- Top NewsAqila Raih Dua Podium di Piala Gubernur Jatim, Kepala SMPN 1 Sumenep Sampaikan Apresiasi Setinggi-tingginya
- daerahDidesak DPRD, Dinas PUPR Pesibar Akui Sejumlah Proyek Terlambat karena Kontraktor Sulit Dihubungi
- NasionalIsu Uang Ratusan Juta di Balik Pembebasan 10 Warga Banyuwangi, Kuasa Hukum Beri Penjelasan
- Top NewsDebit Air Menurun, Perumda Air Minum Sumekar Sumenep Larang Pelanggan Gunakan Pompa Pendorong Langsung dari Pipa Utama
- daerahDiduga Kuasai Lahan Warga Seluas 500 Hektare, PT Jalaku dan PT KAP Disorot dalam RDP DPRD Lampung Utara

Didesak DPRD, Dinas PUPR Pesibar Akui Sejumlah Proyek Terlambat karena Kontraktor Sulit Dihubungi
PESISIR BARAT – Setelah sempat menjadi sorotan dan sulit dikonfirmasi terkait sejumlah persoalan proyek infrastruktur, akhirnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) angkat bicara.
Dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi II DPRD Kabupaten Pesisir Barat, Kamis (5/11/2026), Kepala Dinas PUPR Pesibar, Mesrawan, mengakui bahwa pengerjaan sejumlah paket proyek infrastruktur jalan mengalami keterlambatan hingga melewati batas waktu kontrak.

Mesrawan berdalih, salah satu kendala yang dihadapi pihaknya adalah sulitnya menjalin komunikasi dengan kontraktor atau pihak ketiga selaku pelaksana pekerjaan. Padahal, menurutnya, Dinas PUPR telah berulang kali memberikan peringatan, baik secara lisan maupun tertulis.
“Jujur saja, kami sulit untuk komunikasi dengan pihak ketiga,” ujar Mesrawan dalam RDP tersebut.
Ia juga mengungkapkan bahwa meskipun para kontraktor telah diberikan kesempatan melalui mekanisme adendum disertai denda, sejumlah pihak ketiga tetap tidak memenuhi kesepakatan yang sebelumnya telah dibahas dalam rapat.
“Kami sudah berupaya semaksimal mungkin untuk mengingatkan. Baik secara tertulis maupun secara lisan kepada pihak ketiga,” katanya.
Mesrawan mengakui, berdasarkan kondisi riil di lapangan, beberapa titik pekerjaan memang telah melewati masa kontrak. Namun, dengan mempertimbangkan kondisi dan aspek teknis pekerjaan, pihaknya menilai proyek tersebut masih layak diberikan kesempatan untuk diselesaikan melalui mekanisme adendum disertai denda.
Pernyataan tersebut justru memunculkan pertanyaan serius terkait efektivitas pengawasan dan pengendalian proyek di lingkungan Dinas PUPR Pesibar.
Jika instansi yang bertanggung jawab atas pelaksanaan proyek saja mengaku kesulitan berkomunikasi dengan kontraktor, lantas bagaimana mekanisme pengawasan terhadap pekerjaan yang dibiayai menggunakan uang rakyat tersebut dijalankan?
Konsultan Akui Teguran Tidak Diindahkan
Dalam RDP tersebut, konsultan pengawas sejumlah proyek, Kadek Sugiono, turut membeberkan sejumlah faktor yang diduga menjadi penyebab keterlambatan pekerjaan.
Menurut Kadek, beberapa titik pekerjaan bahkan baru mulai dikerjakan sekitar dua minggu setelah penandatanganan kontrak. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu pemicu keterlambatan hingga pekerjaan melampaui batas waktu yang telah ditentukan.
Terkait pengawasan di lapangan, Kadek mengklaim pihaknya telah memberikan teguran kepada pelaksana pekerjaan, termasuk mengenai teknis pengecoran beton yang dilakukan pada sore hari. Namun, teguran tersebut disebut tidak sepenuhnya diindahkan oleh pihak kontraktor.
“Kami untuk pengawasan, kami tegur sudah apa yang kami sampaikan, ngecor beton sore dan sebagainya tapi ya nggak diikuti, terus mereka kewalahan karena kerja diburu waktu, ya makanya jadi molor,” ungkapnya.
Tiga Persoalan yang Menjadi Sorotan
Meski sejumlah penjelasan telah disampaikan dalam RDP, masih terdapat beberapa persoalan mendasar yang membutuhkan jawaban dan penjelasan lebih lanjut.
