Dr. Marwah Daud Ibrahim
Home » Headline » Marwah Daud: Saatnya Gerakan Ekonomi Rakyat Rontokkan Oligarki

Marwah Daud: Saatnya Gerakan Ekonomi Rakyat Rontokkan Oligarki

Dhio Justice Law 01 Jun 2026 172

NasionalPos.com, Jakarta – Mantan asisten peneliti Unesco dan World Bank, Dr. Marwah Daud Ibrahim menyerukan Rakyat Indonesia untuk bangkit dan melawan oligarki melalui Gerakan Ekonomi Rakyat.

Seruan itu dilontarkan Marwah Daud saat menjadi nara sumber Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam) Rayon Unas di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat pada Minggu (31/5/2026).

Dalam seminar yang dipandu moderator Drs. Budi Santoso itu juga menghadirkan sejumlah nara sumber lainnya, yakni Dr. MS. Kaban, Prof. (assoc) TB. Massa Djafar  dan Lynda K. Wardani.

“Kita jangan hanyut dengan narasi-narasi melawan tanpa kerja konkrit. Kritis boleh, tapi langkah nyata untuk lepas dari belenggu oligarki itu yang terpenting. Saatnya rontokkan oligarki dengan kerja konkrit,” kata Marwah yang juga mantan aktivis KOHATI (Korps Alumni HMI-Wati) ini.

Baca Juga :  Era Digital: Mahasiswa Melemah atau Dilemahkan?

Karena itu, Marwah menawarkan program yang telah dijalaninya yakni Gerakan Wakaf Tanah atau alat-alat produksi, untuk menghidupkan pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, pupuk, pakan.

“Melalui program ini, Insya Allah Rakyat khususnya di level bawah dan menengah bisa melakukan perlawanan konkrit kepada oligarki. Melalui pertanian, perkebunan dan peternakan, maka kita bisa menjawab kebutuhan bangsa dan bukan sekedar memenuhi kebutuhan tapi lebih dari itu bisa menjadi lumbung kemakmuran Rakyat,” jelasnya.

Marwah lantas mengajak rakyat untuk meninggalkan  rasa pesimis atau putus asa. “Jangan terlalu banyak buang energi lawan oligarki hanya melalui narasi. Tapi harus lakukan tindakan nyata, riel. Rakyat bahu membahu membangun ekonomi kerakyatan. Melindungi hak-hak atas tanah, baik pribadi maupun tanah adat sebagai aset ekonomi. Jangan menjual kepada oligarki. Tanah adalah modal untuk membangun perekonomian. Jadi produsen, penjual sekaligus pembeli, jadi konsumen produk sendiri. Selalu yakin semua ikhtiar atau usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan sampai pada titik sukses,” tandasnya.

Baca Juga :  Warga Binaan Lapas Banyuwangi Dibekali Pelatihan Terapi Tradisional

Merespon hal tersebut, TB. Massa Djafar menilai program yang ditawarkan Marwah Daud sangat logis dan kontekstual, karena itu perlu dukungan serius.

TB Massa mengatakan, Gerakan Perekenomian yang dimaksud Marwah Daud tampaknya terinspirasi dari Gerakan Syarikat Dagang Islam, 1905 yang dipelopori Haji Samanhudi.

“Sepertinya Gerakan Ekonomi Rakyat melawan oligarki ini terinspirasi dari Gerakan Syarikat Dagang Islam yang dipelopori Haji Samanhudi. Saat itu di tahun 1905, gerakannya jadi spirit ekonomi kerakyatan melawan struktur ekonomi kolonial. Memperkuat basis ekonomi rakyat menengah bawah,  semangat ini sangat kontekstual ditengah dominasi ekonomi politik oligarki saat ini,” jelas TB Massa. (X)

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Dana CSR Diduga Mengalir Puluhan Juta Tiap Tahun, Jalan Plantaran Tetap Hancur; AWI Dpc Banyuwangi Soroti Transparansi Pengelolaan Dana

