Home » Nasional » Jalan Pantura dan Gumitir di Banyuwangi Macet “Lumpuh”, Puskaptis minta Tour de Ijen di batalkan!!

Jalan Pantura dan Gumitir di Banyuwangi Macet “Lumpuh”, Puskaptis minta Tour de Ijen di batalkan!!

- Banyuwangi 24 Jul 2025 338

BANYUWANGI, NASIONAL POS –

Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (PUSKAPTIS) Banyuwangi secara resmi mengirimkan surat pemberitahuan kepada Kapolresta Banyuwangi mengenai rencana aksi demonstrasi penolakan terhadap pelaksanaan Tour de Banyuwangi Ijen (TDBI) 2025. Aksi tersebut dijadwalkan akan berlangsung pada Rabu, 30 Juli 2025, dengan melibatkan sekitar 1.000 peserta.

Dalam surat bernomor 028/PUSKAPTIS/VII/2025 tertanggal 23 Juli 2025 itu, PUSKAPTIS menyatakan bahwa pelaksanaan Tour de Banyuwangi Ijen selama ini justru menimbulkan beban pengeluaran daerah yang lebih besar dibandingkan manfaat ekonominya. Mereka menilai bahwa kegiatan tersebut tidak memberikan dampak signifikan bagi masyarakat luas, namun justru menyebabkan kemacetan parah akibat penutupan akses utama seperti jalur Gumitir dan wilayah ASDP Ketapang.

Baca Juga :  Pasar Di Brebes Terapkan E-Retribusi, Untuk Minimalisir Kebocoran

“Penutupan jalur akibat kegiatan ini membuat wilayah Banyuwangi macet total (lumpuh), mengganggu distribusi logistik serta berdampak pada perekonomian Banyuwangi yang kami hitung menurun hingga Rp164 miliar,” demikian bunyi keterangan dalam surat tersebut.

Aksi demonstrasi bertajuk “Menolak Tour de Banyuwangi Ijen 2025” ini akan dimulai pukul 10.00 WIB dengan titik kumpul di RTH Kedayunan. Para peserta akan membawa alat peraga seperti megaphone, dump truck, sepeda motor, serta spanduk dan banner.

Adapun sasaran aksi meliputi empat lokasi strategis, yakni:

1. Kantor Pemda Kabupaten Banyuwangi,

Baca Juga :  Dalam Memberantas Judi Online, Diperlukan Kerjasama dengan Negara Lain

2. Kantor DPRD Kabupaten Banyuwangi,

3. Kantor Dinas Pariwisata Banyuwangi (DISPAR), dan

4. Pendopo Kabupaten Banyuwangi.

 

Aksi ini dikoordinatori oleh Mohamad Amrullah, S.H., M.Hum. Pihaknya berharap aparat kepolisian dan pemerintah daerah memberikan perhatian dan respons atas aspirasi masyarakat yang menolak ajang tahunan tersebut karena dinilai membebani keuangan daerah tanpa dampak ekonomi yang jelas bagi rakyat.

Belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terkait rencana aksi ini. Namun, gelombang kritik terhadap pelaksanaan TDBI kian menguat seiring munculnya sorotan publik terhadap prioritas anggaran dan dampak nyata dari event tersebut bagi masyarakat bawah.

Comments are not available at the moment.

Sorry, the comment form has been disabled on this page/article.
Related post
Pernikahan RINI ANGGRAENI dan AZHAR DZULFIQAR di BANDUNG Berlangsung Megah, Karangan Bunga Tokoh Publik Curi Perhatian

- Banyuwangi

11 Okt 2026

BANDUNG, NASIONALPOS.COM — Suasana penuh kebahagiaan dan kemeriahan menyelimuti pernikahan Rini Anggraeni, S.Tr.Kes., dan Azhar Dzulfiqar, S.T., yang berlangsung pada Minggu (11/10/2026) di Maison Grande, Bandung, Jawa Barat. Perhelatan istimewa ini menjadi momentum bersejarah bagi kedua mempelai untuk memulai perjalanan baru dalam membangun rumah tangga. Pernikahan tersebut berlangsung dengan nuansa elegan, memadukan kesakralan prosesi dengan …

Dugaan Penarikan Kendaraan oleh Debt Collector di Banyuwangi, WOM Finance Diminta Buka Dasar Hukumnya

- Banyuwangi

11 Okt 2026

BANYUWANGI, NASIONALPOS. COM – Penarikan satu unit mobil Toyota Avanza tahun 2009 bernomor polisi DK 1156 IS di wilayah Desa Kedayunan, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, tepatnya di depan Masjid Arohman, menuai keberatan dari pemilik kendaraan, (RR). Mobil yang disebut dibeli melalui pembiayaan WOM Finance tersebut diduga telah ditarik paksa oleh pihak ketiga yang disebut sebagai debt …

Karhula TNBBS Pesisir BARAT Disorot : 2 Hektare Terbakar, Kapolres Turun Langsung – Pembakar Hutan Jangan Berharap LOLOS!!!

- Banyuwangi

08 Okt 2026

PESISIR BARAT, NASIONALPOS.COM  — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Pekon Rata Agung, Kecamatan Lemong, Kabupaten Pesisir Barat, menjadi peringatan keras bahwa ancaman terhadap kawasan hutan tidak boleh dianggap sepele. Sekitar ±2 hektare kawasan hutan terdampak kebakaran, sementara dampak lingkungan masih dalam pendataan. Peristiwa tersebut diketahui pada Rabu, …

3 Hektare TNBBS Terbakar, Kapolres Pesisir Barat Turun Langsung: Jangan Main Api, Pembakar Hutan Bakal Diburu!!!

- Banyuwangi

07 Okt 2026

PESISIR BARAT, NASIONALPOS.COM  — Kebakaran yang melanda kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) di wilayah Pekon Rata Agung, Kecamatan Lemong, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. Sedikitnya ±3 hektare kawasan hutan dilaporkan terdampak, sehingga pengawasan dan pencegahan kebakaran susulan terus diperketat. Kapolres Pesisir Barat AKBP Rinto Haivan Simbolon, S.E., S.I.K., …

Team PPI Siap Tegakkan Hukum Dukung Kapolri dan Polri Bersama Masyarakat

dito

07 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Terkait dengan adanya dugaan penyebaran berita hoax cenderung fitnah bahkan terkesan pembunuhan karakter terhadap pribadi Jendral Pol Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru, maka Presidium Pemuda Indonesia telah membentuk team untuk menelusuri nya, demikian di katakan Rudy Darmawanto SH Ketua Presidium Pemuda Indonesia kepada wartawan, Rabu, 7/10/2026 di Jakarta.   “Kami sangat concern …

Andi Darwin R Ranreng, SH MH: Hormati Putusan MK, Hormati Pula Konsekuensinya

dito

07 Okt 2026

NasionalPos. com, Jakarta-  Final dan Mengikat, Tetapi TIdak bisa bisu   Praktisi Hukum Advokat Andi Darwin R. Ranreng saat di temui wartawan , Rabu, 7/10/2026 di Jakarta, ia mengatakan bahwa semua pihak agar menghormati putusan Mahkamah Konstitusi (MK) atas perkara syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.   “Menghormati putusan tidak cukup dengan menerima amarnya …

x
x