Home » Headline » Pengamat: Sentimen Negatif Menguat, Prabowo-Gibran Mungkin akan Kalah

Pengamat: Sentimen Negatif Menguat, Prabowo-Gibran Mungkin akan Kalah

dito 21 Okt 2023 95

NasionalPos.com, Jakarta- Pemaksaan Gibran Rakabuming Raka jadi calon wakil presiden (cawapres) dinilai akan memiliki sentimen negatif.

Hal itu bakal berdampak pada Prabowo Subianto. “Pasangan ini besar kemungkinan akan kalah karena kontrol publik yang semakin kuat,” ungkap pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Ali Munhanif kepada wartawan, Sabtu 21/10/2023 di Jakarta.

Ali menyampaikan manuver politik untuk mencawapreskan Gibran bukanlah sesuatu hal yang mudah. Pasalnya, publik bakal terus memantau manuver-manuver tersebut.

“Publik bakal terus mengawal agar demokrasi jangan sampai diarahkan oleh orang-orang yang semata-mata ambisius kekuasaan. Dan itu buruk,” lanjut Ali.

Salah satu sentimen negatif publik pencalonan Gibran menjadi cawapres yaitu terkait dengan dinasti politik. Isu itu dinilai bakal menggerus suara Prabowo.

“Itu membuat publik semakin sadar, sehingga pencalonan Gibran pasti akan blunder dan tidak akan mendongkrak pencalonan Prabowo,” kata dia.

Karena itu, jika Presiden Jokowi maupun partai-partai koalisi tetap nekat mendorong pencawapresan Gibran, menurut Ali, pasangan Prabowo-Gibran akan kalah.

Baca Juga :  Eropa Bakal Kembali Hadapi Gangguan Energi

“Kecuali, mereka menggunakan alat-alat kepolisian pada proses pemilihan, kecurangan, atau cara-cara tidak fair dalam proses pemilihan. Jika tidak menggunakan itu, Prabowo akan kalah,” tandasnya.

Sementara itu, hasil Survei Ipsos Public Affairs menyebutkan bahwa jika Pemilu Presiden (Pilpres) 2024 digelar sekarang, maka pasangan Prabowo-Gibran kalah dari pasangan Ganjar-Mahfud.

“Gibran Rakabuming Raka santer dipasangkan dengan Prabowo Subianto sebagai capres dan cawapres namun dapat dikalahkan pasangan Ganjar-Mahfud,” kata peneliti Ipsos Arif Nurul Iman ketika mamaparkan hasil survei  bertajuk Dilema Prabowo Subianto, Sabtu (21/10).

Ia mengatakan kesimpulan ini diperoleh dalam telesurvei yang dilaksanakan oleh Ipsos Public Affairs pada periode 17-19 Oktober 2023, atau setelah pasangan Ganjar-Mahfud dideklarasikan pada 18 Oktober 2023.

Dalam simulasi tiga nama, pasangan Prabowo -Gibran harus mengakui keunggulan pasangan Ganjar-Mahfud.. Pasangan Prabowo-Gibran memperoleh 31,32 persen dan pasangan Ganjar-Mahfud mendapatkan 31,98 persen. Sementara Anies dan Muhaimin mendapatkan 28,91 persen suara.

Baca Juga :  Toko Daging Dharma Jaya di Kembangan, Raup Omset Ratusan Juta Rupiah

Sementara itu, jika Prabowo dipasangkan dengan Erick Thohir, mereka mampu mengungguli Ganjar Pranowo dan Mahfud MD dengan cukup signifikan. Dalam simulasi tiga pasangan bakal capres dan bakal cawapres menunjukkan bahwa pasangan Ganjar-Mahfud tertinggal sekitar 6 persen dari pasangan Prabowo-Erick Thohir. Menurut dia pasangan Prabowo dan Erick Thohir memperoleh elektabilitas 37,53 persen dan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD mendapatkan 31,73 persen.

Prabowo Unggul Jauh dari Ganjar Sementara itu Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar meraih 28,91 persen suara dan yang menyatakan tidak tahu sebanyak 1,82 persen.