Pertama, mengapa beton rigid yang baru selesai dikerjakan sudah mengalami keretakan? Apakah kondisi tersebut disebabkan oleh metode pengecoran, komposisi campuran material, atau faktor teknis lainnya?
Kedua, apakah pemberian kesempatan melalui adendum disertai denda sudah cukup untuk memastikan kontraktor menyelesaikan pekerjaan sesuai ketentuan? Jika kontraktor tetap tidak memenuhi kewajibannya, langkah dan sanksi apa yang akan diterapkan sesuai kontrak?
Ketiga, bagaimana tanggung jawab pengawasan di lapangan? Jika konsultan pengawas mengaku telah memberikan teguran, tetapi tidak diindahkan oleh pelaksana, mengapa persoalan tersebut masih terus terjadi hingga pekerjaan mengalami keterlambatan?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut penting untuk dijawab agar persoalan keterlambatan maupun dugaan ketidaksesuaian kualitas pekerjaan tidak berhenti sebatas pembahasan dalam forum RDP.
DPRD Akan Kawal hingga PHO
Sementara itu, Komisi II DPRD Kabupaten Pesisir Barat menegaskan akan terus mengawal pelaksanaan sejumlah proyek tersebut hingga tahap Provisional Hand Over (PHO) atau serah terima pertama pekerjaan.
Diketahui, RDP tersebut dihadiri Ketua DPRD Pesisir Barat Mohammad Emir Lilardi, Ketua Komisi II Ellya Triskova, Sekretaris Komisi II Gusti Kadi Artawan, serta anggota Komisi II Riza Pahlevi.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Pesibar, Mesrawan, hadir didampingi Kepala Bidang Bina Marga, Kepala Bidang Cipta Karya, dan Kepala Bidang Sumber Daya Air. Turut hadir konsultan pengawas serta pihak rekanan atau kontraktor pelaksana proyek.
Diberitakan sebelumnya, Komisi II DPRD Pesibar menemukan sejumlah persoalan dalam pelaksanaan proyek infrastruktur di lingkungan Dinas PUPR. Temuan tersebut meliputi beton yang baru dikerjakan tetapi sudah mengalami keretakan, dugaan penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi teknis, hingga pekerjaan yang melewati batas waktu kontrak.
Temuan tersebut menjadi perhatian serius DPRD dan diharapkan dapat ditindaklanjuti dengan evaluasi serta pemeriksaan menyeluruh, sehingga kualitas pembangunan infrastruktur di Kabupaten Pesisir Barat benar-benar sesuai spesifikasi dan anggaran yang telah dialokasikan.
Taufik Hidayat
05 Nov 2026
LAMPUNG UTARA – Persoalan dugaan penguasaan lahan milik masyarakat di wilayah Muara Balak, Kotabumi Ilir, Kabupaten Lampung Utara, mencuat dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Lampung Utara, Senin (2/11/2026). Dalam RDP tersebut, masyarakat mempertanyakan penguasaan lahan seluas kurang lebih 500 hektare yang diklaim sebagai milik warga dan diduga masuk dalam areal Hak Guna Usaha …
Taufik Hidayat
04 Nov 2026
PESISIR BARAT – Kualitas sejumlah proyek pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) menjadi sorotan setelah Komisi II DPRD menemukan adanya keretakan pada beton jalan yang baru selesai dikerjakan. Temuan tersebut memunculkan dugaan adanya persoalan dalam proses pengerjaan maupun penggunaan material konstruksi. Temuan itu terungkap saat Komisi II DPRD Pesibar melakukan inspeksi mendadak (sidak) …
Taufik Hidayat
03 Nov 2026
BANDAR LAMPUNG – Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Abdul Moeloek (RSUDAM) terus mematangkan pengembangan layanan kesehatan berteknologi tinggi di Provinsi Lampung. Salah satunya melalui pembangunan fasilitas Kedokteran Nuklir dan Radioterapi sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan kesehatan rujukan. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui Workshop Standarisasi Pembangunan Gedung Kedokteran Nuklir dan Bunker Radioterapi bersama Badan Pengawas …
Taufik Hidayat
02 Nov 2026
Pesisir Barat – Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat pelayanan sosial yang merata dan inklusif melalui program Pelayanan Sosial Jejaring Masyarakat (Yansos Jejama). Kali ini, sebanyak 100 penyandang disabilitas di Kabupaten Pesisir Barat menerima manfaat pelayanan sosial dalam kegiatan yang berlangsung di Balai Pekon Biha, Kecamatan Pesisir Selatan, Senin (2/11/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Gubernur Lampung, …
