Home » Headline » Pancasila bukan untuk slogan, tapi untuk dijalankan

Pancasila bukan untuk slogan, tapi untuk dijalankan

dito 01 Jun 2026 68

Nasionalpos.com, Jakarta-

Proses lahirnya Pancasila tidak terjadi dalam ruang hampa, melainkan melalui adu gagasan yang intens dalam sidang PPKI.

Namun, adu gagasan ini diselesaikan setelah dihilangkan kata kata kewajiban menjalankan syariat Islam bagi penganutnya. Suatu kompromi nasional saat itu, yang kemudian pada Sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945, Pancasila yang Sah sebagai ideologi negara adalah yang tercantum di dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 alinea keempat, inilah fakta sejarah yang tidak boleh di lupakan oleh siapapun, demikian yang di sampaikan Faisal Saleh Sekjen Forum Silahturahmi Anak Bangsa (FSAB) kepada wartawan, Senin, 1 Juni 2026 di Jakarta.

 

” Tidak hanya perdebatan soal konsep Pancasila saja, tapi pada perkembangan nya, kemudian juga muncul perdebatan tentang tanggal lahirnya Pancasila” ungkap Faisal Saleh.

 

Menurut Faisal, tak dapat dipungkiri bahwa Sukarno adalah orang pertama yang menyatakan istilah Pancasila pada bangsa ini dalam pidatonya pada tanggal 1 Juni 1945. Oleh karena itu, Pidato Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945 bisa dianggap sebagai hari lahir Pancasila.

Baca Juga :  Kerusakan Akibat Angin Puting Beliung, 493 Rumah Warga Kabupaten Bandung Rusak

 

Setelah reformasi 1998, lanjut Faisal, barulah di era kepemimpinan Presiden Joko, terbentuk Keputusan Presiden RI Nomor 24 Tahun 2016 tentang Hari Lahir Pancasila, yang menetapkan tanggal 1 Juni 1945 sebagai hari lahir Pancasila.

 

Persoalannya sekarang, sambung Faisal, di tetapkan nya hari lahirnya Pancasila sebagai ideologi negara di harapkan dapat di laksanakan secara murni dan konsekuen di berbagai segi kehidupan berbangsa, bernegara, serta bermasyarakat.

Kita tidak ingin Pancasila hanya di jadikan bahan pidato yang indah di sampaikan oleh para pejabat publik dari tingkat pusat hingga pelosok desa, tanpa makna dan bahkan tanpa dilaksanakan.

 

” Padahal sejatinya Pancasila tidak meminta nilai-nilainya sering dipuja di pidato, tapi dikhianati dalam praktik: hukum tajam ke bawah, kekuasaan dijaga untuk diri sendiri, rakyat cuma dicari saat butuh suara. ” Tukas Faisal Saleh.

Baca Juga :  Kapolri Dinilai GP Anshor, Berhasil Capai Sejumlah Target Perbaikan Polri

 

Pancasila tidak minta digaungkan dalam ruang kelas, dalam ruang simposium dan seminar, hanya minta dijalankan di ruang publik lewat keteladanan, bukan sekedar seremoni.

 

Lebih lanjut Faisal Saleh menegaskan Pancasila juga tidak minta sempurna, tapi hanya minta dijalankan melalui keteladanan, bukan sekedar seremonial belaka, yang kemudian melakukan praktik korupsi, kolusi dan kejahatan lain yang mengkhianati Pancasila.

