Home » Ekonomi » Bersama dengan Para Ahli di Bidangnya, ZONAEBT Gaungkan Green Jobs Forum: Transisi Adil Menuju Keberlanjutan

Bersama dengan Para Ahli di Bidangnya, ZONAEBT Gaungkan Green Jobs Forum: Transisi Adil Menuju Keberlanjutan

Dewi Apriatin 11 Nov 2024 45

Nasionalpos.com, Jakarta – ZONAEBT, bersama para ahli dalam bidang energi terbarukan dan kebijakan hijau, mengundang para praktisi profesional dari sektor energi hijau, perwakilan industri energi, mahasiswa, dan masyarakat umum untuk bersama – sama mempelajari pentingnya mempersiapkan diri menghadapi transisi menuju keberlanjutan.

Perubahan iklim kini telah menimbulkan berbagai macam dampak serius yang dapat mengancam kehidupan dan mata pencaharian makhluk hidup, terkhusus manusia. Green Jobs Forum ini menjadi platform penting bagi pemerintah, sektor swasta, organisasi, masyarakat sipil, dan akademisi untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman terbaik dalam menciptakan peluang kerja yang berkelanjutan. ZONAEBT, platform informasi dan edukasi energi terbarukan dengan bangga telah menyelenggarakan Green Jobs Forum dengan tema ‘Transisi Adil Menuju Keberlanjutan’.

Forum ini mengeksplorasi berbagai inisiatif yang dapat diambil untuk memastikan bahwa transisi menuju ekonomi hijau tidak hanya efektif, tetapi juga inklusif dan adil bagi semua lapisan masyarakat. Selain itu, forum ini bertujuan untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam upaya mendiskusikan dan merumuskan strategi transisi yang adil menuju keberlanjutan, khususnya dalam menciptakan lapangan kerja ramah lingkungan.

Forum ini menghadirkan para ahli terkemuka, termasuk Gilang Amaldi – Koordinator Pembinaan Penyelenggaraan Pelatihan Vokasi – Direktorat Bina Penyelenggaraan Pelatihan Vokasi dan Pemagangan – Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas – Kementerian Ketenagakerjaan, serta Budiman R. Saragih, Widyaiswara Muda PPSDM KEBTKE ESDM. Para pembicara tersebut berbagi wawasan tentang transformasi ekonomi hijau, kebijakan Green Jobs, dan transisi adil bagi pekerja di industri tradisional.

Perubahan iklim memberikan dampak pada tumbuhnya permintaan akan Green Jobs, menyebabkan munculnya berbagai isu, yang jika tidak mendapatkan solusi akan mengakibatkan tumbuhnya isu baru, contohnya industri yang tidak mumpuni, kurangnya inovasi industri dan tekanan dari berbagai krisis global ekonomi yang dapat menimbulkan pemecatan secara masal. Gilang Amaldi, membahas mengenai topik ‘Transformasi Ekonomi Hijau: Peluang dan Tantangan dalam Era Transisi’ mengungkapkan, “Hingga tahun 2060 nanti, energi-energi terbarukan diproyeksikan akan semakin meningkat. New and renewable energy ini, artinya batu bara tidak stop 100 persen, secara bertahap karena kebutuhan energi untuk industri, transportasi dan sebagainya cukup besar. Bagaimana kita perlu meningkatkan renewable energy ini, di kehidupan sehari-hari kita.”

Selain itu, diperlukan strategi untuk membangun ekosistem yang mendukung Green Jobs, termasuk peran asosiasi dan dunia industri, agar pendapatan domestik bruto meningkat tanpa merusak lingkungan, hal ini menjadi tantangan utama dalam transisi ekonomi. “Harapannya, dengan adanya Green Jobs ini kita dapat melaksanakan kepentingan nasional kita, bagaimana energi kita tercukupi tetapi energi kita tetap ramah, limbah berkurang, polusi berkurang, kita lebih sehat, ekosistem lebih baik, dan kita bisa beradaptasi dengan perubahan iklim,” ujar Gilang.