Taufik Hidayat
02 Nov 2026
Bandar Lampung – Keberadaan gardu transformator (trafo) milik PLN yang berada tepat di depan rumah warga di Jalan Pramuka No. 11, Kelurahan Rajabasa Nunyai, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung, dikeluhkan karena dinilai menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan penghuni rumah. Pemilik rumah berinisial HN mengungkapkan, gardu tersebut telah berada di lokasi selama puluhan tahun dan berdiri di …
Taufik Hidayat
01 Nov 2026
Pesisir Barat – Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Pesisir Barat berhasil mengungkap dugaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan (Curat). Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan seorang terduga pelaku berinisial AN (18), warga Pekon Balai Kencana, Kecamatan Krui Selatan, Kabupaten Pesisir Barat. Kasus tersebut berkaitan dengan dugaan tindak pidana pencurian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 447 …
21 Nov 2024 2.574 views
NASIONALPOS.com II Banyuwangi, 20 November 2024 – Kasus penipuan dan pemerasan yang mengatasnamakan media Tribunnews kembali terjadi. Kali ini, pelaku yang diduga bernama Noviar Arya Putra, bersama dengan kontak bernama Tiara, berhasil menipu korban melalui aplikasi WhatsApp. Modus yang digunakan kali ini mengarah pada ancaman penyebaran video asusila yang direkam secara video call (VC). …
19 Sep 2025 1.986 views
Pesisir Selatan, Nasionalpos.com — Musyawarah Kabupaten (Muskab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), sukses digelar di Aula Kantor Camat Lengayang pada Kamis (18/9) siang. Acara tersebut dimulai pukul 13.30 WIB dan berlangsung hingga selesai dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan antar sesama insan pencak silat. Muskab kali ini …
28 Jul 2025 1.724 views
NasionalPos.com, Jakarta- Koperasi Merah Putih, sebuah gerakan ekonomi berbasis desa yang diinisiasi oleh pemerintah, mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Koperasi ini sungguh sungguh sebagai solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama yang bertinggal di wilayah pedesaan, dan bahkan bisa mengurangi ketergantungan pada tengkulak serta rentenir, demikian di sampaikan Faris Galuh Pratama Koordinator Gerakan Masyarakat Berdikari …
17 Mei 2022 1.714 views
NasionalPos.com, Depok– Diperoleh informasi yang menyebutkan bahwa Pangdivif 1 Kostrad yang baru, Brigjen TNI Bobby Rinal Makmun sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Kodam (Kasdam) Jaya menggantikan Mayjen TNI Dedy Kusmayadi akan masuki masa Pensiun, secara resmi di lantik langsung oleh Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., dalam suatu upacara serah terima jabatan (Sertijab) …
23 Jul 2025 1.622 views
NasionaPos.com, Jakarta- Diperoleh informasi yang menyebutkan adanya indikasi oknum Kementerian Perhubungan RI yang di duga menciptakan suasana tidak kondusif untuk menyelesaikan permasalahan di kalangan ojol, Sinyalemen itu nampak ketika bakal di gelar nya FGD yang di laksanakan oleh Kementerian Perhubungan RI yang nampak nya mengundang para pihak yang selama ini berkaitan erat dengan permasalahan …
09 Jul 2025 1.571 views
NasionalPos.com, Jakarta- Totok Ketua Forum Mahasiswa Jakarta Peduli Perumahan Rakyat, kepada wartawan, ia mengatakan bahwa dirinya mendapatkan informasi telah terjadi kekerasan itu terjadi bukan hanya sekali, namun berulang kali dialami warga pemilik dan penghuni Rusunami Gading Nias Residence, Kelapa Gading (hanya sekitar 10% warga sesuai klaim dari Pengurus PPPSRS), dan nampaknya kejadian itu sudah berlangsung …
31 Okt 2024 1.370 views
Banyuwangi – Nasionalpos.com ll Gerah terhadap pemberitaan yang menyudutkan Muhammad Murni (35) warga Kelurahan Klatak Kecamatan Kalipuro Kab Banyuwangi dengan judul berita ” Aksi Koboy Warga Todong Menggunakan Senpi Ke Jukir” menggelar jumpa pers dengan beberapa awak media di Banyuwangi . Jumpa pers itu di geber , Kamis (31/10/2024) siang di warung Mbok Judges …



Comments are not available at the moment.