Home » Headline » Dewas KPK Diminta Selidiki dan Klarifikasi Tudingan Terhadap Faisal Assegaf

Dewas KPK Diminta Selidiki dan Klarifikasi Tudingan Terhadap Faisal Assegaf

Dhio Justice Law 18 Apr 2026 6

NasionalPos.com, Jakarta – Barang bukti disita oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diserahkan aktivis Faisal Assegaf terkait kasus dugaan korupsi di Direktorat Jendral Bea Cukai terus menuai polemik.

Pengamat politik dari Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Assoc. Prof, TB Massa Djafar mengungkapkan kekawatirannya terhadap KPK yang dicurigai publik telah diintervensi kekuatan politik untuk membungkam kelompok sipil yang kritis.

“Publik menengarai keterangan pers yang disampaikan KPK melalui juru bicaranya (Budi Prasetyo) diluar kapasitas sehingga melebar kemana-mana. Jika itu benar, sangat disayangkan kaena telah mencoreng KPK,” terang TB Massa, Sabtu (18/4/2026) di Jakarta.

Dugaan itu muncul, lanjut TB Massa, karena selama ini podcast yang dipimpin Faisal Assegaf dikenal kritis terhadap kebijakan pemerintah dan sejumlah pejabat.

“Publik menduga apakah karena Sinkos yang dipimpin Faisal Assegaf dikenal podcast vokal? Sangat kritis terhadap pemerintah dan pejabat/. Karena itu KPK harus dikawal dari kepentingan politik,”jelasnya.

Baca Juga :  Kapendam kolonel Inf agung udayana sambut hangat audiensi DPW satgas patroli dan club motor RnB ( chapter) Bali

Menurutnya, jika mencermati peristiwa yang menimpa Faisal Assegaf sebagai Direktur Utama PT Sinkos Multimedia Mandiri dikaitkan dengan pengembalian sejumlah peralatan studio podcast Sinkos kepada KPK menimbulkan beragam interpretasi di tengah publik.

Karena pemberian alat podcast itu bersifat pribadi. Jika dikaitkan dengan Rizal, pejabat di lingkungan Bea Cukai itu apa dasar hukumnya?

“Apakah keterangan pers KPK melalui jubirnya itu didasari BAP tersangka? Jika tidak punya dasar hukum yang jelas tentu sangat merugikan bagi pihak yang dituduhkan.”papar TB Massa.

Untuk itu, TB Massa menyarankan Dewan Pengawas (Dewas) KPK segera menyelidiki dan mengklarifikasi agar tidak merugikan pihak yang dituduhkan maupun citra lembaga antirasuah yang selama ini dianggap publik sebagai alat kekuasaan.

Sebagai informasi, jubir KPK, Budi Prasetyo menyatakan bahwa pihaknya telah menyita sejumlah barang bukti dari Dirut PT Sinkos Multimedia Mandiri, Faisal Assegaf dari tersangka mantan Direktur Penyidikan Bea Cukai, Rizal Fadillah.

Baca Juga :  Politisi PKS : Patokan Harga Minyak ICP Harus Dikawal Karna Rentan Dipengaruhi Konflik Global

Menurut Budi, penyitaan tersebut dilakukan karena adanya barang bukti berasal dari tindak pidana korupsi yang dilakukan tersangka.

Atas pernyataan Budi tersebut, maka Faisal Assegaf merasa dirugikan dan melaporkannya ke Dewas KPK.

Tak hanya ke Dewas KPK, Faisal Assegaf pun melaporkan Budi ke Polda Metro Jaya atas dugaan pencemaran nama baik. Kini, Polda Metro Jaya tengah mengusut kasus tersebut.

Alasan Faisal Assegaf melaporkan Budi ke Dewas KPK dan Polda Metro Jaya karena menilai pernyataan Budi tersebut bersifat pribadi yang berpotensi menjadi rujukan kebenaran dan fakta hukum.

Apalagi dirinya dan beberapa teman aktivis hanya dua kali bertemu Rizal.