 

” Di momentum peringatan lahirnya Pancasila, tentunya ini saat yang tepat untuk menyampaikan pesan untuk para pemimpin di level mana pun, berada dimana pun, dan dalam waktu kapan pun, hendaknya Pancasila tidak hanya manis dibibir saja, tapi marilah kita ciptakan satunya kata dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari yang selaras dengan Pancasila”, Pungkas Faisal Saleh

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
MBG dan Pesta Babi Kekuasaan

Dhio Justice Law

11 Jun 2026

Oleh: Ridwan Umar (Direktur Lentera Keadilan Indonesia – LAKI)  NasionalPos.com, Jakarta – Program makan bergizi gratis (MBG) awalnya dijual sebagai wajah belas kasih negara. Sebuah janji tentang kepedulian terhadap rakyat kecil, tentang anak-anak yang harus diselamatkan dari lapar dan ketimpangan. Tetapi di tengah munculnya dugaan keterlibatan keluarga sejumlah pejabat tinggi dalam pusaran proyek MBG, publik …

H. Bagus Machdiantoro Kembali Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketua Umum BBC Periode 2026-2031

Suryana Korwil Jabar

07 Jun 2026

Bandung, NasionalPos.com – H. Bagus Machdiantoro kembali dipercaya memimpin organisasi BBC untuk periode 2026-2031. Ia terpilih secara aklamasi dalam forum pertanggungjawaban dan pemilihan kepengurusan yang digelar di Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Minggu (7/6/2026). Terpilihnya kembali H. Bagus menjadi momentum penting bagi organisasi yang telah berdiri sejak tahun 1956 tersebut. Dalam wawancara usai …

Di perlukan Langkah cepat, tepat dan Kolaboratif Untuk Tanggulangi Jakarta Darurat Sampah

dito

06 Jun 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Jakarta kini berada dalam kondisi darurat sampah dengan produksi harian mencapai lebih dari 9.000 ton, di mana sekitar 7.500 ton di antaranya dibuang ke TPST Bantargebang. Kapasitas penampungan di Bantargebang telah berada di ambang batas kritis, demikian di sampaikan oleh Suryo Susilo Ketua LSM Biru Voice kepada wartawan, Sabtu, 6 Juni 2026 di …

AWI-BCW Datangi Pesona Osing, Minta Kejelasan Status Perizinan

- Banyuwangi

06 Jun 2026

Banyuwangi, Nasionalpos.com – Ketua Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) DPC Banyuwangi, Indra, bersama Ketua Banyuwangi Watch Corruption (BCW), Masruri, menyoroti Dugaan persoalan perizinan yang berkaitan dengan operasional Hotel Pesona Osing di Jalan KH. Ahmad Kholil, dusun Krajan Yosomulyo, Kecamatan Gambiran Banyuwangi. Sorotan tersebut muncul setelah adanya Dugaan bahwa izin yang digunakan hotel tersebut perlu diperjelas, apakah …

LSM Garuda Nasional Desak Kejari Painan Usut Dugaan Pungli PPK Pertanian Pessel Terkait Program OPLAH 2025

Primadoni,SH

06 Jun 2026

Pessel, Nasionalpos.com — Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Garuda Nasional secara resmi melaporkan dugaan Pungutan Liar (Pungli) PPK Pertanian, Hendro Kurniawan dalam pelaksanaan Program Optimalisasi Lahan (OPLAH) Tahun Anggaran 2025 di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat (Sumbar), kepada Kejaksaan Negeri Painan. Laporan tersebut diajukan menyusul munculnya dugaan pemotongan dana bantuan sebesar 15 persen yang diterima …

Mobil Siaga Kelurahan Kampung Melayu Sulit Diakses, Warga Terpaksa Minta Bantuan Ambulans Dompet Dhuafa Banyuwangi

- Banyuwangi

05 Jun 2026

BANYUWANGI, NASIONALPOS.COM – Pelayanan mobil siaga kesehatan atau ambulans di Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Banyuwangi, menjadi sorotan setelah seorang warga mengaku kesulitan mendapatkan kendaraan operasional tersebut saat keluarganya dalam kondisi sakit dan membutuhkan penanganan medis segera, Minggu (07/06/2026). Peristiwa itu dialami keluarga Astutik, warga Lingkungan Jajang Penatu RT/RW : 02/02, Kelurahan Kampung Melayu Banyuwangi. Saat …

x
x