Dimoderatori oleh Muhammad Fachmi Kurniawan, Vice Chairman Special Project SRE Indonesia, turut hadir dalam diskusi pertama Budiman R. Saragih, Widyaiswara Muda Ketenagalistrikan dan Energi Terbarukan PPSDM KEBTKE ESDM, Dian Evira Rosa, Deputy Team Leader and Component Manager Communication Renewable Energy Skills Development (RESD) dan Julius Christian Adiatma, Peneliti Institute for Essential Services Reform (IESR) yang akan memulai diskusi mengenai ‘Membangun Fondasi untuk Green Jobs: Keterampilan, Pendidikan, dan Kebijakan.’

Baca Juga :  Taksi Listrik Evista Layanan Terbaik Antar Jemput Penumpang dari Rumah ke Bandara

Terdapat dua jenis Green Jobs, yaitu teknis dan non-teknis. Contoh pekerjaan teknis termasuk teknisi energi terbarukan, yang memiliki keterampilan khusus, sedangkan pekerjaan non-teknis meliputi bagian akuntan dan bagian hukum yang mendukung. Selain itu, perkembangan kebijakan pemerintah mendukung Green Jobs melalui undang-undang yang mewajibkan sertifikasi sangat penting untuk menciptakan tenaga kerja yang terampil dan siap menghadapi tantangan di sektor energi baru. Transisi energi memerlukan strategi regulasi yang kuat dan pengembangan kompetensi tenaga teknik untuk memastikan kesiapan SDM. Hal ini krusial untuk mendukung pertumbuhan sektor energi hijau.

Pendidikan dan pelatihan vokasi menjadi fokus untuk mempersiapkan tenaga kerja menuju green jobs. Kerjasama dengan kementerian terkait terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Keterampilan teknis dan non-teknis sangat dibutuhkan di sektor energi terbarukan. Pengembangan soft skills juga penting untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja. Green jobs mencakup berbagai bidang, termasuk biomassa dan pengurangan emisi gas rumah kaca. Peluang kerja di sektor ini terus berkembang seiring dengan kebijakan pemerintah.

Kemudian pada diskusi sesi kedua yang membahas mengenai ‘Menjembatani Kesenjangan: Strategi Transisi Adil untuk Industri dan Pekerja’, yang akan dimoderatori oleh Andi Rosita Dewi, Founder-Chief Executive Officer GAWIREA. Serta turut hadir, Teuku Rengga Felamona, Projects Development Head Adaro Green Meidyna Silva, Sr. Human Resources at PT Sesna Firman Dharmawan, Sr. Manager, Corporate Sustainability and Risk Management PT Medco Energi International Tbk.

Transisi energi yang adil merupakan kebutuhan mendesak untuk mendukung keberlanjutan dan ekonomi hijau di Indonesia. Diskusi ini berfokus pada tantangan dan peluang dalam mencapai target energi terbarukan, tantangan dalam mencapai target NDC 2025 sebesar 23% energi terbarukan masih menjadi perhatian. Sektor industri diharapkan berkontribusi lebih untuk memenuhi target tersebut, perusahaan energi terbarukan seperti Sesna berperan penting dalam menciptakan lapangan kerja baru. Mereka memanfaatkan potensi energi seperti tenaga solar dan angin di Indonesia. Namun, pendidikan tentang energi terbarukan masih minim di Indonesia, hanya terdapat beberapa SKS terkait di beberapa kampus. Hal ini menunjukkan perlunya peningkatan kurikulum di institusi pendidikan.

