Prof. (assoc) TB. Massa Djafar
Home » Headline » TB Massa: Indonesia Gagal Bangun Demokrasi

TB Massa: Indonesia Gagal Bangun Demokrasi

Dhio Justice Law 01 Jun 2026 62

NasionalPos.com, Jakarta – Pengamat politik Universitas Nasional (Unas) Prof. (assoc) TB. Massa Djafar menganggap Indonesia telah gagal membangun kehidupan demokrasi.

Pernyataan itu disampaikan TB Massa sebagai nara sumber dalam sesi dialog Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam) Rayon Unas di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat pada Minggu (31/5/2026).

Dalam seminar yang dipandu moderator Drs. Budi Santoso itu juga menghadirkan sejumlah nara sumber lainnya, yakni Dr. MS. Kaban, Dr. Marwah Daud Ibrahim, dan Lynda K. Wardani.

Menurut TB Massa yang juga senior KAHMI , rezim Reformasi dalam 10 tahun terakhir telah gagal mewujudkan sistem demokrasi berkualitas.

“Dalam 10 tahun terakhir yang lahir dari rezim Reformasi ini sudah gagal mewujudkan sistem demokrasi berkualitas. Dalam sistem demokrasi yang tangguh, akan mampu menghadapi dinamika politik dan global, faktanya minus,” tegasnya.

Baca Juga :  Gus Muhaimin :Tingkatkan Literasi Finansial, Cegah Jerat Pinjol di Kalangan Terdidik

Penyebab kegagalan itu karena hukum tidak menjadi supreme, sehingga tidak mampu menengahi relasi kekuasaan.

Hukum bahkan menjadi alat kekuasaan untuk meraih dan mempertahankan kekuasaan dengan pola menghalalkan segala cara.

Tak heran, lanjut TB Massa, kini terjadi pergeseran yang sangat serius. Kedaulatan rakyat berpindah kepada kedaulatan pemodal. Praktek demokrasi jadi jebakan maut bagi para politisi, karena politik berbiaya tinggi. Layaknya praktek demokrasi liberal dan kapitalistik.

“Perilaku politik, sangat diwarnai kepentingan individu, bukan karena pada sistem nilai atau ideologi. Tapi kepentingan individu. Kalkulasi untung rugi. Sangat kapitalistik. Imbalan yang harus dikembalikan kepada para bandar, para oligarki yang melahirkan kebijakan rezim yang menguntungkan para pemodal,” jelas TB Massa.

Dia mencontohkan kebijakan rezim yang menguntungkan para oligarki, yakni mulai dari konsesi sumberdaya alam, perizinan perdagangan, tata niaga komoditas yang sangat ditentukan oleh kartel, pemilik modal.

Baca Juga :  Soal Pengondisian Temuan BPK, Sekjen Kemenhub Diperiksa KPK

Imbas lain dari rusaknya sistem adalah praktek korupsi semakin subur. Demokrasi procedural hanya melahirkan pejabat korup pada semua linie dan sektor. “Pejabat korup yang terjerat hukum sudah menjadi berita hari hari. Meskipun yang terkena, umumnya kelas teri,” cetusnya.

Ujung dari kerusakan itu, kata TB Massa adalah kemiskinan dan ketimpangan semakin melebar. Karena itu, harus ada perubahan mendasar pada undang-undang pemilu dan penegakan hukum terhadap kecurangan pemilu.

“Demokrasi prosedural hanya menghasilkan para garong berdasi yang membangkrutkan  negara dan meningkatnya ketergantungan hutang kepada negara donor. Semua fakta ini semakin menguatkan kesimpukan Indonesia dalam sepuluh tahun terakhir, jadi negara lemah. Gagal membangun sistem demokrasi,” paparnya. (X)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
MBG dan Pesta Babi Kekuasaan

Dhio Justice Law

11 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)  NasionalPos.com, Jakarta – Program makan bergizi gratis (MBG) awalnya dijual sebagai wajah belas kasih negara. Sebuah janji tentang kepedulian terhadap rakyat kecil, tentang anak-anak yang harus diselamatkan dari lapar dan ketimpangan. Tetapi di tengah munculnya dugaan keterlibatan keluarga sejumlah pejabat tinggi dalam pusaran proyek MBG, publik …

H. Bagus Machdiantoro Kembali Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketua Umum BBC Periode 2026-2031

Suryana Korwil Jabar

07 Jun 2026

Bandung, NasionalPos.com – H. Bagus Machdiantoro kembali dipercaya memimpin organisasi BBC untuk periode 2026-2031. Ia terpilih secara aklamasi dalam forum pertanggungjawaban dan pemilihan kepengurusan yang digelar di Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Minggu (7/6/2026). Terpilihnya kembali H. Bagus menjadi momentum penting bagi organisasi yang telah berdiri sejak tahun 1956 tersebut. Dalam wawancara usai …

Di perlukan Langkah cepat, tepat dan Kolaboratif Untuk Tanggulangi Jakarta Darurat Sampah

dito

06 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Jakarta kini berada dalam kondisi darurat sampah dengan produksi harian mencapai lebih dari 9.000 ton, di mana sekitar 7.500 ton di antaranya dibuang ke TPST Bantargebang. Kapasitas penampungan di Bantargebang telah berada di ambang batas kritis, demikian di sampaikan oleh Suryo Susilo Ketua LSM Biru Voice kepada wartawan, Sabtu, 6 Juni 2026 di …

AWI-BCW Datangi Pesona Osing, Minta Kejelasan Status Perizinan

- Banyuwangi

06 Jun 2026

Banyuwangi, Nasionalpos.com – Ketua Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) DPC Banyuwangi, Indra, bersama Ketua Banyuwangi Watch Corruption (BCW), Masruri, menyoroti Dugaan persoalan perizinan yang berkaitan dengan operasional Hotel Pesona Osing di Jalan KH. Ahmad Kholil, dusun Krajan Yosomulyo, Kecamatan Gambiran Banyuwangi. Sorotan tersebut muncul setelah adanya Dugaan bahwa izin yang digunakan hotel tersebut perlu diperjelas, apakah …

LSM Garuda Nasional Desak Kejari Painan Usut Dugaan Pungli PPK Pertanian Pessel Terkait Program OPLAH 2025

Primadoni,SH

06 Jun 2026

Pessel, Nasionalpos.com — Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Garuda Nasional secara resmi melaporkan dugaan Pungutan Liar (Pungli) PPK Pertanian, Hendro Kurniawan dalam pelaksanaan Program Optimalisasi Lahan (OPLAH) Tahun Anggaran 2025 di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat (Sumbar), kepada Kejaksaan Negeri Painan. Laporan tersebut diajukan menyusul munculnya dugaan pemotongan dana bantuan sebesar 15 persen yang diterima …

Mobil Siaga Kelurahan Kampung Melayu Sulit Diakses, Warga Terpaksa Minta Bantuan Ambulans Dompet Dhuafa Banyuwangi

- Banyuwangi

05 Jun 2026

BANYUWANGI, NASIONALPOS.COM – Pelayanan mobil siaga kesehatan atau ambulans di Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Banyuwangi, menjadi sorotan setelah seorang warga mengaku kesulitan mendapatkan kendaraan operasional tersebut saat keluarganya dalam kondisi sakit dan membutuhkan penanganan medis segera, Minggu (07/06/2026). Peristiwa itu dialami keluarga Astutik, warga Lingkungan Jajang Penatu RT/RW : 02/02, Kelurahan Kampung Melayu Banyuwangi. Saat …

x
x