Home » Nasional » Sorotan Publik Terhadap Sultan Madura, H.Her

Sorotan Publik Terhadap Sultan Madura, H.Her

Kabiro Madura, Bambang Riyadi, S.H 17 Apr 2026 1

NASIONALPOS.com | PAMEKASAN – Nama Khairul Umam atau yang lebih dikenal dengan sapaan akrab Haji Her, pemilik dari Bawang Mas Group, kini menjadi sorotan publik usai dirinya diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada April 2026.

Pemeriksaan ini memunculkan berbagai spekulasi di tengah publik, terutama karena yang bersangkutan selama ini dikenal getol memperjuangkan terbentuknya KEK tembakau madura.

Haji Her merupakan salah satu tokoh kunci di balik inisiatif pembentukan KEK Tembakau Madura. Ia dikenal sebagai pengusaha rokok lokal sekaligus sponsor utama berbagai kegiatan yang mendukung perencanaan kawasan tersebut, mulai dari safari ke tokoh agama dan masyarakat hingga penyelenggaraan seminar nasional.

Menurut Ketua Tim Penyusunan Naskah Akademik KEK Tembakau Madura, Subairi Muzzaki selama ini Madura memiliki kontribusi besar dalam industri tembakau nasional. Namun nilai tambah ekonomi yang dinikmati masyarakat masih terbatas.

“Selama puluhan tahun Madura menjadi salah satu sentra utama produksi tembakau nasional. Namun, nilai tambah industrinya banyak dinikmati di luar Madura. Melalui KEK Tembakau Madura, kami ingin membangun ekosistem industri yang lebih terintegrasi sehingga petani, pelaku usaha lokal, dan masyarakat Madura memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar,” ujarnya kepada Tempo. (11/03/26).

Baca Juga :  Catatan Komnas HAM :Tingkat Konflik Agraria di Indonesia Meningkat secara Masif

Sebagai Sultan Madura dalam bidang tembakau dan rokok lokal, Haji Her diketahui merupakan salah satu sponsor utama dalam perencanaan KEK Tembakau Madura.

Owner Bawang Mas Group tersebut dinilai krusial sebagai penyandang dan penggerak seluruh proses kegiatan berhubungan dengan KEK Tembakau Madura. Sehingga, dirinya yang tiba-tiba menjadi terperiksa KPK bisa saja berkaitan.

Bukan tanpa sebab, sekitar Rp230 triliun pendapatan negara dari Cukai Hasil Tembakau (CHT), Jawa Timur, khususnya Madura, menjadi penyumbang terbesar yakni 60% atau sekitar Rp127 triliun.

Dari kontribusi sebesar itu, kembalinya ke masyarakat Madura dianggap masih jauh panggang dari api. Malahan ‘Gajah-Gajah’ produsen hasil tembakau yang menangguk keuntungan besar, tembakau petani dilabeli harga sekehendaknya.

Melihat ketimpangan itulah, Haji Her hadir dengan satu tujuan, petani tembakau dan pengusaha rokok lokal harus juga mendapatkan keamanan, kenyamanan dalam bekerja sehingga kesejahteraan masyarakat Pulau Madura dapat meningkat.

Baca Juga :  Jelang Pemilu 2024 Cegah Konflik Kepentingan Politik, Pimpinan Parpol Sebagai Menteri Mesti Di Reshufle

Oleh sebab itu dapat kiranya diduga bahwa, perencanaan KEK Tembakau Madura, dengan kehadiran sosok Haji Her di dalamnya , mungkin dianggap bisa mengganggu stabilitas permainan tembakau yang selama ini dikendalikan mereka, raksasa pabrikan rokok besar.

Dikarenakan menurut sumber internal orang dekat pada lingkaran pucuk pimpinan Bawang Mas Group yang meminta tak disebutkan namanya, diperiksanya Haji Her oleh KPK terasa janggal.

Kalau mau dikaitkan dengan kasus Pejabat Dirjen Bea Cukai yang tertangkap juga lucu. Sebab beliau sama sekali tidak kenal, termasuk dengan pihak Blueray Cargo,” ungkapnya kala ditemui di kediamannya. Senin (13/04/26).

