harmoni Budaya Kita …

Pemerintah Percepat Penertiban 4.046 Perlintasan Sebidang di Seluruh Indonesia

ardi

01 Mei 2026

Jakarta,NasionalPos – Pemerintah bergerak cepat menindaklanjuti insiden kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Bekasi Timur. Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan penertiban menyeluruh perlintasan sebidang di seluruh Indonesia guna meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api. Menindaklanjuti arahan tersebut, Kementerian Perhubungan bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan mempercepat penertiban perlintasan sebidang dengan skala prioritas. “Sebagaimana …

Dinas Perpustakaan Kota Bandung Gelar Gala Final Pemilihan Duta Baca 2026

Suryana Korwil Jabar

30 Apr 2026

Bandung, NasionalPos.com – Dinas Perpustakaan Kota Bandung menggelar Gala Final Pemilihan Duta Baca Kota Bandung 2026 dengan mengusung tema “Peran Strategis Duta Baca dalam Pengembangan Budaya Literasi di Lingkup Keluarga”. Kegiatan ini berlangsung di Aula Balairung Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung, Kamis (30/04/2026). Acara tersebut di hadiri oleh Wali Kota Bandung H. Muhammad Farhan …

Aktifitas Lapangan Padel Dianggap Mengganggu, Jalan Sutami Mengadu Ke Komisi I

Suryana Korwil Jabar

30 Apr 2026

Kota Bandung, NasionalPos.com – Komisi I DPRD Kota Bandung menerima dua audiensi dari perwakilan warga, di Ruang Rapat Komisi I DPRD Kota Bandung, Rabu, 29 April 2026. Penerimaan audiensi itu dipimpin Ketua Komisi I DPRD Kota Bandung, Radea Respati Paramudhita, dan dihadiri Anggota Komisi I DPRD Kota Bandung, Ahmad Rahmat Purnama, A.Md., Ir. H. Kurnia …

Negara di Era Perang Narasi; Polarisasi Agama: Retak yang Dipelihara (3 – End)

Dhio Justice Law

29 Apr 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Polarisasi tidak selalu terjadi dengan sendirinya. Sering kali, ia dibentuk—lalu dipelihara. Dalam lanskap politik kontemporer, konflik jarang lahir dari ruang hampa. Ia dirancang melalui narasi, diperkuat oleh repetisi, lalu dilegitimasi oleh emosi kolektif. Di titik inilah agama menjadi variabel yang paling sensitif sekaligus …

Lomba Baca Puisi Tingkat SD dan Talk show Sastra Di Gelar Jaker Kudus

dito

29 Apr 2026

NasionalPos.com, Kudus- Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) Kabupaten Kudus menggelar diskusi/talkshow sastra bertajuk “Sastra Untuk Negeri” dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Sabtu (25/4/2026), di Sidji Coffee, Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus.   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini mengangkat Tema Sastra (Puisi) Untuk Negeri Sub tema “Menemukan Makna Dalam Setiap Karya”   Serta …

x
x