Home » Headline » LA Connextion Kupas Ketahanan Ekonomi di Tengah Badai Geopolitik Global

LA Connextion Kupas Ketahanan Ekonomi di Tengah Badai Geopolitik Global

dito 29 Mei 2026 117

NasionalPos.com, Jakarta- Sekelompok masyarakat yang pernah berkuliah di berbagai kampus di Kota Los Angeles dan berbagai kota lainnya di Amerika Serikat, menggelar Talkshow, Rabu 20 Mei 2026 lalu di peringatan hari Kebangkitan Nasional di ruang Jimbaran hotel Gran Melia, Jakarta Selatan, Acara ini di hadiri sebanyak 85 orang peserta

Saat ini pada umumnya mereka yang pernah kuliah di negeri Paman Sam itu, telah menjadi pengusaha berhasil di bidangnya, misalnya industri pertambangan, industri perhotelan, restoran, dan berbagai bidang lainnya. Juga bekerja dalam bidang finance, konsultan, dan bidang jasa lainnya.

Adapun kegiatan ini mengambil tema ” Ketahanan Ekonomi di Tengah Badai Geopolitik Global,” dikarenakan tema tersebut mengupas dinamika global yang semakin kompleks menuntut Indonesia untuk memperkuat ketahanan nasional, baik dari aspek ekonomi, pertahanan, hukum, maupun pembangunan sumber daya manusia.

Diskusi ini bertujuan memberikan perspektif dari berbagai sektor dalam menghadapi tantangan global yang berkembang.

Ada empat narasumber pada hari itu yang berbagi pengalamannya, yaitu: Dr. Kris Wijoyo Soepandji, dosen Fakultas Hukum UI yang juga staf khusus Menhan RI, Bernardino M. Vega, alumni USC dan Providence College, Johannes Soerjadjaja, alumni American College art LA, Radju Munusamy, Harvard Business School.

Sebagai moderator dalam acara talkshow adalah Faisal Saleh, Political Science USC.

Sebagai pembicara pertama adalah Dr. Kris W. Soepandji. Dalam paparannya mengatakan pentingnya Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian dan dinamika global saat ini dan di masa mendatang.

Dikatakan juga pemerintah berorientasi pada konsep national interest (kepentingan nasional). Dua nilai fundamental yang mengakar dalam masyarakat Indonesia yaitu komunalitas (gotong royong) dan spiritualitas (keberadaan Tuhan YME).

Konsep Defense Support Economy menempatkan sektor pertahanan sebagai instrumen yang mendukung pembangunan ekonomi nasional sesuai amanat UUD 45 Pasal 33.

Tantangan baru yang dihadapi bangsa adalah Narrative and Legal Warfare (NLW), yaitu penggunaan narasi dan instrumen hukum untuk mempengaruhi opini publik serta melemahkan legitimasi negara.

“Saat ini Kementerian Pertahanan mengembangkan konsep Defense Intellectual Management (DIM), yaitu penguatan intelektual bangsa untuk menghadapi Narrative and Legal Warfare (NLW) melalui peningkatan daya pikir kritis, ketahanan nasional, semangat belajar, dan kecintaan terhadap tanah air.” Ucap Dr Kris W. Soepandji

Selanjutnya pembicara kedua Bernardino M. Vega yang juga sebagai Wakil Ketua Hubungan Internasional KADIN Indonesia mengatakan pentingnya memahami arah kebijakan pemerintah saat ini dan masa mendatang. Indonesia harus berpegang pada prinsip kedaulatan nasional dan tidak bergantung pada negara lain.

Banyak tantangan yang dihadapi terkait pembatasan ekspor dan pengelolaan komoditas strategis, khususnya nikel.

Baca Juga :  Bhabinkamtibmas Polsek Pasrujambe Perkuat Silaturahmi dan Peduli Warga Binaan dengan Berikan Sarana Kontak

Ketahanan energi dan ketahanan pangan menjadi fondasi penting bagi kemandirian bangsa. Kepemimpinan nasional perlu menunjukkan kemandirian dan kepercayaan diri dalam forum internasional.

“Generasi senior memiliki tanggung jawab untuk membimbing generasi muda dalam membangun masa depan bangsa.” Tukas Bernardino M Vega.

Sebagai pembicara ketiga adalah Johannes Soerjadjaja, pengusaha dalam bidang perhotelan dan properti. Hal-hal penting yang dikatakannya adalah dunia usaha saat ini menghadapi tantangan besar akibat konflik geopolitik seperti perang Rusia–Ukraina, konflik Timur Tengah, dan perang dagang.

Indonesia belum sepenuhnya mampu memanfaatkan peluang perpindahan investasi global yang muncul akibat ketidakpastian global. Perubahan konfigurasi politik dan ekonomi dunia berdampak pada pola investasi internasional.

