Dr. Marwah Daud Ibrahim
Home » Headline » Marwah Daud: Saatnya Gerakan Ekonomi Rakyat Rontokkan Oligarki

Marwah Daud: Saatnya Gerakan Ekonomi Rakyat Rontokkan Oligarki

Dhio Justice Law 01 Jun 2026 298

NasionalPos.com, Jakarta – Mantan asisten peneliti Unesco dan World Bank, Dr. Marwah Daud Ibrahim menyerukan Rakyat Indonesia untuk bangkit dan melawan oligarki melalui Gerakan Ekonomi Rakyat.

Seruan itu dilontarkan Marwah Daud saat menjadi nara sumber Seminar Kebangsaan bertema Mengokohkan Pilar Kebangsaan dan Perdamaian Dunia Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Geopolitik yang digelar dalam rangkaian Musyawarah KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam) Rayon Unas di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat pada Minggu (31/5/2026).

Dalam seminar yang dipandu moderator Drs. Budi Santoso itu juga menghadirkan sejumlah nara sumber lainnya, yakni Dr. MS. Kaban, Prof. (assoc) TB. Massa Djafar  dan Lynda K. Wardani.

“Kita jangan hanyut dengan narasi-narasi melawan tanpa kerja konkrit. Kritis boleh, tapi langkah nyata untuk lepas dari belenggu oligarki itu yang terpenting. Saatnya rontokkan oligarki dengan kerja konkrit,” kata Marwah yang juga mantan aktivis KOHATI (Korps Alumni HMI-Wati) ini.

Baca Juga :  Danramil 1615-11/Aikmel Dukung Ketahanan Pangan di Wilayah Binaan

Karena itu, Marwah menawarkan program yang telah dijalaninya yakni Gerakan Wakaf Tanah atau alat-alat produksi, untuk menghidupkan pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, pupuk, pakan.

“Melalui program ini, Insya Allah Rakyat khususnya di level bawah dan menengah bisa melakukan perlawanan konkrit kepada oligarki. Melalui pertanian, perkebunan dan peternakan, maka kita bisa menjawab kebutuhan bangsa dan bukan sekedar memenuhi kebutuhan tapi lebih dari itu bisa menjadi lumbung kemakmuran Rakyat,” jelasnya.

Marwah lantas mengajak rakyat untuk meninggalkan  rasa pesimis atau putus asa. “Jangan terlalu banyak buang energi lawan oligarki hanya melalui narasi. Tapi harus lakukan tindakan nyata, riel. Rakyat bahu membahu membangun ekonomi kerakyatan. Melindungi hak-hak atas tanah, baik pribadi maupun tanah adat sebagai aset ekonomi. Jangan menjual kepada oligarki. Tanah adalah modal untuk membangun perekonomian. Jadi produsen, penjual sekaligus pembeli, jadi konsumen produk sendiri. Selalu yakin semua ikhtiar atau usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan sampai pada titik sukses,” tandasnya.

Baca Juga :  Ketiga Calon Walikota Saling Sindir Dalam Dialog Kebudayaan Yang Digelar Dewan Kesenian Kota Tegal

Merespon hal tersebut, TB. Massa Djafar menilai program yang ditawarkan Marwah Daud sangat logis dan kontekstual, karena itu perlu dukungan serius.

TB Massa mengatakan, Gerakan Perekenomian yang dimaksud Marwah Daud tampaknya terinspirasi dari Gerakan Syarikat Dagang Islam, 1905 yang dipelopori Haji Samanhudi.

