Home » Headline » Era Digital: Mahasiswa Melemah atau Dilemahkan?

Era Digital: Mahasiswa Melemah atau Dilemahkan?

Dhio Justice Law 25 Mei 2026 122

Oleh: Ridwan Umar

(Diirwktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI) 

NasionalPos.Com – Mengapa mahasiswa hari ini tidak lagi seganas generasi sebelumnya?

Meski demonstrasi masih ada.
Kritik masih terdengar.
Namun gaungnya tak lagi cukup kuat mengguncang kekuasaan.

Lalu muncul kesimpulan sederhana:
mahasiswa telah melemah.

Padahal persoalannya mungkin lebih dalam.

Bisa jadi mahasiswa bukan kehilangan daya, melainkan menghadapi sistem politik yang jauh lebih canggih dalam meredam perlawanan.

Pada era Soeharto, kampus menjadi pusat kritik karena ruang informasi dikontrol negara. Ketika krisis ekonomi datang dan legitimasi rezim runtuh, mahasiswa berubah menjadi simbol moral sekaligus pusat perlawanan.

Baca Juga :  Terpantau Menguat 4,16 Poin IHSG, Pagi ini

Hari ini situasinya berbeda.

Kekuasaan modern tidak selalu membungkam.
Kadang justru merangkul.
Tidak selalu menekan.
Kadang cukup membuat publik lelah dan terdistraksi.

Media sosial, budaya viral, dan banjir informasi membuat kemarahan publik cepat muncul—tetapi juga cepat hilang.

Gerakan mahasiswa akhirnya terpecah dalam banyak isu:
HAM, lingkungan, identitas, demokrasi digital, hingga ekonomi.

Semuanya penting.
Tetapi sulit berubah menjadi gelombang nasional yang solid.

Sementara itu, politik modern tidak lagi terlalu takut pada demonstrasi.
Yang lebih ditakuti adalah narasi yang mampu menyatukan keresahan publik.

Baca Juga :  Langkah Pemprov DKI Jakarta Atasi Sampah di Badan Air, Menyaring Sampah hingga Mengolahnya

Masalahnya, mahasiswa kini bukan lagi satu-satunya produsen opini.
Pengaruh kampus direbut influencer, buzzer, podcaster, dan algoritma.

Kadang satu video pendek lebih kuat dari satu diskusi ilmiah.

Namun menganggap mahasiswa tidak lagi penting juga keliru.

Dalam sejarah Indonesia, mahasiswa mungkin bukan kekuatan utama yang menjatuhkan rezim.
Tetapi mereka hampir selalu menjadi tanda awal retaknya legitimasi kekuasaan.

Karena ancaman terbesar bagi negara modern bukan sekadar demonstrasi jalanan,
melainkan hilangnya kepercayaan publik.

Dan ketika negara mulai kehilangan kemampuan menjelaskan dirinya sendiri,
di situlah gerakan mahasiswa biasanya kembali menemukan momentumnya. (X)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Investasi Masa Depan Jadi Lebih Mudah, Aman, dan Terjangkau, BRI Dorong Nasabah Manfaatkan Fitur Emas di Qita.

- Banyuwangi

30 Agu 2026

Banyuwangi, Nasionalpos.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia. Melalui aplikasi super (super apps) Qita, BRI dengan aplikasinya Qita mempermudah nasabah dalam mengelola keuangan serta investasi jangka panjang, salah satunya dengan cara layanan investasi emas digital yang praktis, mudah, aman, dan terjangkau. …

Harapan Warga Nahdliyyin, Muktamar ke-35 NU dan Kesiapan NU Songsong Indonesia Emas 2045

dito

29 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- NU adalah organisasi yg didirikan oleh Para Ulama kharismatik diantara Muassis yg waro adalah Hadrotusy Syeikh KH. Hasyim Asy’ari, setiap diadakan Muktamar pasti banyak manfaat yg dihasilkan, disamping mengevaluasi masa khidmat 5 th terakhir, membuat Program strategis 5 th kedepan, dan Rekomendasi unt semua yg terkait dengan keumatan,   Sedangkan manfaat utama Muktamar …

Ratusan Buruh FPE KSBSI Gelar Aksi Unras di Kantor Pusat PT. NNI, Tolak PHK Sepihak dan Union Busting

dito

28 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Ratusan orang Massa pekerja/buruh dari Federasi Pertambangan Dan Energi filiasi Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (FPE KSBSI), menggelar aksi demo di Kantor PT. Nadesico Nickel Industry (NNI), di Gedung Noble House, Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat , 28/8/2026.   Aksi demo tersebut dilatar belakangi, kasus Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Sepihak, yang dilakukan …

Wali Kota Lubuk Linggau Hadiri Rakernas JKPI XII di Ternate

Andi Ledi Lubuk Linggau

28 Agu 2026

NASIONALPOS.COM – Wali Kota Lubuk Linggau, H Rachmat Hidayat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) XII di Kota Ternate, Maluku Utara, Jumat (28/8/2026). Rakernas yang mengusung tema “Penyusunan Kebijakan dan Memperkuat Kolaborasi Dalam Pelestarian Kota Pusaka Secara Berkelanjutan” tersebut dibuka langsung oleh Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos. Baca Juga :  …

Blokir Nomor rekening Bank Tidak Bisa Sewenang-wenang, Ada Aturannya, Jika di langgar, Rentan Di gugat

dito

28 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Blokir rekening adalah tindakan pembatasan sementara terhadap akses rekening bank, sehingga kamu tidak bisa melakukan transaksi keluar seperti penarikan, transfer, maupun pembayaran.  Namun, saldo di dalam rekening tetap tercatat dan tidak serta-merta diambil alih oleh pihak berwenang.   Tujuan utama pemblokiran biasanya untuk mencegah aliran dana yang diduga terkait tindak pidana, sengketa perdata, …

Sengketa Tanah 52 Hektar Manggala: Bukti Hanya Fotokopi, Di duga Pemprov-Pemkot Makassar Melanggar Konstitusi dan Hukum Agraria

dito

27 Agu 2026

Nasionalpos.com, Makassar-  Masih terkait dengan Sengketa lahan seluas 52 hektar di Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, A. Darwin R Rangreng SH MH Kuasa hukum pihak pemilik sah, Hj. Magdalena de Munnik, Kepada wartawan, Kamis, 27 Agustus 2026 di Makassar, ia mengatakan kini perkara tersebut kembali mencuat ke permukaan setelah pihak pemilik sah, Hj. Magdalena …

x
x