Dr, MS. Kaban
Home » Headline » MS. Kaban: Indonesia Belum Menemukan Pemimpin Yang Tepat

MS. Kaban: Indonesia Belum Menemukan Pemimpin Yang Tepat

Dhio Justice Law 01 Jun 2026 214

NasionalPos.com, Jakarta – Mantan Menteri Kehutanan, Dr. MS. Kaban menilai Bangsa Indonesia belum menemukan pemimpin yang tepat. Indikasinya, segala bentuk kejahatan dan yang dibenci Allah SWT semakin tumbuh subur.

Hal itu dilontarkan Kaban yang juga dikenal senior KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam) dalam Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangakaian Msuyawarah KAHMI Rayon Unas (Universitas Nasional) di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, Minggu (31/5/2026).

Dalam Seminar Kebangsaan tersebut menghadirkan sejumlah nara sumber, diantaranya Dr. H. MS. Kaban, Prof. (assoc) TB. Massa Djafar, Dr. Marwah Daud Ibrahim dan Lynda K. Wardani, Ph.D yang dipandu moderator Drs. Budi Santoso.

Pernyataan Kaban bernada eufemisme itu saat menjawab pertanyaan peserta seminar tentang apa masalah utama negeri ini sehingga semakin terpuruk dan tertinggal dari negeri lain.

Baca Juga :  Petani Semarang Sebut Biosaka Bikin Cepat Panen

Menurut Kaban. sebuah bangsa yang eksis atau bisa memberi warna tergantung pemimpin. “Jadi, yang membangun dan merubah peradaban sebuah bangsa menjadi sukses dan memiliki harga diri itu adalah pemimpinnya. Pertanyaannya, sudahkan Bangsa Indonesia mendapatkan pemimpin yang tepat?,” tutur Kaban.

Kaban menjelaskan, pemimpin yang tampil itu harus memiliki keyakinan atau ideologi sedangkan ideologi itu sendiri bisa dimaknai keimanan.

Selanjutnya, pemimpin itu harus punya ide dan cita-cita untuk melahirkan perubahan.

“Sehingga, keyakinan, keimanan dan gagasan itu tidak boleh terpecah,” jelasnya.

Masalahnya, lanjuta Kaban, bangsa ini lahir ditengah ideologi kebebasan yang sangat luar biasa yang disebut atau dikenal dengan ideologi indifidualisme, liberalisme, kapitalisme. Itulah yang mendominasi kehidupan.

Baca Juga :  Prajurit Marinir Tunjukkan Sikap Humanis di Tengah Aksi Massa

“Ilustrasinya, kenapa semua yang dimusuhi Allah itu tumbuh subur di Indonesia. Per hari ini, narkotika, judi, LGBT itu semua musuh (Allah) yang mengundang bencana dan semua agama memusuhi itu. Dalam memori saya, di jaman Suharto ada narkotika 7 Kg ditangkap membuat geger, tapi saat ini (nakotika) yang ditangkap jumlahnya berton-ton, itu penyelendupan atau impor? Jumlah aparat di era terdahulu jumlahnya lebih sedikit dibandingkan sekarang, tapi kenapa penyakit masyarakat itu justru tumbuh subur?,” paparnya.

Dengan kondisi bangsa seperti itu, lanjutnya, apakah kita sudah menemukan pemimpin yang tepat?

“(Pemimpin) agak benar ada, hampir benar ada. Tapi, adakah yang tepat dan benar bisa memahami perintah konstitusi? Sementara sekarang konstitusi kita palsu, undang-undang (UUD 45) hasil amandemen diakui banyak cacatnya,” tandas Kaban. (x)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
PUTUSAN MK: PRAJURIT TNI PIDANA UMUM WAJIB DIADILI DI PENGADILAN UMUM,Langkah Bersejarah Menuju Kesetaraan di Hadapan Hukum ,

dito

17 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Putusan Mahkamah Konstitusi yang mewajibkan revisi UndangUndang Nomor 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer menjadi sorotan penting dalam peta reformasi hukum nasional.   Putusan yang menyatakan bahwa prajurit TNI yang melakukan tindak pidana umum harus diadili di peradilan umum ini dinilai sebagai tonggak konstitusional yang menegaskan prinsip negara hukum: tidak ada satu pun …

Blunder Politik Gibran Buah Konspirasi Ketum Partai

Dhio Justice Law

15 Okt 2026

NasionalPos. com – Jakarta — Pengamat kebijakan publik Chazali H. Situmorang (CHS) menilai desakan pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka harus diarahkan kepada para ketua umum partai politik, bukan semata-mata kepada fraksi-fraksi di DPR RI. Menurutnya, para ketua umum memiliki pengaruh besar dalam menentukan sikap politik partai sehingga harus bertanggung jawab atas keputusan maupun sikap …

Di Momentum Hari Musium Nasional, H. Waspada SAg MM Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor, Himbau Musium Bisa Jadi Ajang Edukasi Anak

dito

13 Okt 2026

NasionalPos.com, Bogor- Pada setiap tanggal 12 Oktober, di peringati sebagai peringatan Hari Musium kemarin, oleh karena itu, terkait dengan hal tersebut, kepada wartawan, H. Waspada MK, S.Ag, MM Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor dan Dosen PG PAUD UNUSIA Jakarta., Selasa, 13/10/2026 di Bogor, ia mengatakan bahwa tentu musium sangat bermanfaat dan sangat penting bagi anak …

Makan Anggaran Rp1,4 Miliar, Proyek Jalan di Pesisir Barat Malah Diduga Caplok Lahan Mantan Bupati

Taufik Hidayat

12 Okt 2026

Pesisir Barat — Pembangunan proyek jalan menuju rumah sakit di Kabupaten Pesisir Barat yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 senilai Rp1,4 miliar tengah menjadi sorotan publik. Proyek tersebut diduga dibangun di atas lahan pribadi milik mantan Bupati Pesisir Barat, H. Agus Istiqlal, tanpa izin. Protes Langsung di Lokasi Proyek Pemilik lahan, H. …

Pernikahan RINI ANGGRAENI dan AZHAR DZULFIQAR di BANDUNG Berlangsung Megah, Karangan Bunga Tokoh Publik Curi Perhatian

- Banyuwangi

11 Okt 2026

BANDUNG, NASIONALPOS.COM — Suasana penuh kebahagiaan dan kemeriahan menyelimuti pernikahan Rini Anggraeni, S.Tr.Kes., dan Azhar Dzulfiqar, S.T., yang berlangsung pada Minggu (11/10/2026) di Maison Grande, Bandung, Jawa Barat. Perhelatan istimewa ini menjadi momentum bersejarah bagi kedua mempelai untuk memulai perjalanan baru dalam membangun rumah tangga. Pernikahan tersebut berlangsung dengan nuansa elegan, memadukan kesakralan prosesi dengan …

Dugaan Penarikan Kendaraan oleh Debt Collector di Banyuwangi, WOM Finance Diminta Buka Dasar Hukumnya

- Banyuwangi

11 Okt 2026

BANYUWANGI, NASIONALPOS. COM – Penarikan satu unit mobil Toyota Avanza tahun 2009 bernomor polisi DK 1156 IS di wilayah Desa Kedayunan, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, tepatnya di depan Masjid Arohman, menuai keberatan dari pemilik kendaraan, (RR). Mobil yang disebut dibeli melalui pembiayaan WOM Finance tersebut diduga telah ditarik paksa oleh pihak ketiga yang disebut sebagai debt …

x
x