Arif mengatakan temuan tersebut menunjukkan bahwa pasangan Prabowo dan Erick Thohir jika berpasangan bisa mendapatkan keunggulan diatas pasangan lainnya, baik Ganjar-Mahfud maupun Anies-Muhaimin.

Menurut dia Jika dilihat jarak elektabilitas antara pasangan Prabowo Subianto-Erick Thohir dan Ganjar-Mahfud MD sekitar 6 persen artinya cukup signifikan. “Sudah bukan dalam koridor margin of error yang ditetapkan sebesar 2,83 persen,” pungkasnya.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Dewas KPK Diminta Selidiki dan Klarifikasi Tudingan Terhadap Faisal Assegaf

Dhio Justice Law

18 Apr 2026

NasionalPos.com, Jakarta – Barang bukti disita oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diserahkan aktivis Faisal Assegaf terkait kasus dugaan korupsi di Direktorat Jendral Bea Cukai terus menuai polemik. Pengamat politik dari Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Assoc. Prof, TB Massa Djafar mengungkapkan kekawatirannya terhadap KPK yang dicurigai publik telah diintervensi kekuatan politik untuk membungkam kelompok sipil …

Sorotan Publik Terhadap Sultan Madura, H.Her

Kabiro Madura, Bambang Riyadi, S.H

17 Apr 2026

NASIONALPOS.com | PAMEKASAN – Nama Khairul Umam atau yang lebih dikenal dengan sapaan akrab Haji Her, pemilik dari Bawang Mas Group, kini menjadi sorotan publik usai dirinya diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada April 2026. Pemeriksaan ini memunculkan berbagai spekulasi di tengah publik, terutama karena yang bersangkutan selama ini dikenal getol memperjuangkan terbentuknya …

Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III Perkuat Seluruh Pos Keamanan serta Rest Area di PT Freeport Indonesia

Kabiro Madura, Bambang Riyadi, S.H

17 Apr 2026

  NASIONALPOS.com | Papua – Pascaserangan mendadak dan mematikan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua, TNI bahkan menyiagakan kendaraan tempur taktis, salah satunya panser Anoa Pindad, di sejumlah titik PT Freeport Indonesia. Dengan mengenakan senjata lengkap, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, Letjen TNI Lucky Avianto, menyambangi Rest Area Mile 50 PT Freeport …

Muscab PKB Kota Bandung 2026 Lancar, Target 10 Kursi DPRD 2029

Suryana Korwil Jabar

13 Apr 2026

Kota Bandung, NasionalPos.com – Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Bandung yang di gelar pada Minggu (12/4/2026) berlangsung mulus tanpa gejolak. Forum konsolidasi internal partai ini tak hanya menjadi ajang regenerasi kepemimpinan, tetapi juga memunculkan arah baru PKB Kota Bandung menghadapi kontestasi politik 2029. Ketua DPC PKB Kota Bandung, Erwin, menegaskan seluruh rangkaian Muscab …

Dua Tahun Tanpa Keadilan: Skandal Mandeknya Kasus Pengeroyokan Jurnalis Ivan Afriandi di Polres Majalengka

Dewi Apriatin

11 Apr 2026

*Dua Tahun Tanpa Keadilan: Skandal Mandeknya Kasus Pengeroyokan Jurnalis Ivan Afriandi di Polres Majalengka*   Majalengka – Sebuah potret buram penegakan hukum kembali tersaji di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Ivan Afriandi, seorang jurnalis dari media Jurnal Investigasi, hingga kini (11 April 2026) masih terkatung-katung dalam ketidakpastian hukum. Lebih dari dua tahun sejak laporan resmi dilayangkan …

DPRD Boyolali Dukung HKPS 2026 dan Munas SWI

Dewi Apriatin

10 Apr 2026

Boyolali — Ketua DPRD Boyolali Susetya Kusuma DH.SH. menyatakan dukungan penuh terhadap rencana penyelenggaraan Hari Kebebasan Pers Sedunia (HKPS) 2026 dan Musyawarah Nasional Sekretariat bersama Wartawan Indonesia (Munas SWI) 2026. Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi dari panitia penyelenggara di Kantor DPRD Boyolali, pada kamis (09/04/2026). Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPRD Boyolali menyambut baik agenda …

x
x