Home » Nasional » Indonesia Harus Menggunakan Ilmu Keseimbangan Dalam Kebijakan Menurut PROF KH SUTAN NASOMAL SH,MH

Indonesia Harus Menggunakan Ilmu Keseimbangan Dalam Kebijakan Menurut PROF KH SUTAN NASOMAL SH,MH

Syamsul Bahri 01 Des 2024 95

 

Nasionalpos.com ll Bogor -Ada sesuatu yang hilang dalam roda pemerintahan selama ini dan memberikan dampak yang sangat luar biasa. Tiba tiba ada hal yang mengejutkan semua pemerhati INDONESIA baik di ekonomi dan di sektor industri. Ini juga mengejutkan PROF KH SUTAN NASOMAL SH,MH sebagai pemerhati keadaan ekonomi Masyarakat luas dan Dunia Industri Indonesia. Kepada media hal ini di sampaikan (Minggu 24/11/2024)

Ada apa dengan ramai ramainya perusahaan menutup usahanya. PHK terjadi seperti tsunami yang luar biasa. Tatanan yang sudah dibangun puluhan tahun hancur seketika. Hingga perusahaan sebesar SRITEX saja harus gulung tikar.

APA YANG TERJADI DENGAN INDONESIA
Itulah pertanyaan yang ada dalam pemikiran kita semua

Apakah sistem yang berjalan saat ini seperti kendaraan yang tidak memiliki rem.
Apakah sistem yang berjalan saat ini seperti seperti perahu tak bernakoda

INDONESIA di bangun selama ini bersumber dari kepercayaan yang luas dan kepercayaan itu dari RAKYAT INDONESIA dan masyarakat Internasional.

Dahulu berjalan ILMU KESEIMBANGAN sehingga kemakmuran tercipta dan program yang sehat terserap ke seluruh lapisan masyarakat. Kejayaan lahir dari harmonisasinya hubungan baik sang penguasa dan yang memberikan kuasa nyaitu masyarakat.

Kini terkotak kotak dan membutakan seluruh para ahli negarawan dan penguasa sehingga terjadi hal yang terbalik. Kepentingan sekelompok orang mengalahkan kepentingan luas masyarakat.
Apakah para anggota DPR RI tidak mampu memberikan nasehat pada penguasa agar jangan membawa ugal ugalan perahu besar yang bernama NKRI. Kasihan harusnya sama masyarakat yang merasakan dampaknya atau dihadapkan oleh polemik saat ini. Pajak di naikkan tetapi pendapatan masyarakat semakin kecil dan hancur. Para pengusaha juga mengalami kebangkrutan hingga harus menutup pintu pintu kemampuannya.

Baca Juga :  Kelompok Masyarakat Sipil Serukan Isu Kesehatan Jadi Arus Utama Kebijakan

Kita saat ini memang harus terkejut. Ketika seseorang membutuhkan kaca mata baca yang memiliki model dan desaign sangat bagus. Bisa di dapatkan di belanja online hanya Rp 17.000. Harga di eceran optik 550.000. Diantar sampai rumah karena belanja online. Tidak membuang biaya ongkir.

Kalau anda pergi ke tempat optik dengan menggunakan kendaraan umum atau pribadi guna menuju tempat optik pasti biayanya akan bertambah. Hal ini ada kajian yang perlu semua instrumen masyarakat dan pemerintah menyadari.

Murahnya belanja online adalah PETAKA pada semua INDUSTRI dan usaha masyarakat yang sudah puluhan tahun di bangun dan menjadi sumber penghasilan pemerintah dari penerimaan pajak. Seperti dirontokkan para pelaku industri kemudian distributor dan agen agen pemasaran.

Baca Juga :  Satgas Pengawasan Pengaturan Skor dan Keuangan Bakal Dibentuk Ketum PSSI

Anehnya ada apa para pihak di bangku kekuasaannya diam saja melihat belanja online ini menghancurkan tatanan Dunia Industri Indonesia dan ladang usaha masyarakat luas.

Ada jutaan item pada pasar online yang perlu di normalkan dengan kebijakan pemerintah. Mengapa tidak dikenakan TEX atau pajak pendapatan pemerintah. Padahal kalau di kenakan pajak 100% maka akan membantu pendapatan pajak pemerintah. Mungkin yang harga tidak normal dipasar online dan merusak DUNIA INDUSTRI INDONESIA bisa di netralkan menjadi harga normal.

Negara negara ASIA banyak menggunakan pajak/tax 100% pajak untuk pasar online dan importir agar DUNIA INDUSTRI yang negara tersebut miliki tidak terganggu.