Investor asing masih memiliki keraguan terhadap kepastian hukum di Indonesia. Pelemahan nilai tukar rupiah dipengaruhi oleh menurunnya tingkat kepercayaan investor terhadap iklim investasi nasional.

Penguatan supremasi hukum menjadi solusi utama untuk meningkatkan kepercayaan investor.

“Indonesia perlu membangun kesamaan visi nasional agar mampu menjadi negara yang maju, mandiri dan berdaulat.”tandas Johannes Soerjadjaja

Sedangkan pembicara terakhir dalam acara talkshow ini adalah Radju Munusamy yang sehari-harinya sebagai penyedia jasa konsultan.

Dia mengatakan ketahanan nasional itu terdiri dari tiga lapisan utama, yaitu kedaulatan strategis yang menjadi tanggung jawab pemerintah, kedaulatan produksi yang dijalankan sektor swasta dengan pemerintah sebagai fasilitator. Kemudian fondasi sosial yang harus dibangun secara kolaboratif oleh seluruh elemen bangsa.

Terdapat tiga indikator dalam mengukur kekuatan ekonomi, yaitu Shock Test, kemampuan menghadapi guncangan; Sovereignty Test, mengukur tingkat ketergantungan terhadap pihak luar; dan Inclusion Test, memastikan manfaat pembangunan dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

Dikatakan olehnya, bahwa tidak ada negara akan maju tanpa dukungan sektor swasta yang kuat. Kepercayaan (trust) merupakan fondasi utama dalam pembangunan ekonomi dan dunia usaha.

Indonesia memiliki potensi ekonomi yang besar namun masih menghadapi tantangan dalam membangun kepercayaan investor. Kebijakan ekonomi juga harus memperhatikan pelaku UMKM dan usaha mikro.

“Pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan inflasi yang terkendali belum tentu berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat. Kolaborasi seluruh elemen bangsa menjadi syarat utama dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.” Tegas Radju Munusamy

Setelah para pembicara menyampaikan paparan materi, dilanjutkan sesi penyampaian opini dan tanggapan peserta. Beberapa hal penting yang dibicarakan oleh peserta:

• masalah Research and Development (R&D) yang harus ditingkatkan agar mampu bersaing di level ASEAN dan level internasional. Banyak juga yang menanggapi sistem hukum nasional, karena ini juga menjadi kendala dalam iklim usaha.

Baca Juga :  Komisi III DPR ingatkan Polri agar tidak asal tangkap

• Kesiapan menghadapi konflik global, isu keamanan energi, pangan dan kesiapan teknologi informasi.

• Peserta juga mengomentari soal SDM dan peningkatan kualitas SDM.

• Juga Tingkat kepercayaan publik yang akan terus menurun sehingga komunikasi harus dibangun transparan.

• Pemerintah harus terus memberi penjelasan tentang strategi pembangunan nasional agar dicapainya visi dan gerak bersama dalam mencapai tujuan negara sejahtera.

• Disinggung pula soal peranan perempuan dalam membangun ketahanan nasional melalui pendidikan keluarga dan generasi muda.

Para pembicara menanggapi komentar peserta, menekankan keberhasilan ASEAN mempertahankan stabilitas kawasan selama beberapa dekade menunjukkan pentingnya kerja sama regional.

Indonesia memiliki peran strategis sebagai pemimpin kawasan dalam menjaga perdamaian dan stabilitas.

Selain kekayaan sumber daya alam, tantangan utama terletak pada pembangunan budaya kompetensi, inovasi dan riset. Pemerintah perlu meningkatkan dukungan terhadap program penelitian dan pengembangan (R&D), serta memperkuat kualitas sumber daya manusia.

Kepercayaan (trust) menjadi fondasi utama dalam pembangunan ekonomi, pertahanan maupun kehidupan berbangsa dan bernegara.

Tanpa kepercayaan, berbagai program pembangunan akan sulit berjalan secara optimal.

Konsep Defense Intellectual Management (DIM) dipandang penting dalam membangun ketahanan intelektual bangsa untuk menghadapi ancaman Narrative and Legal Warfare (NLW).  Penguatan ketahanan harus didukung oleh pengelolaan sektor strategis seperti pangan (food), energi dan air (water).

Terkait perempuan, disampaikan bahwa keluarga merupakan fondasi utama pembentukan karakter bangsa. Perempuan memiliki peran sentral dalam pendidikan anak sejak masa kandungan hingga dewasa.

Dalam aspek hukum, para narasumber menekankan pentingnya peningkatan integritas, kepastian hukum dan penegakan hukum yang adil sebagai prasyarat utama pembangunan ekonomi dan investasi. Permasalahan hukum yang tidak terselesaikan dengan baik dapat menghambat investasi dan kesejahteraan masyarakat.