Namun, kaitan antara pemeriksaan KPK terhadap Haji Her dengan kegetolan mendorong KEK Tembakau Madura, kembali lagi hanya merupakan dugaan. Sebab sudah menjadi rahasia umum jika komisi anti rasuah Indonesia tersebut, diduga acapkali digunakan untuk kepentingan yang memiliki kuasa.

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III Perkuat Seluruh Pos Keamanan serta Rest Area di PT Freeport Indonesia

Kabiro Madura, Bambang Riyadi, S.H

17 Apr 2026

  NASIONALPOS.com | Papua – Pascaserangan mendadak dan mematikan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua, TNI bahkan menyiagakan kendaraan tempur taktis, salah satunya panser Anoa Pindad, di sejumlah titik PT Freeport Indonesia. Dengan mengenakan senjata lengkap, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, Letjen TNI Lucky Avianto, menyambangi Rest Area Mile 50 PT Freeport …

Dua Tahun Tanpa Keadilan: Skandal Mandeknya Kasus Pengeroyokan Jurnalis Ivan Afriandi di Polres Majalengka

Dewi Apriatin

11 Apr 2026

*Dua Tahun Tanpa Keadilan: Skandal Mandeknya Kasus Pengeroyokan Jurnalis Ivan Afriandi di Polres Majalengka*   Majalengka – Sebuah potret buram penegakan hukum kembali tersaji di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Ivan Afriandi, seorang jurnalis dari media Jurnal Investigasi, hingga kini (11 April 2026) masih terkatung-katung dalam ketidakpastian hukum. Lebih dari dua tahun sejak laporan resmi dilayangkan …

DPRD Boyolali Dukung HKPS 2026 dan Munas SWI

Dewi Apriatin

10 Apr 2026

Boyolali — Ketua DPRD Boyolali Susetya Kusuma DH.SH. menyatakan dukungan penuh terhadap rencana penyelenggaraan Hari Kebebasan Pers Sedunia (HKPS) 2026 dan Musyawarah Nasional Sekretariat bersama Wartawan Indonesia (Munas SWI) 2026. Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi dari panitia penyelenggara di Kantor DPRD Boyolali, pada kamis (09/04/2026). Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPRD Boyolali menyambut baik agenda …

Hampir Setahun Jalan di Tempat, Laporan Dhofir di Banyuwangi Disorot Publik

- Banyuwangi

07 Apr 2026

BANYUWANGI,  NASIONALPOS.COM – Mandeknya Penegakkan hukum kembali mencuat. Kali ini datang dari penanganan kasus dugaan pencemaran nama baik dan ancaman melalui media sosial yang dilaporkan oleh Dhofir, pemilik akun TikTok Pasopati Jatim. Hampir satu tahun berjalan, laporan tersebut disebut tak kunjung bergerak signifikan. Dalam keterangannya kepada awak media, Dhofir secara blak-blakan menilai kinerja penyidik Subdit …

Diduga Ilegal!!  Penebangan di Sempadan Sungai Kedaleman Rogojampi Disorot.

- Banyuwangi

07 Apr 2026

BANYUWANGI, NASIONAPOS.COM – Aktivitas penebangan pohon di tepi sungai Jalan Abu Hasan, Desa Kedaleman, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, memicu sorotan tajam. Kegiatan tersebut Diduga kuat melanggar aturan sempadan sungai dan terindikasi berlangsung tanpa izin resmi, Selasa (07/04/2026). Awak media yang turun langsung ke lokasi mendapati sejumlah pekerja tengah melakukan Penebangan dan Pemotongan batang pohon menggunakan mesin …

SE Pemkab Banyuwangi Disorot Tajam : LDKS PIJAR Tantang DPRD Bertindak, Satpol PP Dituding Tumpul!!!

- Banyuwangi

07 Apr 2026

BANYUWANGI, NASIONAL POS.COM – Kebijakan Surat Edaran (SE) Pemkab Banyuwangi Nomor: 00.8.3/442/429.107/2029 yang mengatur jam operasional dan kepatuhan regulasi pelaku usaha kini memantik gelombang kritik keras. Lembaga Diskusi Kajian Sosial (LDKS) Pilar Jaringan Aspirasi Rakyat (PIJAR) mendesak DPRD Banyuwangi tidak setengah hati dalam mengevaluasi kebijakan yang dinilai menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. Ketua Umum LDKS …

x
x