Begitu juga serangan dari luar negri yang masuk ke seluruh pelabuhan INDONESIA membawa ribuan kontainer berisikan macam macam produk industri dari luar negri dengan harga tidak normal. Maka para pelaku UMKM INDONESIA mengalami kerugian yang tidak baik. Seperti disuntik mati pasar UMKM INDONESIA.

Himbauwan dari PROF KH SUTAN NASOMAL SH,MH kepada semua pihak dipemerintah agar gunakan ILMU KESEIMBANGAN dan jangan hancurkan tatanan industri yang INDONESIA miliki dan jangan hanya pandai menggenjot pajak agar masyarakat tidak bisa makan.

(S.Bahri)

Narasumber : PROF KH SUTAN NASOMAL SH,MH

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Hari Sumpah Pemuda ke 98 Harapkan Pemuda Berjiwa Patriotik, Gigih, Berempati dan Berakhlak Mulya.

dito

28 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta- 98 tahun yang lalu para pemuda Indonesia mengikrarkan janji yang menyatukan perbedaan, menguatkan perjuangan, dan melahirkan tekad untuk berdiri sebagai satu bangsa.   Semangat tersebut dinilai harus tetap hidup dan mewujud dalam pembangunan manusia, begitu pula yang di sampaikan Oleh Dr KH Yusuf Aman MA Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Propinsi DKI …

Poros Rawamangun Ingatkan Kadis Pendidikan DKI Jakarta, Jangan Main-Main Soal Dana Revitalisasi SDN 05 Baru PS Rebo”

dito

28 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta-  Revitalisasi gedung SDN Baru 05 Pagi di Pasar Rebo, Jakarta Timur, yang kondisi gedungnya sangat memprihatinkan itu, ditargetkan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di mulai September 2026 ini, setelah proses perencanaannya berjalan sejak 2023, Akan tetapi hingga saat ini, revitalisasi yang sudah di siapkan dananya Rp 101 Milyar tersebut, belumlah berjalan pembangunan …

Tutup Kejuaraan Taekwondo Piala Dansat Siber TNI: Ini Pesan Ketum PPM-LVRI Berto

dito

27 Okt 2026

NasionalPos.com, Binjai- Tim Taekwondo Tiger Sumatra Binjai meraih juara umum Kejuaraan Taekwondo Piala Dansat Siber TNI yang ditutup Ketua Umum Pemuda Panca Marga (PPM), Berto Izak Deko, di Gedung Olahraga (GOR) Kota Binjai, Jalan Jambi, Minggu (25 Oktober 2026).   Kejuaraan perdana yang digelar Tiger Sumatra Binjai itu diikuti atlet, pelatih, dan penonton dengan antusias. …

Poros Rawamangun Sorot Kualitas Kinerja Inspektorat Pemprov DKI Jakarta Terhadap Dua Proyek Pengadaan di DKI Jakarta

dito

27 Okt 2026

NasionalPos. com, Jakarta-  Tekad Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono, untuk membersihkan di kalangan Pemprov DKI Jakarta dari tindak pidana korupsi, ternyata masih terganjal dengan adanya temuan dua kasus yang hingga saat ini belum ada penetapan tersangka nya, yakni Dua proyek pengadaan di lingkungan Pemprov DKI Jakarta yang di temukan oleh BPK.   …

Momentum Peringatan Hari Santri Nasional, Jadikan Santri Berani dan punya Kemampuan Hadapi Tantangan Zaman

dito

21 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Gagasan awal mengenai Hari Santri diusulkan oleh kalangan pesantren, yang kemudian diperkuat usulannya oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), yang kemudian di resmikan oleh Presiden Jokowi, bahwa tanggal 22 Oktober di tetapkan sebagai Hari Santri Nasional  melalui Keppres Nomor 22 Tahun 2015 guna mengenang jasa para ulama dan santri.   Terkait dengan situasi …

Raport Merah Penegakan Hukum selama 2 Tahun Pemerintah Prabowo-Gibran”

dito

21 Okt 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Selama dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, masyarakat Indonesia merasakan mengenai upaya penegakan hukum, maka terkait dengan hal itu Ralian Jawalsen, S.H seorang praktisi hukum. kepada wartawan, Rabu, 21/10/2026, di Jakarta.   Ia mengatakan bahwa Pemerintahan Presiden Prabowo- Gibran selama dua tahun ini telah terjadi kemunduran dalam penegakan hukum.   …

x
x