Para pembicara juga menegaskan bahwa nasionalisme Indonesia harus dibangun secara inklusif, yaitu yang memperkuat kepentingan bangsa tanpa merugikan bangsa lain, sehingga tetap selaras dengan semangat kerja sama internasional.

Setelah selesai tanggapan para pembicara, Faisal Saleh sebagai moderator dengan memberikan beberapa komentar.

Secara umum kegiatan menghasilkan berbagai gagasan strategis mengenai pentingnya sinergi antar pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.

“Badai global geopolitik akan selalu datang, karena itu kesiapan selalu harus dijaga, kesiapan satu langkah dalam kebijakan, satu gerak dalam eksekusi di lapangan dan satu visi dalam tujuan. Perspektif global mengingatkan bahwa ketahanan itu bukan soal bertahan saja, tapi soal bergerak lebih cepat dan lebih cerdas.”pungkas Faisal Saleh

 

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Hasil Musyawarah AHWA Pilih KH Abdul Hakim Mahfud (Gus Kikin) sebagai Ketum PBNU masa khidmat 2026-2031, Muktamar NU Di Tutup Presiden Prabowo Subianto

dito

31 Agu 2026

NasionalPos.com, Jombang- Sidang Pleno Pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menetapkan lima calon kandidat ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).   Kelima kandidat akan diajukan ke Rais Aam terpilih KH Miftachul Akhyar untuk mendapatkan izin tertulis dan selanjutnya diputuskan ke Ahlul Halli Wal Aqdi, Senin (31/8/2026).   Kelima nama tersebut sesuai dengan …

Investasi Masa Depan Jadi Lebih Mudah, Aman, dan Terjangkau, BRI Dorong Nasabah Manfaatkan Fitur Emas di Qita.

- Banyuwangi

30 Agu 2026

Banyuwangi, Nasionalpos.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia. Melalui aplikasi super (super apps) Qita, BRI dengan aplikasinya Qita mempermudah nasabah dalam mengelola keuangan serta investasi jangka panjang, salah satunya dengan cara layanan investasi emas digital yang praktis, mudah, aman, dan terjangkau. …

Harapan Warga Nahdliyyin, Muktamar ke-35 NU dan Kesiapan NU Songsong Indonesia Emas 2045

dito

29 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- NU adalah organisasi yg didirikan oleh Para Ulama kharismatik diantara Muassis yg waro adalah Hadrotusy Syeikh KH. Hasyim Asy’ari, setiap diadakan Muktamar pasti banyak manfaat yg dihasilkan, disamping mengevaluasi masa khidmat 5 th terakhir, membuat Program strategis 5 th kedepan, dan Rekomendasi unt semua yg terkait dengan keumatan,   Sedangkan manfaat utama Muktamar …

Ratusan Buruh FPE KSBSI Gelar Aksi Unras di Kantor Pusat PT. NNI, Tolak PHK Sepihak dan Union Busting

dito

28 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Ratusan orang Massa pekerja/buruh dari Federasi Pertambangan Dan Energi filiasi Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (FPE KSBSI), menggelar aksi demo di Kantor PT. Nadesico Nickel Industry (NNI), di Gedung Noble House, Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat , 28/8/2026.   Aksi demo tersebut dilatar belakangi, kasus Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Sepihak, yang dilakukan …

Wali Kota Lubuk Linggau Hadiri Rakernas JKPI XII di Ternate

Andi Ledi Lubuk Linggau

28 Agu 2026

NASIONALPOS.COM – Wali Kota Lubuk Linggau, H Rachmat Hidayat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) XII di Kota Ternate, Maluku Utara, Jumat (28/8/2026). Rakernas yang mengusung tema “Penyusunan Kebijakan dan Memperkuat Kolaborasi Dalam Pelestarian Kota Pusaka Secara Berkelanjutan” tersebut dibuka langsung oleh Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos. Baca Juga :  …

Blokir Nomor rekening Bank Tidak Bisa Sewenang-wenang, Ada Aturannya, Jika di langgar, Rentan Di gugat

dito

28 Agu 2026

NasionalPos.com, Jakarta- Blokir rekening adalah tindakan pembatasan sementara terhadap akses rekening bank, sehingga kamu tidak bisa melakukan transaksi keluar seperti penarikan, transfer, maupun pembayaran.  Namun, saldo di dalam rekening tetap tercatat dan tidak serta-merta diambil alih oleh pihak berwenang.   Tujuan utama pemblokiran biasanya untuk mencegah aliran dana yang diduga terkait tindak pidana, sengketa perdata, …

x
x