Perusahaan harus beradaptasi terhadap regulasi dan insentif yang berubah untuk mendorong pengembangan energi terbarukan. Hal ini penting untuk mencapai keberlanjutan dan profitabilitas dalam bisnis. Pendanaan untuk proyek energi terbarukan menjadi semakin penting, terutama dalam konteks industri gas sebagai bahan bakar transisi. Ini membutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta. Strategi untuk mengurangi emisi melibatkan pengembangan teknologi dan implementasi energi terbarukan, seperti solar dan angin, serta adaptasi terhadap risiko iklim. Transisi energi di Indonesia memerlukan kolaborasi dan komunikasi yang efektif antara semua pihak. Adaptasi dan inovasi dalam sektor energi sangat penting untuk menghadapi tantangan masa depan

Baca Juga :  National Coding Competition 2024: Anak-Anak Jenius Bersaing Ciptakan Kota Ramah Lingkungan Melalui Game!

Kemudian dalam sesi terakhir terdapat Showcase Inovasi mengenai ‘Inovasi Untuk Masa Depan Hijau: Solusi Praktis dan Teknologi Baru’. Pengolahan limbah dan pengembangan energi bersih merupakan isu penting di Indonesia. Startup teknologi energi bersih berperan dalam menciptakan lapangan kerja hijau yang berkelanjutan.Muhammad Rifqi Al-Ghifari, Chief Business Officer BANANA and Partner, mengatakan & perwakilan dari KSTEB,  “Pencari kerja memiliki beberapa tantangan, pertama keterampilan khusus karena case by casenya sangat susah, khususnya beberapa case yang sangat spesial seperti pengolahan limbah yang sebelumnya tidak ada dan hanya dikuasai oleh beberapa orang. Kedua, kurangnya kesadaran dan pemahaman tentang green jobs dan terakhir standar serta sertifikasi yang belum seragam.”

Kolaborasi dengan perusahaan Korea Selatan menunjukkan potensi pengembangan teknologi energi bersih, menciptakan sinergi antara inovasi lokal dan internasional dalam bidang hijau. Namun, ada tantangan dalam pengembangan pekerjaan hijau, terutama terkait keterampilan khusus yang dibutuhkan. Banyak pencari kerja kesulitan memenuhi standar kompetensi di sektor ini. Selain itu, kesadaran masyarakat tentang pentingnya pekerjaan hijau masih rendah, sehingga perlu ada upaya untuk meningkatkan pengetahuan. Bisnis yang ramah lingkungan juga harus didorong agar dapat menciptakan lebih banyak lapangan kerja.

Penyelenggaraan acara ini menjadi salah satu diskusi penting mengenai transformasi menuju ekonomi hijau, menghadirkan para pembicara ahli di bidangnya. Forum ini membahas berbagai tantangan dan peluang untuk menciptakan green jobs, serta inovasi-inovasi yang diperlukan guna mendukung lingkungan berkelanjutan melalui teknologi baru. “Sejalan dengan hal tersebut, melalui green jobs ini, kami berupaya agar setiap pekerja dapat bertransisi secara adil dan berkelanjutan, sejalan dengan visi ZONAEBT untuk memberdayakan individu dan organisasi dalam transisi menuju energi yang berkeadilan dan berkelanjutan,” ujar I Kadek Alamsta Suarjuniarta, CEO & Founder ZONAEBT.com dalam perhelatan Green Jobs Forum: Transisi Adil Menuju Keberlanjutan.

ZONAEBT bersama dengan seluruh masyarakat Indonesia dan media bersama-sama berkontribusi dalam transisi menuju keberlanjutan yang lebih baik melalui penciptaan pekerjaan yang tidak hanya mendukung ekonomi, tetapi juga lingkungan dan masyarakat. Hal ini guna menciptakan masyarakat yang dapat memanfaatkan energi bersih demi kehidupan di masa depan.

Tentang Zonaebt

ZONAEBT merupakan start up platform informasi dan edukasi energi terbarukan di Indonesia, yang telah berdiri sejak April tahun 2021 dan secara aktif mendukung transisi energi yang berkeadilan serta tidak ada yang tertinggal. Memiliki visi memberdayakan setiap individu dan organisasi untuk bertransisi menuju energi yang berkeadilan dan berkelanjutan serta misi kami tahu kesuksesan kami – di masa lalu, saat ini, dan masa depan dibangun berdasarkan kami tumbuh & berkembang disisi Anda. Ekosistem ini memberikan warisan dan masa depan kita.