- Banyuwangi

16 Jul 2026

Banyuwangi, Nasionalpos.com – Kerusakan Jalan Plantaran, Dusun Plantaran, Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, kembali memicu sorotan tajam. Di tengah kondisi jalan yang bertahun-tahun dikeluhkan warga karena menghambat aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan, justru beredar dokumen yang menunjukkan adanya dana kontribusi atau Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang diperkirakan mencapai sekitar Rp40 juta setiap tahun. …

Didukung Berbagai Stakeholder, PMKRI Cabang Jakarta Pusat Optimistis Siap Menjadi Tuan Rumah Kongres XXXV dan MPA XXXIV Tahun 2028

dito

15 Jul 2026

Nasionalpos.com, Jakarta- Keseriusan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Jakarta Pusat Sanctus Robertus Bellarminus untuk menghadirkan Kongres PMKRI kembali di Jakarta semakin nyata.   Setelah membangun komunikasi dan menjalin audiensi dengan berbagai pemangku kepentingan di Jakarta, PMKRI Cabang Jakarta Pusat menyatakan optimisme dan kesiapannya apabila dipercaya oleh forum nasional PMKRI sebagai penyelenggara Kongres XXXV …

SLF dan Pansus Parkir DKI: Ujian Integritas Pemerintahan Pramono

Dhio Justice Law

15 Jul 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos,com, Jakarta – Pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Tata Kelola Perparkiran DPRD DKI Jakarta seharusnya menjadi momentum memperbaiki tata kelola kota secara menyeluruh, bukan sekadar mengejar peningkatan pendapatan parkir. Sebab, persoalan parkir tidak berdiri sendiri. Ia berkaitan erat dengan kepatuhan bangunan terhadap aturan, termasuk kepemilikan Sertifikat Laik …

Poros Rawamangun Desak PT Moya Indonesia Bertanggung jawab Atas Kecelakaan kerja Karyawannya, & Minta Said Iqbal Tidak Cari Panggung

dito

15 Jul 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Beberapa hari lalu terjadi kecelakaan kerja yang mengakibatkan tiga pekerja meninggal dunia. Ketiga korban merupakan pekerja subkontraktor PT Moya Indonesia yang sedang mengerjakan proyek pembangunan jaringan distribusi pipa air bersih di dalam gorong-gorong di kawasan Jalan Pintu III TMII, Cipayung, Jakarta Timur, pada Kamis 9 Juli 2026 pekan lalu. Insiden tersebut bermula ketika …

Wakil Wali Kota Terima Audiensi Pihak BPJS Ketenagakerjaan Kota Lubuk Linggau

Andi Ledi Lubuk Linggau

15 Jul 2026

Nasionalpos.com/LUBUK LINGGAU-Wakil Wali Kota Lubuk Linggau, H Rustam Effendi menerima audiensi sekaligus membahas rencana pembuatan video sosialisasi bersama BPJS Ketenagakerjaan di Ruang Kerja Wakil Wali Kota Lubuk Linggau, Rabu (15/7/2026). Pertemuan tersebut membahas upaya memperkuat perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan guna mendukung peningkatan kesejahteraan para pekerja, khususnya di Kota Lubuk Linggau. Dalam diskusi, disepakati rencana pembuatan …

Pasal 33 UUD 1945: Pertaruhan Politik Terbesar Prabowo

Dhio Justice Law

13 Jul 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) NasionalPos.com, Jakarta – Kemenangan politik jauh lebih mudah diraih daripada kemenangan sejarah. Presiden Prabowo Subianto telah memenangkan kontestasi politik. Namun, untuk memenangkan sejarah, ia harus membuktikan satu hal yang jauh lebih sulit: menjadikan Pasal 33 UUD 1945 sebagai kenyataan, bukan sekadar retorika konstitusi. Di sinilah letak …

x
x