“Sepertinya Gerakan Ekonomi Rakyat melawan oligarki ini terinspirasi dari Gerakan Syarikat Dagang Islam yang dipelopori Haji Samanhudi. Saat itu di tahun 1905, gerakannya jadi spirit ekonomi kerakyatan melawan struktur ekonomi kolonial. Memperkuat basis ekonomi rakyat menengah bawah,  semangat ini sangat kontekstual ditengah dominasi ekonomi politik oligarki saat ini,” jelas TB Massa. (X)

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Blunder Politik Gibran Buah Konspirasi Ketum Partai

Dhio Justice Law

15 Okt 2026

NasionalPos. com – Jakarta — Pengamat kebijakan publik Chazali H. Situmorang (CHS) menilai desakan pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka harus diarahkan kepada para ketua umum partai politik, bukan semata-mata kepada fraksi-fraksi di DPR RI. Menurutnya, para ketua umum memiliki pengaruh besar dalam menentukan sikap politik partai sehingga harus bertanggung jawab atas keputusan maupun sikap …

Di Momentum Hari Musium Nasional, H. Waspada SAg MM Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor, Himbau Musium Bisa Jadi Ajang Edukasi Anak

dito

13 Okt 2026

NasionalPos.com, Bogor- Pada setiap tanggal 12 Oktober, di peringati sebagai peringatan Hari Musium kemarin, oleh karena itu, terkait dengan hal tersebut, kepada wartawan, H. Waspada MK, S.Ag, MM Wakil Ketua KPAD Kabupaten Bogor dan Dosen PG PAUD UNUSIA Jakarta., Selasa, 13/10/2026 di Bogor, ia mengatakan bahwa tentu musium sangat bermanfaat dan sangat penting bagi anak …

Makan Anggaran Rp1,4 Miliar, Proyek Jalan di Pesisir Barat Malah Diduga Caplok Lahan Mantan Bupati

Taufik Hidayat

12 Okt 2026

Pesisir Barat — Pembangunan proyek jalan menuju rumah sakit di Kabupaten Pesisir Barat yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 senilai Rp1,4 miliar tengah menjadi sorotan publik. Proyek tersebut diduga dibangun di atas lahan pribadi milik mantan Bupati Pesisir Barat, H. Agus Istiqlal, tanpa izin. Protes Langsung di Lokasi Proyek Pemilik lahan, H. …

Pernikahan RINI ANGGRAENI dan AZHAR DZULFIQAR di BANDUNG Berlangsung Megah, Karangan Bunga Tokoh Publik Curi Perhatian

- Banyuwangi

11 Okt 2026

BANDUNG, NASIONALPOS.COM — Suasana penuh kebahagiaan dan kemeriahan menyelimuti pernikahan Rini Anggraeni, S.Tr.Kes., dan Azhar Dzulfiqar, S.T., yang berlangsung pada Minggu (11/10/2026) di Maison Grande, Bandung, Jawa Barat. Perhelatan istimewa ini menjadi momentum bersejarah bagi kedua mempelai untuk memulai perjalanan baru dalam membangun rumah tangga. Pernikahan tersebut berlangsung dengan nuansa elegan, memadukan kesakralan prosesi dengan …

Dugaan Penarikan Kendaraan oleh Debt Collector di Banyuwangi, WOM Finance Diminta Buka Dasar Hukumnya

- Banyuwangi

11 Okt 2026

BANYUWANGI, NASIONALPOS. COM – Penarikan satu unit mobil Toyota Avanza tahun 2009 bernomor polisi DK 1156 IS di wilayah Desa Kedayunan, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, tepatnya di depan Masjid Arohman, menuai keberatan dari pemilik kendaraan, (RR). Mobil yang disebut dibeli melalui pembiayaan WOM Finance tersebut diduga telah ditarik paksa oleh pihak ketiga yang disebut sebagai debt …

Karhula TNBBS Pesisir BARAT Disorot : 2 Hektare Terbakar, Kapolres Turun Langsung – Pembakar Hutan Jangan Berharap LOLOS!!!

- Banyuwangi

08 Okt 2026

PESISIR BARAT, NASIONALPOS.COM  — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Pekon Rata Agung, Kecamatan Lemong, Kabupaten Pesisir Barat, menjadi peringatan keras bahwa ancaman terhadap kawasan hutan tidak boleh dianggap sepele. Sekitar ±2 hektare kawasan hutan terdampak kebakaran, sementara dampak lingkungan masih dalam pendataan. Peristiwa tersebut diketahui pada Rabu, …

x
x