Home » Nasional » Amien Rais Putus Asa

Amien Rais Putus Asa

dito 11 Mei 2026 131

Di tulis dan di sampaikan Oleh: Doni Istyanto Hari Mahdi Ketua Bidang Politik Pimpinan Pusat Pemuda Panca Marga (PP PPM – LVRI)

Jagat maya tersengat oleh pernyataan Amien Rais yang merendahkan Mensekab Teddy Indra Wijaya, melalui pernyataan publik yang sangat tidak pantas dan sama sekali tidak mendidik.
Rasanya perlu mengingatkan kita semua jika salah satu amanat konstitusi kita adalah: “…mencerdaskan kehidupan bangsa…”, hendaknya seluruh komponen bangsa dalam mengeluarkan pernyataan selalu mengacu pada amanat dalam frasa tersebut diatas.
Sungguh tidak masuk akal jika Amien Rais yang selama ini dihormati publik sebagai salah satu aktor sentral dalam gerakan Reformasi 1998, malah merendahkan dirinya dengan masuk dalam isu-isu murahan yang menyerang seorang pejabat secara pribadi, bukan karena kebijakan publiknya.
Satu-satunya penjelasan yang paling masuk akal terhadap fenomena ini adalah rasa keputusasaan. Amien Rais putus asa terhadap masa depan partai politik yang dipimpinnya.
Amien Rais, yang saat ini sedang memperjuangkan partai politiknya untuk dapat masuk ke Senayan, namun sampai saat ini tidak ada tanda-tanda positif dari parpol tersebut untuk bisa mendapatkan dukungan suara lebih dari satu persen, masih nol koma.
Idealnya saat sebuah parpol mengadakan acara semacam munas atau kongres, Presiden RI bersedia menghadiri acara tersebut.
Minimal Dewan Pimpinan Pusatnya _sowan_ menghadap Presiden sebelum acara sakral tersebut. Sayangnya saat partai politik yang hendak dibesarkan oleh Amien Rais mengadakan Munas, Presiden Prabowo tidak mau untuk menghadiri acara tersebut. Bahkan sekedar menerima merekapun, Presiden Prabowo menolak.
Tanpa kehadiran Presiden Prabowo dalam Munas parpolnya, maka tidak ada restu kekuasaan terhadap kepastian parpolnya lolos ke Senayan. Tanpa kepastian lolos ke Senayan, maka parpol tersebut akan kehilangan caleg-caleg berkualitas dan donatur keuangan.
Terhadap ketidakmampuan Amien Rais untuk menghadirkan Presiden Prabowo dalam acara Munas yang sakral itu, maka perlu mencari kambing hitam untuk menutupi ketidakmampuan tersebut.
Mensekab Teddy dianggap cocok jadi kambing hitam, sehingga dirinyalah yang dipilih menjadi tumbal atas seluruh kebodohan dan kegagalan menghadirkan Presiden Prabowo dalam acara munas parpol tersebut.
Jarak antara pernyataan Amien Rais yang menyerang Mensekab Teddy dengan penyelenggaraan munas parpol-nya Amien Rais sangat dekat, kurang dari tujuh hari.
Seharusnya Amien Rais mampu memahami karakter dari Presiden Prabowo, yang tidak akan pernah mau mengkhianati parpol-parpol yang mendukung pemerintahannya saat ini, apalagi terhadap Partai Amanat Nasional yang dipimpin oleh Zulkifli Hasan, mantan besannya Amien Rais.
Partai Amanat Nasional dalam tiga kali pilpres sejak 2014, 2019 dan 2024 selalu bersama Prabowo Subianto. Prabowo berhutang budi sedemikian besar kepada PAN, wajar jika dirinya tidak mau mengkhianati kesetiaan dan pengorbanan PAN.
PAN selalu bersama Prabowo Subianto dalam duka dan suka, dalam keadaan gagal dan berhasil.
Meskipun Amien Rais adalah pendiri PAN, namun saat ini posisinya berada diluar PAN, malah sudah mendirikan parpol baru yang mengancam dan menggerogoti perolehan suara PAN. Untungnya pimpinan PAN saat ini mampu membuktikan efektivitas pengelolaan parpolnya.
Dalam mengelola parpol, pimpinannya harus memiliki keterampilan dalam mengelola keuangan atau pendanaan. Dirinya harus mampu meyakinkan para caleg serta donatur untuk ikhlas berjuang, sekaligus membiayai kebutuhan parpolnya.
Uang bagi parpol sama dengan darah bagi tubuh manusia. Pimpinan parpol harus mampu berperan sebagai jantung, yang menghisap dan memompa darah membawa sari-sari makanan agar bersirkulasi ke seluruh tubuh. Jika pimpinan parpol maunya hanya menghisap darah saja, bahkan sari-sari makanan pun ikut dihabisinya, maka pimpinan itu tidak lebih dari sekedar lintah dan belatung.
Partai politik yang dipimpin oleh para lintah dan belatung tidak akan pernah berhasil dalam pemilu.
Pimpinan parpol harus lebih realistis, tidak melulu terjebak dalam romantisme masa lalu. Romantisme reformasi ibarat anggur yang semakin lama disimpan, rasanya akan semakin nikmat, meski itu semu. Mabuk reformasi tak usah berkepanjangan.
Reformasi menghasilkan suatu sistem politik yang jauh lebih _capital intensive_, sangat padat modal. Biaya politik semakin mahal, politik hanya bisa dibiayai dari hasil korupsi.
Dalam masa reformasi, korupsi adalah kebutuhan mutlak untuk pembiayaan politik yang sangat mahal. Biaya politik sangat sulit – bahkan bisa dikatakan tidak mungkin lagi – dibiayai oleh hasil bisnis yang halal.
Inilah realitas gelap reformasi yang selalu diagung-agungkan oleh Amien Rais.
Di usia yang semakin senja, petualangan politik bukan lagi pilihan yang bijaksana. Sayangnya, Amien Rais malah meyakinkan rakyat Indonesia jika dirinya hanyalah menjadi bagian dari masa lalu, bukan bagian dari masa depan Indonesia.
Jangan lupa, Amien Rais menjadi tokoh nasional pada 1998 itu karena faktor organisasi Islam yang bernama Muhammadiyah yang sangat besar itu.
Reformasi telah berlalu selama 25 tahun atau satu generasi. Banyak orang yang bersama Amien Rais pada 1998, saat ini telah berpulang.
Hanya parpol-nya Amien Rais yang mengandalkan perolehan suara dari sisa-sisa almarhum dan almarhumah, yang belum waktunya dipetik oleh malaikat maut, yang dalam perjalanan menuju pemilu 2029 pun mereka akan banyak yang _on the way to heaven_.
Reformasi itu masa lalu, bukan masa depan.
Tanpa restu Presiden Prabowo dan tanpa “aroma politik” yang kuat dari Muhammadiyah, dipastikan dalam Pemilu 2029 parpol-nya Amien Rais _finished._

