Home » Nasional » Hampir Setahun Jalan di Tempat, Laporan Dhofir di Banyuwangi Disorot Publik

Hampir Setahun Jalan di Tempat, Laporan Dhofir di Banyuwangi Disorot Publik

- Banyuwangi 07 Apr 2026 129

BANYUWANGI,  NASIONALPOS.COM

Mandeknya Penegakkan hukum kembali mencuat. Kali ini datang dari penanganan kasus dugaan pencemaran nama baik dan ancaman melalui media sosial yang dilaporkan oleh Dhofir, pemilik akun TikTok Pasopati Jatim. Hampir satu tahun berjalan, laporan tersebut disebut tak kunjung bergerak signifikan.

Dalam keterangannya kepada awak media, Dhofir secara blak-blakan menilai kinerja penyidik Subdit I Siber Polda Jawa Timur layak dipertanyakan. Ia menyebut proses hukum yang berjalan terkesan stagnan, bahkan cenderung “berputar di tempat”.

“Kami sudah melaporkan, saksi-saksi dari kami juga sudah dipanggil. Tapi sampai sekarang, pihak terlapor belum pernah disentuh,” ungkap Dhofir, Selasa (07/04//2026).

Pernyataan ini membuka dugaan adanya ketimpangan dalam proses penyidikan. Di satu sisi pelapor dimintai keterangan, namun di sisi lain terlapor belum juga dipanggil—sebuah kondisi yang memicu tanda tanya besar publik.

Baca Juga :  Larangan dalam Kampanye Politik Disosialisasikan Bawaslu

Tak hanya itu, Dhofir juga mengungkap pola jawaban yang menurutnya “itu-itu saja” setiap kali menanyakan perkembangan kasus.

“Jawabannya selalu masih proses profiling. Tapi anehnya, jeda waktunya bisa berbulan-bulan tanpa perkembangan jelas,” tegasnya.

Sorotan tajam juga diarahkan pada metode penyelidikan yang dinilai janggal. Ia menyebut penyidik berdalih kesulitan mengidentifikasi terlapor karena kualitas gambar yang dianggap tidak memadai.

“Katanya fotonya blur. Padahal kami sudah kasih bukti video yang jelas, tidak blur sama sekali. Ini yang kami pertanyakan, sebenarnya serius atau tidak menangani laporan ini?” ujarnya dengan nada kecewa.

Kondisi ini memunculkan dugaan adanya lemahnya keseriusan, minimnya prioritas, atau bahkan potensi kelalaian dalam penanganan perkara siber yang seharusnya bisa ditelusuri secara digital.

Baca Juga :  Hari Ini, IHSG Diprediksi Bergerak Variatif

Apakah keterlambatan ini murni kendala teknis, atau ada faktor lain yang membuat kasus ini seolah “diparkir”?

Minimnya transparansi dari pihak kepolisian semakin memperkuat kesan bahwa laporan masyarakat tidak mendapat perhatian maksimal. Hingga kini, belum ada keterangan resmi yang menjelaskan secara rinci kendala maupun progres penyidikan.

Dhofir pun mendesak adanya evaluasi internal dan campur tangan pimpinan agar kasus ini tidak terus berlarut.

“Kami hanya ingin keadilan. Kalau memang ada kendala, sampaikan secara terbuka. Jangan sampai laporan masyarakat seperti ini hilang tanpa arah,” pungkasnya.

Kasus ini menjadi ujian serius bagi komitmen penegakan hukum di ranah digital. Di tengah maraknya kejahatan siber, lambannya penanganan justru berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.

(Tim)

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Tabur Bunga Peringatan 30 Tahun Malapetaka 27 Juli 96, Menjadi Momentum Refleksi Demokrasi Kekinian

dito

27 Jul 2026

Nasionalpos.com, Jakarta- Peringatan 30 tahun Peristiwa 27 Juli 1996 diperingati oleh jajaran DPP PDI Perjuangan melalui aksi tabur bunga di gedung DPP PDI-P di Diponegoro no 58 Jakarta Pusat.   Acara tabur bunga ini dipimpin oleh fungsionaris partai di depan Kantor DPP PDI-P, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat.   Sementara itu acara tabur bunga, Digelar …

PMKRI SOROTI DUGAAN PEMBIARAN POLRES MANGGARAI, PENANGANAN KASUS PENGEROYOKAN KETUA PMKRI JAKARTA PUSAT DINILAI TIDAK PROFESIONAL

dito

26 Jul 2026

Nasional pos.com, Ruteng- Penanganan kasus dugaan pengeroyokan terhadap Ketua Presidium PMKRI Cabang Jakarta Pusat, Yohanes Jonianus, menuai sorotan tajam.   Pasalnya hingga beberapa hari setelah laporan polisi dibuat, belum terlihat adanya langkah penegakan hukum yang memberikan kepastian kepada korban.   Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius mengenai profesionalisme Polres Manggarai dalam menangani perkara kekerasan yang terjadi …

Anak Dan Masa Depan Bangsa ( Refleksi Hari Anak Nasional 2026 )

dito

25 Jul 2026

Di tulis dan di sampaikan oleh H. Waspada MK, S.Ag, MM Wakil Ketua KPAD Kab. Bogor & Dosen PG PAUD UNUSIA Jakarta.       Dalam konteks Agama, anak adalah amanah Tuhan Yang Maha Kuasa, yang harus dirawat, dibimbing dan dipenuhi seluruh hak – haknya, serta dilindungi dari segala bentuk kekerasan.   Kenapa harus dilindungi …

Kongres PMKRI Di Ruteng, Ricuh, Ketua PMKRI Jakpus Di keroyok Hingga Alami Luka Berdarah

dito

25 Jul 2026

NasionalPos.com, Ruteng- Dewan Pengurus Cabang Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Cabang Jakarta Pusat mengecam keras aksi kekerasan dan premanisme yang terjadi di arena Kongres dan Majelis Permusyawaratan Anggota /MPA PMKRI yang diselenggarakan di Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Pasalnya telah terjadi Aksi tidak terpuji yang telah menimpa Ketua PMKRI Cabang Jakarta Pusat, Sdr. Yohanes …

“Dewi Uma: The Mirror Of Life Wariga Harmonisasi manusia dengan Alam Disambut Baik Warga Ukraina, Layak di kabarkan kepada Dunia”

dito

24 Jul 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Acara bincang-bincang tentang Wariga di The Wine Center, Bendungan Hilir, Central Jakarta, Jumat, 24 Juli 2026 antara Dewi Uma, Pengabar Wariga yang mempopulerkan Wariga Mirror (The Mirror of Life) dengan Mr Igor Tereshchenko First Secretary for Economic Affair Embassy Of Ukraine in Republic of Indonesia.   Pada kesempatan tersebut, Mr Igor Tereshchenko, mengatakan …

Kongres & MPA PMKRI: Momentum Reflektif Dalam Persimpangan Jalan Sebagai Kekuatan Moral

dito

22 Jul 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Ratusan delegasi dari 72 Cabang di seluruh Indonesia menghadiri Kongres XXXIV dan Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) XXXIII Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI). Kegiatan akbar tersebut diselenggarakan di Ruteng, Flores, Nusa Tenggara Timur, pada 19–25 Juli 2026. Menanggapi penyelenggaraan forum tertinggi organisasi tersebut, Dr Paulus Januar drg, MSi, CMC yang mantan Ketua Presidium …

x
x