Pertemuan itu berlangsung terbuka dan saling menjaga batasan yang tegas, tidak ada hubungan antar pribadi dan tidak saling mengikat. (X)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Sorotan Publik Terhadap Sultan Madura, H.Her

Kabiro Madura, Bambang Riyadi, S.H

17 Apr 2026

NASIONALPOS.com | PAMEKASAN – Nama Khairul Umam atau yang lebih dikenal dengan sapaan akrab Haji Her, pemilik dari Bawang Mas Group, kini menjadi sorotan publik usai dirinya diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada April 2026. Pemeriksaan ini memunculkan berbagai spekulasi di tengah publik, terutama karena yang bersangkutan selama ini dikenal getol memperjuangkan terbentuknya …

Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III Perkuat Seluruh Pos Keamanan serta Rest Area di PT Freeport Indonesia

Kabiro Madura, Bambang Riyadi, S.H

17 Apr 2026

  NASIONALPOS.com | Papua – Pascaserangan mendadak dan mematikan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua, TNI bahkan menyiagakan kendaraan tempur taktis, salah satunya panser Anoa Pindad, di sejumlah titik PT Freeport Indonesia. Dengan mengenakan senjata lengkap, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, Letjen TNI Lucky Avianto, menyambangi Rest Area Mile 50 PT Freeport …

Muscab PKB Kota Bandung 2026 Lancar, Target 10 Kursi DPRD 2029

Suryana Korwil Jabar

13 Apr 2026

Kota Bandung, NasionalPos.com – Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Bandung yang di gelar pada Minggu (12/4/2026) berlangsung mulus tanpa gejolak. Forum konsolidasi internal partai ini tak hanya menjadi ajang regenerasi kepemimpinan, tetapi juga memunculkan arah baru PKB Kota Bandung menghadapi kontestasi politik 2029. Ketua DPC PKB Kota Bandung, Erwin, menegaskan seluruh rangkaian Muscab …

Dua Tahun Tanpa Keadilan: Skandal Mandeknya Kasus Pengeroyokan Jurnalis Ivan Afriandi di Polres Majalengka

Dewi Apriatin

11 Apr 2026

*Dua Tahun Tanpa Keadilan: Skandal Mandeknya Kasus Pengeroyokan Jurnalis Ivan Afriandi di Polres Majalengka*   Majalengka – Sebuah potret buram penegakan hukum kembali tersaji di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Ivan Afriandi, seorang jurnalis dari media Jurnal Investigasi, hingga kini (11 April 2026) masih terkatung-katung dalam ketidakpastian hukum. Lebih dari dua tahun sejak laporan resmi dilayangkan …

DPRD Boyolali Dukung HKPS 2026 dan Munas SWI

Dewi Apriatin

10 Apr 2026

Boyolali — Ketua DPRD Boyolali Susetya Kusuma DH.SH. menyatakan dukungan penuh terhadap rencana penyelenggaraan Hari Kebebasan Pers Sedunia (HKPS) 2026 dan Musyawarah Nasional Sekretariat bersama Wartawan Indonesia (Munas SWI) 2026. Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi dari panitia penyelenggara di Kantor DPRD Boyolali, pada kamis (09/04/2026). Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPRD Boyolali menyambut baik agenda …

Hampir Setahun Jalan di Tempat, Laporan Dhofir di Banyuwangi Disorot Publik

- Banyuwangi

07 Apr 2026

BANYUWANGI,  NASIONALPOS.COM – Mandeknya Penegakkan hukum kembali mencuat. Kali ini datang dari penanganan kasus dugaan pencemaran nama baik dan ancaman melalui media sosial yang dilaporkan oleh Dhofir, pemilik akun TikTok Pasopati Jatim. Hampir satu tahun berjalan, laporan tersebut disebut tak kunjung bergerak signifikan. Dalam keterangannya kepada awak media, Dhofir secara blak-blakan menilai kinerja penyidik Subdit …

x
x