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Pernikahan RINI ANGGRAENI dan AZHAR DZULFIQAR di BANDUNG Berlangsung Megah, Karangan Bunga Tokoh Publik Curi Perhatian

- Banyuwangi

11 Okt 2026

BANDUNG, NASIONALPOS.COM — Suasana penuh kebahagiaan dan kemeriahan menyelimuti pernikahan Rini Anggraeni, S.Tr.Kes., dan Azhar Dzulfiqar, S.T., yang berlangsung pada Minggu (11/10/2026) di Maison Grande, Bandung, Jawa Barat. Perhelatan istimewa ini menjadi momentum bersejarah bagi kedua mempelai untuk memulai perjalanan baru dalam membangun rumah tangga. Pernikahan tersebut berlangsung dengan nuansa elegan, memadukan kesakralan prosesi dengan …

Dugaan Penarikan Kendaraan oleh Debt Collector di Banyuwangi, WOM Finance Diminta Buka Dasar Hukumnya

- Banyuwangi

11 Okt 2026

BANYUWANGI, NASIONALPOS. COM – Penarikan satu unit mobil Toyota Avanza tahun 2009 bernomor polisi DK 1156 IS di wilayah Desa Kedayunan, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, tepatnya di depan Masjid Arohman, menuai keberatan dari pemilik kendaraan, (RR). Mobil yang disebut dibeli melalui pembiayaan WOM Finance tersebut diduga telah ditarik paksa oleh pihak ketiga yang disebut sebagai debt …

Karhula TNBBS Pesisir BARAT Disorot : 2 Hektare Terbakar, Kapolres Turun Langsung – Pembakar Hutan Jangan Berharap LOLOS!!!

- Banyuwangi

08 Okt 2026

PESISIR BARAT, NASIONALPOS.COM  — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Pekon Rata Agung, Kecamatan Lemong, Kabupaten Pesisir Barat, menjadi peringatan keras bahwa ancaman terhadap kawasan hutan tidak boleh dianggap sepele. Sekitar ±2 hektare kawasan hutan terdampak kebakaran, sementara dampak lingkungan masih dalam pendataan. Peristiwa tersebut diketahui pada Rabu, …

3 Hektare TNBBS Terbakar, Kapolres Pesisir Barat Turun Langsung: Jangan Main Api, Pembakar Hutan Bakal Diburu!!!

- Banyuwangi

07 Okt 2026

PESISIR BARAT, NASIONALPOS.COM  — Kebakaran yang melanda kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) di wilayah Pekon Rata Agung, Kecamatan Lemong, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. Sedikitnya ±3 hektare kawasan hutan dilaporkan terdampak, sehingga pengawasan dan pencegahan kebakaran susulan terus diperketat. Kapolres Pesisir Barat AKBP Rinto Haivan Simbolon, S.E., S.I.K., …

Team PPI Siap Tegakkan Hukum Dukung Kapolri dan Polri Bersama Masyarakat

dito

07 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Terkait dengan adanya dugaan penyebaran berita hoax cenderung fitnah bahkan terkesan pembunuhan karakter terhadap pribadi Jendral Pol Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru, maka Presidium Pemuda Indonesia telah membentuk team untuk menelusuri nya, demikian di katakan Rudy Darmawanto SH Ketua Presidium Pemuda Indonesia kepada wartawan, Rabu, 7/10/2026 di Jakarta.   “Kami sangat concern …

Andi Darwin R Ranreng, SH MH: Hormati Putusan MK, Hormati Pula Konsekuensinya

dito

07 Okt 2026

NasionalPos. com, Jakarta-  Final dan Mengikat, Tetapi TIdak bisa bisu   Praktisi Hukum Advokat Andi Darwin R. Ranreng saat di temui wartawan , Rabu, 7/10/2026 di Jakarta, ia mengatakan bahwa semua pihak agar menghormati putusan Mahkamah Konstitusi (MK) atas perkara syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.   “Menghormati putusan tidak cukup dengan menerima amarnya …

x
x