Press Relase ini juga sudah tayang di VRITIMES

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Industri Tekstil Indonesia dan India Siap Kerjasama Menghadapi Kenaikan Biaya Energi Dunia dan Disrupsi Rantai Pasok Tekstil Garmen

Suryana Korwil Jabar

13 Apr 2026

Kota Bandung, NasionalPos.com – Di tengah kekhawatiran akan kenaikan harga energi dunia dan dinamika konflik geopolitik yang memengaruhi rantai pasok tekstil garmen dunia, Indonesia dan India bekerjasama untuk mewujudkan pertumbuhan utama industri tekstil dan garmen dunia. Gejolak perang Iran dengan US dan Israel telah mengakibatkan melambungnya harga bahan bakar dunia, termasuk meningkatkan harga bahan baku …

27 Warga Jakarta Utara Gagal berangkat Umroh, Jemaah gruduk rumah sekaligus kantor travel PT. Travel Arrasyid Amanah

dito

12 Apr 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Perwakilan dari 27 calon jamaah umroh yang gagal berangkat ke tanah suci , dengan di Damping Kuasa Hukum dari LBH Madani Berkeadilan kembali mendatangi kediaman Rodianah selaku Pemilik PT. Arrasyid Amanah Travel  yang beralamat di Jl. H. Taimin No. 14 Kelurahan Tugu Selatan Kecamatan Koja Jakarta Utara, untuk menuntut hak-haknya yang sampai …

Polres Karawang Gelar Gerakan Pangan Murah Jelang Ramadhan, Stabilkan Harga Kebutuhan Pokok

Iyut Ermawati - Karawang

24 Feb 2026

nasionalpos .com -Karawang – Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Polres Karawang bersama pemerintah daerah menggelar Gerakan Pangan Murah sebagai langkah konkret menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Program ini akan berlangsung di Lapangan Karang Pawitan, Kabupaten Karawang, pada Selasa (24/02/2026) mulai pukul 15.00 WIB hingga selesai. Komitmen Bersama Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kapolda Jawa …

Forum RT-RW Jakarta Pusat, Beraudensi ke Ketua DPRD DKI Jakarta, Sampai kan Beberapa Usulan

dito

29 Jan 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) merupakan lembaga kemasyarakatan yang memiliki peran strategis dalam sistem pemerintahan daerah, khususnya dalam mendukung penyelenggaraan pelayanan publik, penataan administrasi kependudukan, penguatan kohesi sosial, serta penyaluran aspirasi masyarakat secara bottom up, demikian di sampaikan Ketua Forum RT-RW Jakarta Pusat H.M Joko Hardoyo, kepada wartawan, Kamis, 29 Januari …

H-6 Lalu Lintas Tol Jabodetabek dan Jawa Barat Terpantau Meningkat Menjelang Natal 2025

Dame.T

20 Des 2025

Jakarta,NasionalPos – Jelang libur Natal 2025, tepatnya H-6 pada 19 Desember 2025, Jasamarga Metropolitan Tollroad mencatat peningkatan volume lalu lintas di ruas tol Jabodetabek dan Jawa Barat. Lalu Lintas Jabodetabek Total kendaraan yang meninggalkan Jabodetabek mencapai 218.138 unit, naik 3,33% dibanding hari normal 211.105 kendaraan. Lonjakan terjadi di empat gerbang tol utama: GT Cengkareng (arah Bandara Soekarno-Hatta): 87.150 kendaraan (+3,43%). GT …

Realisasi PNBP Sektor ESDM Capai Rp228 Triliun, Target 2025 Masih Bisa Tercapai

ardi

19 Des 2025

Jakarta,NasionalPos.com– Menjelang penutupan tahun anggaran 2025, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor ESDM mencapai Rp228,05 triliun per 18 Desember 2025. Angka ini menegaskan sektor energi dan mineral tetap menjadi salah satu tulang punggung penerimaan negara. Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM, …

x
x